MULAI TAHUN PELAJARAN 2017-2018

500 Sekolah Terapkan Full Day School


Senin, 26 September 2016 - 02:12:42 WIB
500 Sekolah Terapkan Full Day School Rektor Universitas Bung Hatta Nicky Lutviarman memberikan cendra mata kepada Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada acara seminar nasional FKIP Universitas Bung Hatta di Hotel Mercure, Minggu (24/9).

PADANG, HALUAN —  Seba­nyak 500 sekolah di Indonesia akan menerapkan Full Day School (FDS) secara nasional dengan sistem piloting (percon­tohan). Penerapan FDS ini akan diterapkan mulai tahun pelajaran 2017-2018.

Hal ini dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memberikan kuliah umum pada Seminar Nasional Pendi­dikan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Padang di Hotel Mercure, Minggu (24/9).

Lebih lanjut, Mendikbud sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menyebutkan, penerapan  Full Day School bertujuan untuk pembentukan karakter siswa sekaligus menjadikan sekolah rumah kedua. Dikatakan Muha­djir, sesuai pesan Presiden Joko Widodo kepadanya sebagai Men­dikbud, bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah ketika dua aspek pendidikan bagi siswa terpenuhi.

Adapun dua aspek pendidi­kan itu ialah pendidikan karakter dan pengetahuan umum. Pada jenjang sekolah dasar (SD), siswa menda­patkan pendidikan karakter 80 persen dan pengetahuan umum 20 persen.

Sementara, pada jenjang seko­lah menengah pertama (SMP), pendidikan karakter bagi siswa terpenuhi 60 persen dan penge­tahuan umum 40 persen.

“Pendidikan karakter yang harus diterapkan pada siswa digam­barkan seperti piramida terbalik.  Penerapan karakter pada Sekolah Dasar harus lebih besar, karena akan menjadikan pondasi pada siswa di usia di usia dini, dan dilanjutkan pada Sekolah Mene­ngah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), SMK,” ujarnya.

Namun, full day school ini bukan berarti para siswa belajar selama sehari penuh di sekolah. Program ini memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan-ke­giatan penanaman pendidikan karakter, misalnya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

“Usai belajar setengah hari, hendaknya para peserta didik (siswa) tidak langsung pulang ke rumah, tetapi dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan dan membentuk karakter, kepribadian, serta me­ngembangkan potensi mereka,” pungkasnya.

Dengan demikian, kata Mu­hadjir, para siswa dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan kegiatan kontraproduktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran dan sebagainya.

Selain itu, dengan membentuk pendidikan berkarakter, siswa juga memiliki keterampilan  daya saing yang kuat dalam lapangan pekerjaan, (h/mg-ina)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]