Pemasaran Produk Tani Bermasalah, Vita: Promosinya Harus Kreatif


Senin, 26 September 2016 - 01:57:47 WIB
Pemasaran Produk Tani Bermasalah, Vita: Promosinya Harus Kreatif Ketua TP-PKK Agam Vita Indra Catri meninjau Kelompok Karupuak Pitaruah Mande di Jorong Ladang Tibarau Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.

AGAM, HALUAN — Ketua TP-PKK Agam Vita Indra Catri menyayangkan lemahnya pemasaran produk pertanian dan produk PKK yang sebenarnya kualitasnya baik. Jika saja pemasarannya bagus, berkemungkinan, produk akan laku keras dan menembus pasar nasional. Permasalahan pemasaran ini dianggap krusial dan mesti dicarikan jalan keluarnya.

Dikatakan Vita, pihaknya meminta dinas terkait mem­bantu petani mendekatkan diri dengan pasar. Jangan hanya sekadar mendorong untuk produktif, sementara pema­sarannya tidak dicarikan. “Di­nas terkait harus mencarikan solusi, bagaimana agar produk PKK bisa menembus pasar,” terang Vita Catri saat mengun­jungi kelompok usaha kera­jinan PKK dan kelompok tani PKK di Kecamatan Tilatang Ka­mang dan Kecamatan Kamang Magek.

Jika pasar sudah ditembus, angggota PKK dituntut untuk melahirkan produk berkualitas dan sesuai dengan selera kon­sumen. “Promosi yang kreatif jadi kunci. PKK juga tak boleh patah semangat dan harus terus melahirkan terobosan, agar produknya mendapat tempat di pasaran,” kata Vita.

Dalam kunjungannya, Ny. Vita mengamati, bahwa per­soalan utama petani adalah pemasaran produk. Maka itu, pihaknya melalui dinas terkait ikut membantu dengan mem­buat kegiatan dan mendekatkan pasar yang bisa dioptimalkan untuk memasarkan berbagai produk olahan yang telah di­buat oleh para anggota kelom­pok. “Tentunya promosinya harus kreatif sehingga menarik perhatian pembeli,” jelasnya.

Pengelolaan dana harus dilakukan dengan optimal. Sehingga kelembagaan baik Gapoktan ataupun LKM dapat terjaga dan sehat. Sebagai salah satu bentuk bimbingan dan pendampingannya selaku Ke­tua Dekranasda Kabupaten Agam, pihaknya sudah me­la­kukan sejumlah kegiatan pe­la­tihan melalui Disko­perin­dag. Di­harapkan pengelola usa­ha ke­cil menengah ataupun ke­raji­nan tangan dapat mema­hami tugas dan fungsinya serta me­ng­optimalkan potensi yang ada untuk kesejahteraan bersa­ma.

Kepada kelompok usaha kerajinan maupun kelompok tani, diminta memperkuat kelembagaan dengan menga­jukan badan hukum koperasi dan izin usaha. “Jika sudah berbadan usaha, pengelolaan produk, bahkan pemasaran juga lebih mudah,” papar istri Bupati Indra Catri itu.

Kelompok tani dan usaha kerajinan PKK yang dikunjungi secara mendadak oleh Ketua TP-PKK Agam didampingi Wakil Ketua Candra Trinda Farhan yakninya, Kelompok Tani Jeruk Manis Sejahtera di Jorong Nan Tujuah, Nagari Kamang Hilir, Kecamatan Kamang Magek, Kelompok Karupuak Pitaruah Mande di Jorong Ladang Tibarau, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tila­tang Kamang dan Kelompok Tani Anak Aia Jambu di Nagari Koto Tangah.

Menyikapi terkait kunju­ngannya ke beberapa kelompok tani di daerah itu, Vita me­ngatakan, bahwa kunjungan yang dilakukannya merupakan tanpa direncanakan jauh hari. “Semua berawal ketika kami mengikuti acara lomba Cipta Menu B2SA di Pusdiklat Baso. Ketika salah seorang penyuluh dari pertanian BP4K2P me­nyebutkan, bahwa akan ada panen jeruk dan panen bawang di Tilatang Kamang dan Ka­mang Magek, maka kami me­mutuskan untuk diam-diam mengunjunginya agar kesannya tidak seremonial,” jelasnya.

Pemandangan langka itu, membuat sontak ibu-ibu kader PKK dan kelompok tani kaget karena dikunjungi oleh istri orang nomor satu di Agam itu tanpa diberitahu sebelumnya. “Kita merasa terharu atas kunjungan oleh Buk Vita dan Buk Candra. Apalagi dari informasi nyiak wali, beliau adalah orang pertanian. Tentu­nya ini merupakan kebanggaan bagi kami untuk bisa saling berbagi ilmu tentang dunia pertanian,” kata Ketua Kelom­pok Tani Bawang Anak Aia Jambu M Oskar.

Hal senada juga dirasakan oleh Kelompok Karupuak Pita­ruah Mande, Uni Gus yang merupakan ketua pada kelom­pok itu. “Serasa tidak percaya, karena biasanya kalau ibu PKK kabupaten datang pasti ada pemberitahuan dari pihak na­ga­ri atau kecamatan. Tentunya kami kaget kalau tiba-tiba dikunjungi oleh Ibu Vita dan Buk Candra,” kata Uni Gus dengan mimik wajah terharu.

Dalam kunjungan seha­rinya, Vita Indra Catri dan Candra melakukan langsung proses pembuatan kerupuk ubi yang akan dicetak, serta mem­berikan pembinaan bagaimana cara mengembangkan usaha yang dilakukan oleh para bina­an kader PKK itu. (h/ks)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 06:51:38 WIB
    Limapuluh Kota Butuh STA

    Petani Terkendala Pemasaran

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Masyarakat tani Kabupaten Limapuluh Kota sangat an­tusias bertanam sayuran. Apalagi lahan yang tersedia sangat potensial ditanami beragam sayuran untuk menambah pendapatan ke­luarga. Tapi setelah pa.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]