Gas Melon Hak Rakyat Kecil


Rabu, 28 September 2016 - 02:18:28 WIB

Beberapa daerah di Sumatera Barat mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg sejak dua bulan belakangan seperti di Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman dan Kota Padang. Masyarakat kelas bawah yang menggunakan gas elpiji bersubsidi ini kesulitan mendapatkan bahan bakar itu.

Di sejumlah pengecer, agen dan pang­kalan stok gas melon ini nyaris kosong. Kalaupun ada, harga  naik sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 24 per tabung. Padahal harga normal sesuai harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg hanya Rp 17 ribu per tabung.

Terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg ini ten­tunya ada yang salah atau tidak beres.  Pi­hak Pertamina sudah mendistribusikan gas me­lon ini sesuai dengan kebutuhan ma­sya­rakat  hasil pendataan. Jika terjadi kelang­ka­an berarti ada penambahan jumlah penggu­na­nya.

Tak heran, itu terjadi karena gas elpiji 3 kg merupakan barang subsidi diperjual­belikan secara bebas. Padahal seperti amanat Peraturan Presiden No. 104 tahun 2007, 3 kg lahir dari kebijakan pemerintah perihal konversi minyak tanah ke gas. Sasarannya jelas, warga miskin. Dengan demikian masyarakat kelas menengah tak berhak menggunakan elpiji melon itu.

Tapi pada kenyataannya justru banyak warga mampu ikut ‘mencicipi’ gas 3 kg. Pemerintah kebablasan dan tampaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan penjualan gas elpiji 3 kg secara bebas. Tidak ada sanksi bagi masyarakat kelas menengah atas yang membeli gas subsidi itu. Akhirnya terjadilah kelangkaan gas 3 kg. Kelangkaan gas melon ini sudah sampai pa­da tahap meresahkan masyarakat. Bahkan ada yang melapor ke DPRD Sumbar dengan ha­rapan wakil rakyat ini bisa mencarikan jel­an keluar dari perma­salahan yang mereka hadapi. 

Memang, pihak terkait harus segera mengambil langkah untuk mengatasi kelang­kaan gas elpiji 3 kg ini. Masalah ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut.  Aturan siapa saja yang berhak meng­gunakan gas subsidi ini harus tegas sehingga orang yang tidak berhak menggunakannya bisa dikenakan sanksi.

Anggota Komisi II DPRD Sumbar, Armiati menyebut, stok gas elpiji 3 kg untuk setiap daerah sebenarnya telah cukup. Dari laporan yang masuk ke DPRD, penyaluran elpiji 3 kg sesuai dengan jumlah kepala keluarga (KK)  pengguna di setiap kabupaten/kota. Pemakai elpiji 3 kg ini berasal dari kalangan menengah ke bawah. Pemerintah daerah dan Pertamina mesti menelusuri penyebab pasti kelangkaan gas 3 kg ini dan mencarikan solusinya. Bisa saja dilakukan razia terhadap pengguna gas elpiji ini apakah sesuai dengan peruntukan­nya atau tidak.

Bukan tidak mungkin pula ada pihak yang me­lakukan penimbunan untuk menda­pat­kan keuntungan yang lebih besar. Meski ke­mung­kinan ini kecil, namun perlu juga di­telusuri. Kita yakin, kelangkaan gas elpiji 3 kg ini karena sejumlah warga yang sebelum­nya meng­gunakan gas subsidi beralih meng­gu­­nakan gas nonsubsidi dengan alasan lebih mu­rah.

Bagi masyarakat menengah atas yang sudah terlanjur ikut menggunakan gas subsidi ini diharapkan kembali menggunakan gas nonsubsidi. Gas 3 kg adalah hak orang kecil. Artinya, golongan menengah ke atas tak berhak menggunakannya.

Kasihan kita dengan rakyat kecil, sudah­lah mereka kesulitan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, direpotkan lagi dengan sulitnya mencari gas 3 kg. Mereka tak mungkin kembali menggunakan minyak tanah yang harganya cukup mahal diban­dingkan memakai gas. Sekali lagi jangan rampas hak orang kelas bawah. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 24 Januari 2018 - 09:41:47 WIB

    Mengasihi Lingkungan Lewat Asih

    Mengasihi Lingkungan Lewat Asih AINI berlari kecil menuju tiga deret tong sampah berlainan warna. Tangannya menggenggam erat sampah plastik sisa makanan, yang ia pungut di dekat gerbang sekolah. Sesampainya di deretan tong sampah, tanpa ragu ia memasukkan s.
  • Kamis, 10 November 2016 - 00:22:53 WIB

    Gagasan ‘Kampungan’ Komisioner KPK

    Ada adagium yang berkembang di masyara­kat, “Manusia tak akan pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya hari ini, termasuk harta benda. Dia akan terus mencari, mencari, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh .
  • Sabtu, 07 Mei 2016 - 06:39:38 WIB

    Penerimaan dan Pengasuhan Anak Autisma

    Penerimaan dan Pengasuhan Anak Autisma Autisma adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks. Dengan kehadiran anak autisma di tengah keluarga berbagai reaksi orangtua sebagai ungkapan dari apa yang mereka rasakan. Sering orangtua merasa bersalah pada saat an.
  • Kamis, 25 Februari 2016 - 03:21:23 WIB
    Karya SMKN 5 Padang

    Sekali Gas Air Pun Menyemprot

    Sekali Gas Air Pun Menyemprot Sejumlah siswa menge­ru­muni satu unit sepeda motor 4 tak warna hitam yang diparkir di tepi Banjir Kanal (banda bakali), Padang. Bukan kerena kontes modifikasi atau karena mirip Motor Gede (Moge) punya Valentino Rossi. Teta.
  • Jumat, 29 Januari 2016 - 04:00:11 WIB

    Tegas, Bukan Berarti Kasar

    Setiap kepala daerah, saat menjadi calon dipastikan punya agenda kerja yang disiapkan dalam bentuk visi dan misi. Ketika terpilih, hal itu akan di­implementasikan dalam bentuk program kerja yang disesuaikan dengan kebijakan .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]