Jaksa Farizal Ditahan KPK


Selasa, 27 September 2016 - 03:14:16 WIB
Jaksa Farizal Ditahan KPK Tersangka Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sumbar Farizal (mengenakan rompi tahanan) usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/9). (ANTARA)

Rompi oranye akhirnya dikenakan penyidik KPK ke tubuh Farizal, Jaksa Penuntut Umum di Kejati Sumbar. Ada dugaan, Farizal tak sendiri menikmati uang suap dari Bos Gula Xaveriandy Sutanto sebesar Rp365 juta. Kita tunggu nyanyian Farizal dari balik ruang tahanan KPK.

JAKARTA, HALUAN —-  Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Farizal, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Su­matera Barat. Farizal ditetap­kan sebagai tersangka pene­rima suap Rp365 juta dalam perkara distribusi gula impor tanpa label stan­dar nasional Indonesia (SNI) di Pengadilan Negeri (PN) Padang.

Farizal yang telah mengenakan rompi taha­nan KPK warna oranye itu hanya diam saat di­ba­wa ke mobil tahanan. Pengacara Farizal, M. F. Gunawan enggan berbicara soal kasus yang menjerat kliennya dan mengaku akan menyiapkan pembelaan lebih dulu. “Kita siapkan pem­belaan dulu,” kata Gunawan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Sementara itu Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memastikan Kejaksaan Agung sampai saat ini tak memberikan tim pembelaan atau advokasi terhadap Farizal yang ditahan sore ini. “Tidak ada (pembelaan), sejauh ini belum ada,” ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/9) seperti dilansir kompas.com.

Di sisi lain HM Prasetyo me­nga­ta­kan, status jaksa Farizal yang kini tersangkut kasus distri­busi impor gula belum dinonak­tifkan. Proses penonaktifan se­dang berjalan. Ia menambahkan, proses tersebut masih ditangani Jaksa Agung Muda Pengawas (Jamwas). Keputusan akan di­ambil setelah mendapatkan re­komendasi Jamwas.

“Iya, masih diproses sama Jamwas, nanti tanya sama Jamwas ya. Kata Jamwas, Farizal mengaku terima uang Rp 60 juta,” kata Prasetyo.

Ia membantah tim advokasi yang diberikan Kejaksaan Agung kepada Farizal hanya sebatas prosedur saja dan tak ada upaya untuk mengarahkan proses hu­kum. Prasetyo mengatakan, Kejaksaan Agung menyerahkan seluruh pro­ses hukum kepada KPK.

“Kita sudah sama-sama tahu dia (Farizal) sudah berstatus tersangka. Ya yang hitam biarkan hitam, yang putih biarkan putih supaya semua jelas,” ujar Prasetyo. Dia mengatakan, Kejaksaan Agung akan melihat proses selan­jutnya dari KPK.

Pernyatan Prasetyo itu justru berbeda dengan Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) RI M Rum. Jumat (23/9) lalu, M Rum menyebut Farizal sudah dinon­aktifkan sebagai jaksa. Dia di­non­aktifkan karena menerima duit dari Xaveriandi Sutanto, pengusaha yang dicokok KPK karena mencoba menyuap Irman Gusman.  “Kan sudah dinonak­tifkan sebagai jaksa,” kata M Rum saat ditemui di ruang kerja­nya di Kejagung, Jaksel, Jumat (23/9/2016) seperti dilansir detikcom.

Perkara yang membelit Farizal dimulai ketika KPK tengah me­nyelidiki dugaan pemberian uang Xaveriandy pada JPU Kejati Fari­zal. Pemberian duit terkait kasus penjualan gula oleh CV Rimbun Padi Berjaya tanpa label SNI di Sumbar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Padang.

Dalam proses pengadilan, Xaveriandy, yang merupakan mantan Direktur CV Rimbun Padi Berjaya, diduga membayar Jaksa Farizal buat membantunya dalam persidangan. Farizal diduga me­nerima duit Rp365 juta dari Xaveriandy.

Terkait pemberian duit buat jaksa, KPK sudah menetapkan Farizal dan Xaveriandy sebagai tersangka. Farizal disangka me­langgar Irman disangka melang­gar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai­amana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberan­tasan Tindak Pidana Korupsi. (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]