Dosen STTIND Temukan Pengganti Minyak Tanah


Rabu, 28 September 2016 - 02:32:19 WIB

PADANG, HALUAN — Meningkatnya harga bahan bakar minyak dunia, sangat berdampak pada kenaikan harga jual bahan bakar mi­nyak, termasuk minyak tanah di Indonesia. Tak pelak, kon­disi ini membuat masyarakat resah karena harus me­nge­luarkan biaya ekstra untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk mengatasi hal ter­sebut, salah seorang do­sen Yayasan Muhammad Yamin Sekolah Teknologi Industri (STTIND) Padang, Hendri Sawir menciptakan sebuah teknologi baru yang mampu mengatasi keluhan masyarakat di tengah sulitnya perekonomian saat ini.

Salah satu cara yang di­laku­kannya adalah membuat Kompor Biomasa, dimana kompor ini menggunakan bahan bakar biomasa (organik) seperti; limbah kayu, sekam padi, arang tempurung/briket arang.

Ini merupakan bahan bakar alternatif yang dapat dijadikan sebagai pengganti minyak tanah yang paling murah, karena berasal dari limbah pertanian dan per­kebunan, serta dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan bahan bakar dari limbah organik tersebut akan mampu membantu para ibu-ibu dalam memasak dan me­manfaatkan limbah seba­gai energi dalam rangka peng­hematan penggunaan bahan bakar minyak ta­nah. Dengan demikian ketika sebagian limbah organik telah ter­man­faatkan, artinya problem ling­kungan dapat berkurang dan menjadi bersih.

Hendra Sawir sebagai orang yang mem­buat Kom­por biomasa mengatakan, kom­­por yang dibuat­nya ter­sebut berasal dari bahan ber­basis lokal dan meman­faatkan plat-plat bekas. Di­sam­ping itu sebagai ruang ba­kar (tungku) didesain sede­mikian dari cam­puran tanah liat sehingga dapat meng­hasilkan pem­bakaran yang sempurna (tidak berasap) yang menjadikanya ramah lingkungan.

Kompor tersebut juga dilengkapi dengan pintu uda­ra yang berfungsi sebagai pe­ngatur nyala api. Sisa pem­bakaran dalam bentuk abu akan terkumpul pada bagian dasar kompor yang telah diberi wadah penampung, sehingga dapat dikeluarkan ketika telah penuh.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan Kompor biomasa ter­se­but di­anta­ra­nya,  dari ba­han bekas lokal seperti ; seng plat drum bekas, besi streep, cat , tanah liat dan lain-lain, sehingga sangat mudah untuk ditiru.

Lebih lanjut dikatakan, kompor ini sangat baik di­gunakan untuk berbagai ke­perluan memasak terutama bagi para ibu-ibu rumah tangga, pedagang kecil dan menengah seperti; goreng pisang, kacang rebus, bakso, pangsit, skotang, rumah ma­kan/restoran dan pedagang makanan lainya.

“Jenis kompor ini se­der­hana, mudah dalam peng­gunaan serta ramah ling­kungan, aman,tidak meledak dan mudah diperoleh dengan harga yang relatif murah serta tahan lama,” ungkapnya.

Kompor ini sama halnya dengan kompor yang lain, seperti nyala api dapat di­per­kecil dan diperbesar sesuai dengan kebutuhan memasak, tidak berjelaga/ berasap, tidak meledak, cocok digunakan untuk ruang dapur yang ber­sih. Disamping itu sangat baik digunakan untuk me­masak rendang (makanan khas Mi­nang)/ membakar Ikan (ikan bakar), membakar daging sate dan lain-lain. Yang lebih istimewa lagi mem­berikan aroma yang khas pada ma­kanan yang dimasak.

“Bagi masyarakat yang ingin memiliki kompor ter­sebut bisa langsung datang ke kediaman kami di Kompleks Gading Permai, Lubuk Bua­ya, Padang,” katanya. (h/mg-ina)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 20 Oktober 2016 - 03:19:52 WIB
    LAKUKAN RISET

    Ganefri Siapkan Bonus Rp15 Juta Bagi Dosen

    Ganefri Siapkan Bonus Rp15 Juta Bagi Dosen PADANG, HALUAN —Uni­versitas Negeri Padang (UNP) menyiapkan bonus besar bagi dosen yang melakukan riset dan penelitian. Langkah ini ditawarkan UNP untuk kembali meningkatkan minat dosen menghasil riset dan penelitian yang .
  • Rabu, 12 Oktober 2016 - 01:20:34 WIB

    Makalah Dosen Harus Masuk Jurnal Internasional

    Makalah Dosen Harus Masuk Jurnal Internasional PADANG, HALUAN —Rek­tor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri me­ng­harapkan setiap hasil riset, makalah, dan hasil seminar internasional yang digelar di UNP harus dipublikasikan ke dalam jurnal internasional. Lan.
  • Kamis, 06 Oktober 2016 - 03:28:36 WIB
    USIA KE-29

    PNP Tingkatkan Mutu Dosen

    PNP Tingkatkan Mutu Dosen PADANG, HALUAN — Di usia 29 tahun, Politeknik Negeri Padang (PNP) ber­tekad menjadi pendidikan tinggi vokasi berdaya saing. Untuk mewujudkan lulusan yang bermutu, PNP meng­genjot mutu dosen dan tenaga kependidikan..
  • Kamis, 08 September 2016 - 02:35:08 WIB

    Makalah Dosen IAIN IB Lolos di AICIS 2016

    Makalah Dosen IAIN IB Lolos di AICIS 2016 PADANG, HALUAN —Kar­ya ilmiah dosen dan ma­ha­siswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang dinyatakan lolos dan layak dipresentasikan sebagai makalah terbaik di hadapan tim Annual International Con­fere.
  • Senin, 29 Agustus 2016 - 02:49:26 WIB

    Kekurangan Dosen Ahli, Unand Usulkan Dosen Khusus

    Kekurangan Dosen Ahli, Unand Usulkan Dosen Khusus PADANG, HALUAN — Mencukupi kebutuhan dosen dari berbagai bidang ilmu, Universitas Andalas mengajukan sejumlah pegawai negeri untuk mendapatkan Nomor Induk Khusus Dosen (NIDK). Saat ini pemerintah membuka kesempatan kepada p.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]