PT PMJ Tuduh Pemuda Curi Sawit, Pucuk Adat Minta Terdakwa Dibebaskan


Kamis, 29 September 2016 - 02:58:30 WIB
PT PMJ Tuduh Pemuda Curi Sawit, Pucuk Adat Minta Terdakwa Dibebaskan SUASANA Sidang mendengarkan kesaksian Syahrul Ramadhan Tanjung Sinaro Pucuak Adat Nagari Koto Baru, di Pengadilan Negeri Pasaman Barat. (IDENVI SUSANTO)

PASBAR, HALUAN — Per­masalahan sengketa lahan an­tara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan ma­sya­rakat terkait tanah ulayat, di Kabupaten Pasaman Barat masih saja menjadi per­ma­salahan secara terus menerus. Salah satu terjadi antara ma­sya­rakat Nagari Koto Baru, Ke­ca­matan Luhak Nan Duo dengan Primatama Mulya Jaya (PT PMJ).

Menurut versi perusahaan warga mencuri sawit di la­han­nya, tetapi menurut sejumlah ninik mamak dan Pucuk Adat Syahrul Ramadan Dt Sinaro justru sawit itu berada di lahan ulayat mereka.

Akibatnya sengketa lahan tersebut, puluhan sengketa perdata dan pidana terus ber­gulir. Salah satu perkara pidana yang terjadi pada Edi Setiawan dan Imansyah Sem­biring.

Dua masyarakat Na­gari Koto Baru tersebut, duduk dikursi “pe­sa­ki­tan” Pe­nga­dilan Negeri Simpang Empat Pasa­man Barat. Dia di­adu­kan PT PMJ dengan tuduhan pencurian tan­dan buah sawit di lahan PT PMJ.

Dua pemuda ter­se­but ter­s­ang­kut kasus dugaan tindak pidana pencurian buah kelapa sawit di area Peru­sahaan PMJ beberapa waktu lalu.

Namun dalam sidang yang di Pim­pin oleh hakim ketua Aswir dan anggota Zulfikar Berlia dan Ramlah Mutia ber­langsung sengit. Sejumlah saksi yang dihadir tampak saling berdebat dan mem­berikan keterangan.

Satu dari tiga saksi ter­sebut adalah Syahrul Rahma­dan Tan­jung selaku pucuak adat nagari Koto Baru. Da­lam ke­sek­sian­nya, Syahrul me­nga­takan bahwa kedua ter­dakwa tidak wajar dijadikan tersangka, pa­salnya lokasi lahan yang dipanen oleh terdakwa berada di area ke­lompok tani Kosapan, dari ke­lompok tani Harapan Na­g­a­ri Koto Baru Pa­saman Ba­rat.”Saya bingung, kenapa pihak peru­sahaan bisa me­ngaku bahwa lahan tersebut merupakan pe­ngeolaan PT PMJ, padahal di lahan ter­sebut me­rupakan area yang dikelola oleh kelompok tani ha­rapan,” ujarnya. Oleh ka­rena itu, dia meminta ma­jelis hakim membebaskan ter­dakwa dari segala tuntutan hukuman majelis hakim.

Sementara itu, menurut Jaksa Penuntut Umum Anton Sujarwo SH, terdakwa, Edi Setiawan dan Imansyah Sem­biring pada Selasa 30 De­sember 2014 sekitar pukul 11.00 WIB bertempat di areal perkebunan kelapa sawit plas­ma I Blok 1 A, Blok B KUD Dasra yang berin­tegrasi dengan PT PMJ Ke­jorongan IV Koto Ke­nag­arian Kinali Pasaman Barat mengambil buah sawit di areal plasma I sebanyak 200 tandan tanpa seizin dan sepengetahuan dari plasma I KUD Dasra.

Masih menurut jaksa, akibat perbuatan terdakwa tersebut KUD Dasra me­ngalami kerugian lebih ku­rang Rp8,5 juta. Ter­dakwa dituntut dengan pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP. (h/idn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]