RAPAT KERJA DENGAN KOMISI III DPR

Jaksa Agung Sebut Farizal Makelar Kasus


Selasa, 27 September 2016 - 03:12:45 WIB
Jaksa Agung Sebut Farizal Makelar Kasus Jaksa Agung HM Pra­setyo

JAKARTA, HALUAN — Jaksa Agung HM Pra­setyo tampaknya kesal juga dengan ditang­kap­nya seorang jaksa di Kejaksaan Tinggi Sum­bar bernama Fa­rizal oleh Komisi Pemberantasan Ko­rupsi (KPK). Saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Senin (26/9), Pra­setyo menyebut Fari­zal sebagai jaksa yang jadi makelar kasus. Karena, selain sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Farizal juga ber­tindak layaknya penga­cara terdakwa.

Saat rapat kerja dengan Komisi III DPR yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa (F-Gerindra), Senin (26/9), Prasetyo merasa miris dengan tangkapnya anak buahnya itu. “Kita sangat priha­tin terkait Jaksa Farizal yang terlibat kasus  ini,” kata Orasetyo.

Bahkan Prasetyo menyebut Farizal jaksa yang menjadi make­lar kasus karena memosisikan dirinya sebagai pengacara terdak­wa. Padahal Farizal adalah seba­gai ketua tim jaksa penuntut umum dalam kasus tersebut, yaitu kasus distribusi gula tanpa SNI (Standar Nasional Indonesia) di Sumbar dengan terdakwa  Xa­veriandy Sutanto.

“Jaksa Farizal yang mena­ngani kasus impor gula. Dia sebagai ketua tim jaksa penuntut umum, tapi kedapatan dalam menjalankan tugasnya bertindak sebagai orang di belakangnya layar terdakwa dengan mem­buatkan eksepsi untuk Xaverian­dy Sutanto  dan mengatur saksi yang menguntungkan terdakwa,” jelas Prasetyo.

Prasetyo menyebut, sesaat setelah penangkapan Farizal, Ketua KPK Agus Raharjo meng­hubunginya untuk mengabarkan ada lagi bawahannya yang ters­angkut kasus korupsi. Saat itu Agus meminta maaf.

“Saya memang ada komuni­kasi dengan Ketua KPK saat itu. Ketua KPK sempat memberikan informasi kepada saya setelah melakukan OTT. Dia mengatakan permintaan maafnya bahwa ada jaksa lagi yang menjadi tersang­ka. Saya langsung respon, sejauh KPK berikan fakta yang cukup maka semua pihak harus mene­rima dan memahami,” beber dia.

Prasetyo menambahkan, Keja­gung sudah mengonfirmasikan ke KPK terkait pemeriksaan Jaksa Farizal oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM Was). “Saya minta Jamwas untuk meng­hadirkan Farizal. Setelah menda­patkan pemeriksaan memang ada indikasi apa yang dituduhkan KPK benar. Setelah itu kita yang mengantarkan sendiri Farizal ke KPK untuk melanjutkan proses hukum. Itu menjadi bukti kejak­saan tidak akan menutupi,” jelas Prasetyo.

Farizal diduga menerima suap Rp 365 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto terkait perkara kuota distribusi gula impor non-SNI. Perkara itu tengah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Sumbar.

KPK menjerat Xaveriandy selaku pemberi suap dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan Farizal seba­gai penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor. (h/sam)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]