PERCONTOHAN DI SUMBAR

Solsel Tanam Padi Organik


Selasa, 27 September 2016 - 02:47:49 WIB
Solsel Tanam Padi Organik Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahman secara simbolis menanam padi organik di Keltan Mekar Bhakti, Jorong Koto Baru, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan KPGD, Senin, (26/9). (JEFLI)

SOLSEL, HALUAN — Wakil Bupati Solok Selatan (Solsel), Abdul Rahman resmikan pena­naman padi organik perdana seluas 20 hektare di Jorong Koto Baru Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Senin, (26/9).

Penanaman bibit padi or­ga­nik perdana dan satu-satunya di Sol­sel. Sedangkan di Sumbar pa­da 2016, hanya sembilan ka­bu­­paten yang menjadi pilot pro­ject program padi organik ka­ta, Ke­pala UPT Balai Per­lin­du­ngan Tanaman Sumbar, Ar­zal pada Ha­luan. “Sesuai pro­gram pe­me­rin­tah pusat, men­ca­nangkan 1.000 desa organik se Indo­ne­sia. Untuk di Sumbar ta­hun 2016 target kita 50 desa or­ganik sa­lah satunya di Sol­sel,” terang­nya.

Kelompok tani (Keltan) yang mendapatkan program pa­di organik keltan Mekar Bhakti. “Dari tiga lokasi yang kita usul­kan, baru satu lokasi yang di­setujui dan sudah mele­wati pro­ses penilaian dari Lembaga Ser­tifikasi Organik (LSO) Sumbar untuk 2016,” kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Peri­kanan Solsel, Del Irwan.

Ia menjelaskan, salah satu kriteria atau indikator sebagai lokasi pertanian organik adalah memiliki sumber mata air tidak terkontaminasi atau sumber mata air yang tidak melewati pemukiman penduduk. Jenis bibit yang digunakan, katanya tetap bibit biasa, tidak ada pemilihan bibit dalam penge­lolan tanam padi organik.

Wakil Bupati, Abdul Rah­man mengatakan dinas Per­tanian Solsel telah men­da­patkan bantuan sebesar Rp.401 juta dari pemerintah provinsi berupa sarana pendukung peta­ni. “Kedepan, kita berupaya bagaimana mengembangkan pertanian organik di Solsel karena daerah kita sangat berpotensi. 20 hektare ha­nyalah sebagai pilot pro­ject,” kata Abdul Rahman.

Sebetulnya, penggunaan bahan organik dalam bertani hasil produksi cukup baik, unsur hara tanah tetap terjaga. “Sehingga tidak merusak lahan pertanian. Kita syukuri bantuan ini dengan cara bersungguh-sungguh sehingga berdampak pada geliat perekonomian ma­syarakat karena kualitas beras premium yang memiliki pangsa pasar premium,” terangnya.

Ketua Keltan Mekar Bhak­ti, Alinendra menyebutkan untuk pengolahan areal persa­wahan pihaknya mengalami kendala irigasi pertanian. “Ja­rak sumber air ke areal per­sawahan sekitar 2kilo meter. Kita harapkan pemkab Solsel segera membangun irigasi pertanian,”pintanya. (h/jef)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]