Tiap Hari Diterjang Badai, Nelayan Berlindung di Pulau


Senin, 26 September 2016 - 02:00:00 WIB
Tiap Hari Diterjang Badai, Nelayan Berlindung di Pulau Nelayan Sutera mempersiapkan perahu untuk turun melaut, Minggu. Saat badai ditengah laut ia segera berlindung di pulau terdekat. (HARIDMAN)

PAINAN, HALUAN — Cuaca buruk berupa badai sepekan terakhir di Pesisir Selatan,  akibatkan nelayan tidak turun melaut. Sementara nelayan yang turun melaut harus berlindung di pulau terdekat untuk menghindari badai dan gelombang besar.

Ketua Kelompok Nelayan Sarang­kuah Dayuang Syaiful di Amping Parak Kecamatan Sutera Minggu (25/9) mengatakan, saat musim badai seperti sekarang ada beberapa pulau terdekat yang dapat dijadikan tempat berlindung diantaranya, Kerabak, Gosong, Be­ringin dan lain-lain.

Ia terpaksa tidak menangkap ikan dan bermalam saja di pulau untuk menghindari ancaman badai. “Ya sesampai ditengah laut, perahu kami dihadang badai, maka terpaksa kami mencari pulau terdekat yakni Pulau Kerabak Besar,” katanya.

Terpantau Haluan, kapal dan perahu nelayan lainnya tampak menyadar di Muara Surantih Kecamatan Sutera, PPI Kambang, TPI Tarusan, Carocok Painan dan sejumlah muara.

Ujang (50), nelayan di Surantiah menyebutkan, ia sengaja tidak turun melaut semenjak seminggu terakhir. Cuaca di lautan menurutnya sangat ekstim dan itu membahayakan bagi anak buah kapal.

Menurutnya, cuaca dengan ge­lombang masih besar dan badai sudah terjadi semenjak pekan lalu. “Pada saat itu, kami baru pulang dari Pagai, untung saja jarak ke tanah tepi sudah dekat, sehingga kami aman hingga menyandar di pelabuhan Pasar Gom­pong,” katanya.

Dia menyebutkan, semenjak tidak turun melaut, ia mengaku mengalami kerugian hingga beberapa juta. Soalnya, selain tidak ada penghasilan, anak buah kapal yang biasanya ikut melaut biaya hidupnya juga harus di tanggungnya.

Sementara itu nelayan pukat tepi sebagiannya masih turun ke laut. “Meski ombak besar, kami tetap menurunkan pukat, soalnya tanpa turun melaut, kami akan dihadapkan pada tingginya biaya  hidup,” ujar Icap, nelayan pukat tepi di Amping Parak.

Dikatakanya, pukat yang diturun­kannya memperoleh hasil yang luma­yan. Hanya saja jenis ikan yang dipero­leh bukan ikan yang laris. “Misalnya baledang,” kata Icap.

Tiga hari terakhir, harga ikan di Pessel cenderung naik. Terpantau, satu kilogram ikan sudah dipatok pedagang seharga Rp40.000. (h/har)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]