Bermain, Izin Agen Elpiji 3 Kg Dicabut


Rabu, 28 September 2016 - 02:37:08 WIB
Bermain, Izin Agen Elpiji 3 Kg Dicabut Ilustrasi.

PADANG, HALUAN — Per­tamina berencana turun ke lapangan untuk melakukan insvestigasi terkait langkanya gas 3 Kg di kalangan masya­rakat. Padahal, sejauh ini pa­sokan dari PT Pertamina tetap sesuai kuota. Tidak kurang.

Officer Comm dan Relation Pertamina Subagut Arya Yuza mengatakan, Pertamina akan mengumpulkan data untuk mengetahui penyebab kelang­kaan. “Distribusi dari PT Per­tamina tidak pernah diku­rangi. Sesuai dengan kebu­tuhan ma­syarakat. Tapi kok terjadi ke­langkaan? Itu yang akan di­telusuri,” ungkap Arya Yuza.

Jika nanti dalam penelu­su­ran diketahui ada agen yang ber­main, PT Pertamina akan memberikan sanksi tegas. Ma­syarakat juga diminta untuk melaporkan, jika ada pe­da­gang melakukan penye­le­we­ngan gas. “Jika ada agen yang terbukti melakukan pelang­garan, Pertamina akan mem­beri sanksi tegas. Baik sanksi admi­nistratif hingga men­cabut izin agen,” tuturnya.

Saat ini, ada 23 agen dan 675 pangkalan yang tercatat resmi di Sumatera Barat. Untuk Kota Padang tahun ini men­dapat kuota elpiji 3 kilogram sekitar 6.253.000. “Dengan kuota itu, mestinya tidak ada lagi yang namanya kelang­kaan,” ungkap Arya.

Kondisi yang ada, sejak dua bulan belakangan, sejum­lah warga malah mengeluhkan sulit­nya mencari gas 3 Kg. Meski telah mendatangi ba­nyak pe­nge­cer, isi ulang gas elpiji 3 Kg tetap sulit didapat. “Semua pe­dagang menyebut gas kosong,” ung­kap Donny (26), warga Siteba.

Senada dengannya, Sari (46) warga Kecamatan Kuranji juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut dia, beberapa minggu belakangan, ia dan warga sekitar tempat ting­galnya begitu sulit men­da­patkan elpiji 3 Kg. “Pe­ngecer yang menjual memang masih ada, tapi susah menda­patkan­nya,” kata Sari.

Seorang pengecer gas elpi­ji 3 Kg yang berjualan di Ba­nuaran, Kecamatan Lubuk­be­galung Ari mengatakan, kel­ang­kaan memang terjadi se­jak beberapa bulan bela­ka­ngan. “Kelangkaan sudah terjadi mulai dari tingkat agen,” kata Ari.

Setelah mendatangi bebe­rapa pengecer akhirnya ia berhasil memperoleh gas yang dicari. Hanya saja harganya sudah berbeda. “Biasanya saya beli Rp18 ribu, sekarang sudah Rp19 ribu,” tuturnya lagi.

Batasi Kalangan Pengguna

DPRD Sumbar meminta pihak terkait mengambil lang­kah cepat guna mengatasi. Salah satunya dengan me­larang kalangan menengah ke atas untuk ikut memakai gas elpiji 3 Kg. Meski tak me­ngatakan secara detail tentang angkanya, anggota Komisi II DPRD Sum­bar, Armiati me­nyebut, stok gas elpiji 3 Kg un­tuk setiap daerah se­be­nar­nya telah cukup.

Dari laporan yang masuk ke DPRD, jelasnya, penyaluran elpiji 3 kg sesuai dengan jumlah keluarga pengguna di setiap kabupaten/kota. Pema­kai elpiji 3 Kg ini berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Jika sekarang terjadi ke­lang­kaan, saya  melihat ini lebih disebabkan karena me­reka yang tidak berhak me­makai elpiji 3 kg juga ikut meng­gunakannya” kata Ar­miati, Selasa (27/9) di Padang.

Armiati menyebut, Pemda melalui instansi terkait harus mengambil tindakan tegas terkait hal ini. Bagi kalangan menengah ke atas yang mem­bandel tetap menggunakan, itu diminta diberi sanksi.

Sanksi bisa dalam bentuk menerapkan denda atau bisa dengan sanksi lain. Ter­gan­tung kebijakan pemerintah daerah masing-masing. “Peruntukkan elpiji 3 Kg ini dari awal sudah sangat jelas. Yaitunya untuk kalangan menengah ke bawah. Jika ada kalangan mampu yang tetap menggunakan, pe­me­rintah jangan ragu untuk menin­daknya,” tegas Armiati.

Selain mengimbau pihak terkait melakukan aksi nyata mengatasi kelangkaan, dari DPRD sendiri, sebutnya, ini akan dipertanyakan secara lebih detail. Hal ini akan disampaikan saat rapat kerja dengan pihak terkait.

Anggota Komisi II DPRD Sumbar Sabar AS menyebut, Pemda dan Pertamina mesti menelusuri penyebab kelang­kaan. Dengan demikian lang­kah untuk mengatasi perma­salahan juga bisa diambil. Bu­kan tak mungkin, kata Sabar kelangkaan juga terjadi karena adanya penimbunan oleh pihak tertentu. “Jika tak segera diatasi ini bisa me­nim­bulkan kere­sahan di tengah masyarakat,” tandas Sabar. (h/len/mg-rul)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]