Sumbar Dihadang Bencana, Sehari Tiga Kali Gempa


Rabu, 28 September 2016 - 02:54:44 WIB
Sumbar Dihadang Bencana, Sehari Tiga Kali Gempa Ilustrasi.

Waspada. Bencana kembali mengancam warga Sumbar. Tidak saja ancama musibah gempa yang masih menghantui warga, juga angin kencang, hujan deras dan puting beliung. Kita tak tahu kapan datangnya gempa. BMKG juga tak bisa memprediksi kapan terjadinya. Waspada, hanya ini antisipasi terbaik.  

PADANG, HALUAN –  Dalam sehari, Selasa (27/9), Provinsi Sumatera Barat diguncang tiga kali gempa di lokasi yang berbeda. Gempa pertama terjadi sekitar pukul 12.38 WIB dengan kekuatan 4 Skala Richter (SR). Gempa ini bersumber di 7 kilometer sebelah Timur Laut Kota Bukittinggi. Gempa darat itu terasa hingga Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam bagian Ti­mur, Kota Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Tanah Datar.

Selang 2 setengah jam kemu­dian, terjadi gempa kedua. Gempa berkekuatan 4.0 SR ini terjadi di 66 kilometer sebelah Barat Daya Kota Solok dengan kedalaman 32 kilo­meter, tepatnya sekitar pukul 15,12 WIB. Gempa ini terasa hingga kawasan Timur Kota Padang.

Hanya berselang 18 menit kemudian, giliran Kota Pariaman yang dihoyak gempa dengan ke­kuatan 3,1 SR. Gempa itu diketahui bersumber di 44 kilo­meter sebelah Barat Daya Paria­man dengan de­ngan kedalaman 37 kilometer.

Meskipun demikian, ketiga gempa itu tidak menimbulkan kerusakan dan tidak berdampak apa-apa terhadap aktivitas mas­yarakat di Sumbar. Padahal, menurut Badan Meteorology Klimatologi dan Geofisika (BM KG) Padang Panjang, gempa pertama yang melanda Kota Bu­kit­tinggi tersebut bersumber dari aktifitas patahan sesar Sumatera.

“Jika kita perhatikan letak sumber gempa bumi tersebut dengan kedalaman hiposenter yang dangkal ini mencirikan sebagai aktifitas sesar sumatera, khususnya segmen Sianok. Seg­men Sianok memanjang dari sisi timur danau Singkarak melewati sisi Barat Daya Gunung Marapi hingga Ngarai Sianok, panjang segmen ini sekitar 90 kilometer,” kata seorang petugas OnDuty BMKG Padang Panjang, Billy dalam rilisnya, seperti dilansir klikpositif Selasa siang.

Walau tak menimbulkan kor­ban jiwa dan kerusakan rumah warga, namun guncangan gempa dengan durasi sekitar lima detik menjelang Salat Zuhur itu mem­buat sejumlah warga dan pegawai di kantor Balaikota Bukittinggi terlihat panik dan berhamburan keluar ruangan untuk menye­lamatkan diri.

Dalam waktu singkat, terli­hat sejumlah pegawai yang berada di lantai 1 hingga lantai 3  ber­ham­buran keluar ruangan melalui tangga. Begitu juga dengan se­jumlah wartawan yang tengah berada di lantai 3 Kantor Balai­kota,  juga ikut berlarian ke lantai 1 untuk menyelamatkan diri.

“Meski guncangan gempa hanya berlangusung beberapa detik namun getarannya cukup kuat,” ujar sejumlah pegawai di Balaikota.

Hal yang sama juga diungkap­kan oleh beberapa wartawan yang tengah berada di lantai 3. Mereka mengaku kaget mendengar kaca cendela di Balaikota bergetar kuat. Tanpa pikir panjang sejum­lah wartawan yang ingin bertemu dengan Wakil Walikota Irwandi, langsung berlarian ke lantai satu. “Ado gampo, gamponyo kuaik mah,” teriak Edison Sikumbang, salah seorang wartawan harian sambil berlari ke lantai satu.

Sementara itu, warga yang merasakan guncangan gempa ini juga turut berlarian keluar rumah untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. “Waktu keja­dian, jendela kaca rumah bergetar cukup kuat dan lampu bergoyang. Mengetahui adanya gempa maka kami sekeluarga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar Wismaridha.

Dari pantauan Haluan di lapa­ngan, kepanikan juga terjadi di pusat perbelanjaan. Para pe­ngun­jung yang tengah asyik berbelanja juga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Meski getaran gempa dirasakan warga  cukup kuat, namun seba­gian besar warga Kota Bukittinggi tidak terpengaruh dengan keja­dian itu. Tak lama berselang, warga tampak kembali ber­akti­vitas seperti biasa.

 Terpisah Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bu­kittinggi Suyerman,  ketika  dihu­bungi mengatakan, hingga sore kemarin tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan rumah warga ataupun bangunan kantor peme­rintah yang rusak akibat kejadian gempa ini. “Alhamdulillah untuk Bukittinggi kondisinya aman pasca gempa,” ungkapnya.

Gempa di Solok terjadi sekitar 3 detik, dirasakan cukup kuat oleh oleh warga Kota Solok. Bahkan, ada isu yang langsung santer terdengar kalau gempa tersebut berasal dari aktivitas Gunung Talang.

“Tadi memang terasa kuat, kami yang berada di dalam rumah berusaha keluar. Tapi, ayunan gempa itu hanya sebentar saja, sekitar 3 detik lah,” ucap Siska (25), salah seorang warga Solok.

“Warga diimbau agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan. Karena gempa bumi ini setiap saat dapat terjadi,” ujar Rahmat Triyono, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Padang Panjang.  (h/tot/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]