PILKADA KOTA PAYAKUMBUH DAN MENTAWAI

Lima Paslon Harus Lulus Tiga Tahap Pemeriksaan


Selasa, 27 September 2016 - 02:28:12 WIB
Lima Paslon Harus Lulus Tiga Tahap Pemeriksaan Anggota Tim Medical Chek Up RSUP Dr M Djamil Padang memberi penjelasan tahapan pemeriksaan kesehatan kepada Bakal Calon Bupati Mentawai, Yudas Sabbagalet. Total lima pasang calon (paslon) kepala daerah menjalani pemeriksaan di rumahsakit tersebut, Senin (26/9). (ISHAQ)

PADANG, HALUAN – Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Kepulauan Mentawai mendatangi Ruang Poliklinik Ambun Suri, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Padang, untuk melewati serangkaian tes kesehatan, Senin (26/9). Secara umum, ada tiga tahap pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui setiap paslon sebelum dinyatakan layak maju dalam Pemilukada 2016.

Pantauan Haluan di RSUP Dr M Djamil, tiga Paslon dari Kota Payakumbuh, Wendra Yunaldi-H Enaidi Dt Ang­guang, Suwandel Mukhtar-Fitrial Bachri, serta petahana Riza Falepi-Erwin Yunas sudah sampai di lokasi sebelum jad­wal pemeriksaan dimulai. Se­dangkan dari Mentawai, peta­hana Yudas Sabaggalet-Kor­tanius Sabele juga telah hadir di lokasi, namun satu paslon lain Rijel Samaloisa-Binsar Saleleubaja terlambat hadir karena cuaca buruk.

Ketua Tim Medical Chek Up RSUP Dr M Djamil, dr. Yerizal Karani, SpPD, SPJP, kepada wartawan menjelaskan, setiap paslon melewati pe­meriksaan kesehatan fisik yang ditangani oleh masing-masing dokter spesialis. Di antaranya pemeriksaan Penyakit Dalam, Telinga Hidung Tenggorokan (THT), Mata, Gigi dan seba­gainya.

“Juga ada pemeriksaan kejiwaan dan bebas narkotika. Dan baru kali pertama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) ikut serta. Jadi secara umum calon kepada daerah menjalani tiga rangkaian pe­me­riksaan, yaitu fisik dan labo­ratorium, pemeriksaan bebas narkotika, serta pemeriksaan psikiatri dan psikologi untuk kejiwaan,” jelas Yerizal.

Seluruh rangkaian pe­me­riksaan, lanjutnya, di­lakukan oleh Tim Medical Chek Up RSUP Dr M Djamil yang ter­diri dari dokter-dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar. Dari pemeriksaan akan dilihat apakah para calon layak atau tidak (able atau disable) untuk maju dalam Pemilukada.

“Nanti akan dilihat dan dibeda-bedakan setiap te­muan­nya, seperti darah tinggi yang penderitanya bisa berobat sen­diri, maka yang ber­sang­kutan tetap boleh ikut. Tapi, kalau penyakitnya membuat pen­derita tidak bisa berobat sen­diri, seperti stroke dan lain-lain yang berakibat fatal, maka itu tidak layak,” katanya lagi.

Hanya saja, belum diketahui hasil dari pemeriksaan terhadap lima paslon kepala daerah ter­sebut. Karena hasilnya akan diserahkan oleh tim pemeriksa kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) ma­sing-masing, selambat-lam­batnya tanggal 28 September nanti.

“Kami serahkan hasilnya ke KPUD, nanti mereka yang mengumumkan sendiri. Setelah pemeriksaan, kami rapat pleno dulu dua hari sembari me­ngumpulkan data hasil pe­merik­saan, setelah itu baru kami serahkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sum­bar, Ali Azhar, me­ngakui keikutsertaan pihaknya dalam pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah pada Pe­mi­lukada tahun ini. Dijelaskannya, tes rambut penting dilakukan untuk memastikan keakuratan seorang calon kepala daerah tidak terlibat sebagai pemakai narkotika.

“Kalau yang dites hanya urine, bisa saja pemakai mem­persiapkan diri, tapi dengan tes rambut tidak bisa dibohongi, karena kandungan narkotika pada rambut kisaran waktunya lama, bisa 90 hari. Jadi, kalau betul-betul pemakai narkotika, akan ketahuan dari tes rambut ini. Dengan tes seperti ini, selain pemimpin yang dapat menyejahterakan rakyat yang kita cari, juga pemimpin yang bersih dari penyalahgunaan narkotika,” katanya.

Dikatakan Ali, ada enam parameter yang diuji dalam tes narkotika, antara lain tes kan­dungan Amphetamin, Metham­pe­tamine, Benzodiazepine, Ganja, Heroin dan Kokain. Hasil pengambian sampel ram­but akan langsung dibawa ke Jakarta, karena untuk penge­cekan rambut hanya bisa di­lakukan di laboratorium pusat BNN di Jakarta.

“Paling cepat besok sudah ketahuan hasilnya. Apapun hasilnya itu akan kami se­rahkan kepada KPU. Karena KPU yang meminta BNN un­tuk melakukan tes, jadi KPU yang berhak mengumumkan hasilnya,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Payakumbuh, Hetta Man­bayu, menyatakan bahwa hasil tes kesehatan para paslon akan berujung surat keterangan layak atau tidak layaknya kesehatan paslon untuk maju di Pe­mi­lukada.

“Pemeriksaan ini hasilnya adalah surat keterangan dengan tiga tanda tangan dari ketiga lembaga tersebut. Bila di surat itu balon tidak layak, tentu akan kami coret. Nanti kami umum­kan tanggal 28 September,” kata Hetta.

Terkait keterlambatan satu paslon dari Kabupaten Men­tawai, Sekretaris KPU Kabu­paten Mentawa, Trasnatalia, mengatakan memang Paslon Rijel dan Binsar mengalami keterlambatan karena buruknya cuaca saat keduanya berangkat dari Mentawai menuju Kota Padang.

“Tertunda ke­berang­katan­nya karena badai. Tapi kabar terakhir yang kami terima keduanya sudah berangkat, dan kami tetap menunggu di sini hingga paslon itu sampai,” ungkapnya. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]