Masalah Perang Suku di Papua Diserahkan ke Kapolri


Selasa, 27 September 2016 - 02:26:32 WIB

JAKARTA, HALUAN — Ang­gota staf khusus presiden asal Papua, Lenis Kogoya menga­takan, perang suku di daerahnya masih marak terjadi, khususnya daerah sekitar PT Freeport Indonesia.

Ia menjelaskan, perang suku dipicu oleh konflik eko­nomi karena PT Freeport Indo­nesia yang sudah diberi hak ulayat oleh masyarakat adat justru menjual besi tua milik warga suku ke luar Papua.

“Dari situ, (besi tua ma­syarakat adat) dijual di luar Papua. Masyarakat mengadu ke kami. Kami tangani, kami cek, ternyata hasil penjualan besi dikirim dari Freeport, baru akan dikasih kepada mas­ya­rakat. Tapi, sebelumnya ma­syarakat harus kasih proposal dulu. Masyarakat tujuh suku hanya bisa jadi pendulang sampah saja, kena bahan kimia, banyak yang mati, akhirnya perang suku terjadi,” ujar Lenis di Kompleks Istana Kepre­sidenan, Jakarta, Senin (26/9).

Ia pun mengatakan pi­hak­nya sudah mempercayakan masalah ini kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Kranavian. Sejumlah pelabuhan penam­pung besi tua yang dijual Free­port akan diperiksa oleh ke­polisian.

“Jadi, itu masalah besar. Maka, sekarang kami per­cayakan ke Kapolri untuk mengecek lokasi-lokasi pe­labuhan seperti pelabuhan di Tangerang, Priok, hampir 30 lo­kasi penampung besi diperiksa. Itu sudah ditangani oleh Ka­polri,” tuturnya.

Selain masyarakat adat di sekitar PT Freeport, Lenis juga melaporkan kepada presiden mengenai perang suku yang terjadi di sejumlah daerah di Papua.

“Saya harus tangani dulu masalah persoalan di Papua, perang suku di Mimika, terus masyarakat pengungsi di Ti­mika, Jayapura, Sentani, terus perang antara gunung dan pantai di Jayapura, Sentani, juga masalah yang terjadi di daerah, bukan di Papua saja tapi juga di Jawa, termasuk masalah ulayat di Kalimantan,” ucap Lenis. (h/okz)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]