35.035 Warga Padang Belum Rekam e-KTP


Selasa, 27 September 2016 - 02:56:41 WIB

PADANG, HALUAN — Empat hari men­jelang batas waktu rekam data e-KTP, masih ada sebanyak 35.035 wajib KTP di Kota Padang yang belum merekam data dirinya. Sampai tanggal 30 September 2016, mereka yang tidak juga melakukan perekaman, akan terancam tidak mendapatkan pe­layanan publik.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Pa­dang Wedistar melalui Kabid Informasi Ke­pen­dudukan, Mai Yulnita me­ngatakan, sampai Senin (26/9), ma­sih ada penduduk Kota Padang yang wajib memiliki e-KTP yang belum melakukan rekam data. Selama empat hari menjelang batas waktu, di­ha­rapkan wajib KTP melakukan pe­reka­man data di Kantor Camat atau ke Disdukcapil Kota Padang.  “Sejak KTP Elektronik diluncurkan tahun 2011 silam, tercatat 35.035 wajib KTP belum melakukan rekam data. Jika mereka tidak melakukan rekam data, dita­kutkan hak untuk mendapatkan pelayanan publik baik itu bersubsidi maupun non-subsidi tidak bisa mereka dapatkan,” kata Mai Yulnita kepada Haluan, Senin (26/9).

Dalam catatan Disdukcapil, bulan Desember 2015, dari 607.635 wajib KTP, sebanyak 587.152 telah me­lakukan rekam data. Jadi awal tahun 2016, tercatat 20.483 masyarakat yang belum rekam data. Kemudian data ini be­r­tambah berdasarkan banyaknya anak muda yang beranjak dewasa dan telah berusia 17 tahun. Di­samping itu, ada juga perpindahan pen­duduk ke Kota Padang. Jadi data September 2015, dari 627.433 wajib KTP, baru 592.398 yang rekam data. Jadi, masih ada 35.035 yang masih ditunggu Disdukcapil hingga empat hari kedepan.

Jika sampai batas waktu tidak juga dilakukan perekaman data, dita­kutkan hak masyarakat untuk men­dapatkan pelayanan publik seper­ti membuat SIM, BPJS, Asu­ransi ke­ce­lakaan, SKCK dan yang lainnya tidak bisa lagi. Pasalnya, tertanggal 30 september 2016, yang berlaku untuk identitas diri hanya KTP Elektronik. Sedangkan KTP manual sudah tidak ber­laku lagi. “Rugi kalau masyarakat tidak melakukan rekam data. Tidak lagi bisa mengurus SIM, SKCK, BPJS, Asuransi, Buku rekening, ATM dan hal lainnya yang berkaitan dengan KTP,” katanya.

Terkait persoalan e-KTP yang belum bisa di cetak karena persoalan tinta yang tak kunjung datang dari Kementerian Dalam Negeri, Mai Yulnita mengatakan persoalan ini tidak mengganggu karena rekam data menggunakan sistem online. “Walau belum bisa dicetak, yang penting rekam data dulu secara online agar masuk dalam database. Nanti kalau sudah datang tinta dari Ke­men­dagri, Baru KTP Elektroniknya kami cetak. Saat ini pengganti KTP Elektronik bagi mereka yang terdesak keperluan men­dadak, diberi surat keterangan terlebih dahulu dari Disdukcapil,” tuturnya. (h/mg-ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]