Waspadai Bahaya Topan La Nina


Kamis, 29 September 2016 - 02:39:59 WIB

Cuaca di Kota Padang dan beberapa wilayah lainnya di Sumatera Barat dalam be­berapa hari ini tidak stabil. Hujan disertai angin kencang atay yang sering disebut badai ter­jadi sewaktu-waktu. Seperti kemarin, hu­jan disertai angin kencang terjadi pada te­ngah hari dan sore. Di Tanah Datar, angin ken­cang memporak-porandakan sejumlah ba­ngu­nan.

Dari informasi BMKG, kondisi ini meru­pa­kan fenomena topan La Nina dan diper­kirakan berlangsung hingga Januari 2017. Artinya, dalam tiga bulan ke depan, kondisi cuaca tetap ekstrem. La Nina terjadi karena suhu permukaan la­ut menjadi dingin dan suhu di daratan pa­nas. Perbedaan suhu yang jauh antara lautan dan daratan ini, menye­babkan tumbuhnya awan-awan yang me­ngan­dung hujan.

La Nina ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dan waktunya  sulit untuk diperkirakan. Masa terjadinya La Nina ini lebih lama yakni antara enam higga tujuh tahun sekali. La Nina ini tidak  bisa dilihat secara fisik. Dampak La Nina ini bisa menyebabkan banjir dan longsor.

Karena itu, Kepala Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pa­dang Rudy Rinaldy mengingatkan warga un­tuk mewaspadai topan La Nina ini. Jika cuaca tiba-tiba berubah, dari cerah menda­dak hu­jan atau angin kecang, maka jangan berada di sekitar pepohonan besar. Selain itu, juga agar menjauh dari papan reklame atau baliho. Sebab pepohonan dan papan rekla­me tersebut bisa saja rubuh sewaktu-waktu.

Mencermati kondisi cuaca ini, BPBD telah menyiapkan petugas untuk selalu siaga 24 jam. Guna meminimalisir kerugian akibat bencana hujan dan angin kencang ini, pihaknya juga berharap SKPD terkait untuk memangkas pohon-pohon tua di pinggir jalan utama Kota Padang. Begitu pula papan reklame atau baliho yang sudah tua, agar diidentifikasi apakah perlu diperkuat ata dibongkar saja.

Staf Penata Muda BMKG Sicincin Hikmat Kurniawan sebelumnya mengatakan, untuk wilayah Sumbar sendiri, curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir juga disebab­kan oleh pertukaran musim, dari musin kering ke musin basah. Kita memang harus terus mewaspadai cua­ca ekstrem ini. Walau­pun intensitas hujan ti­dak begitu tinggi di sebagian besar daerah Sum­bar, namun warga tetap harus waspada ter­hadap bahaya longsor di beberapa titik ra­wan.

Sejumlah warga di Kota Padang ada yang tinggal di daerah rawan longsor seperti di Bu­kit Gado Gado. Mereka harus memper­ha­­tikan gejala-gejala alam ini, agar bisa se­ge­ra menyelamatkan diri jika terjadi ben­cana.

Bagi warga yang tinggal di daerah sekitar sungai juga perlu meningkatkan kewas­padaan. Banjir bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Kita memang tidak perlu takut tapi dituntut selalu waspada.

Jika bepergian keluar kota saat hujan deras dan melewati bukit atau tebing ada reruntuhan tanah walaupun kecil sebaiknya kembali saja karena itu ada potensi longsor.

Antisipasi sebelum terjadi musibah memang sangat kita perlukan. Masyarakat diminta untuk memeriksa kondisi atap rumahnya apakah kuat ataukah ada paku­nya yang sudah longgar. Kalau ada yang kurang beres agar segera dibereskan.

Parkir kendaraan juga harus dijauhkan dari pohon, karena dikhawatirkan sewaktu terjadi angin kencang ada pohon yang tumbang. Ini jelas akan membawa kerugian.

Anak-anak juga jangan dibiarkan ber­main tanpa ada orang dewasa yang mendam­pingi. Waspada lah selalu. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 15 Oktober 2016 - 00:32:50 WIB

    Waspadai Banjir dan Longsor

    Cuaca ekstrem melanda Sumatera Barat. Wi­layah pantai barat Sumbar sejak dua pe­kan lalu sering diguyur hujan lebat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ketaping Padang Pariaman memperkira.
  • Sabtu, 25 Juni 2016 - 06:44:57 WIB

    Waspadai Uang Palsu

    Jauh hari, Bank Indonesia sudah mengi­ngatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu saat Ramadan dan Lebaran. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Puji Atmoko mengatakan potensi peredaran uang palsu sa.
  • Jumat, 10 Juni 2016 - 03:19:17 WIB

    Waspadai Zat Berbahaya di Pabukoan

    Sudah lazim setiap bulan Puasa atau Ramadan banyak bermunculan pe­dagang pabukoan dadakan. Ada kolak, rumput laut, cendol dan sebagainya. Pemerintah kabupaten dan kota juga menyediakan tempat khusus bagi pedagang pabukoan in.
  • Kamis, 09 Juni 2016 - 03:15:20 WIB

    Waspadai Aksi Penipuan

    Aksi penipuan bisa terjadi di mana-mana. Pe­laku ada yang berkedok pegawai PLN, ber­­kedok petugas sensus penduduk, berke­dok sebagai polisi, petugas KPK dan seba­gai­nya..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]