PERKARA TANAH GUNUNG PANGILUN

Gugatan Dinilai Tak Berdasar Hukum


Kamis, 29 September 2016 - 02:59:32 WIB
Gugatan Dinilai Tak Berdasar Hukum

PADANG, HALUAN —  Ter­gugat I, II, III dan VI dalam perkara perdata tanah seluas 1.678 m2 di Jalan Gajah Mada RT 02 RW 02, menyampaikan jawaban atas gugatan yang disampaikan Rusman Haris selaku penggugat, yang me­ngaku sebagai mamak kepala jurai dalam kaumnya. Dalam jawaban tergugat, disebutkan beberapa unsur gugatan tidak memenuhi syarat sehingga tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Jawaban tersebut disam­paikan kuasa hukum dari ke­em­pat tergugat di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Padang yang dipimpin Leba Max Nandoko, Selasa (27/9). Mewakili tergugat I, II dan III, Devi bertindak sebagai kuasa hukum. Sedangkan Syofrina RozaCs bertindak sebagai kua­sa hukum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Padang selaku tergugat VI.

Dalam jawabannya, Devi menjelaskan bahwa gugatan yang disampaikan Rusman Haris tidak layak karena peng­gugat bukan kakak tertua dalam kaum, sehingga tidak layak disebut sebagai mamak kepala jurai. Selain itu, pengangkatan sebagai mamak kepala jurai tak pernah dilangsungkan secara adat.

Selain itu, tergugat I, II dan III juga menyebut gugatan kabur karena tidak memenuhi syarat formal sebuah gugatan, di mana penggugat tidak dapat menjelaskan secara konkrit tentang objek mana saja yang dikuasai oleh para tergugat.

Di sisi lain, tergugat VI, Pimpinan BPN Kota Padang, melalui kuasa hukumnya Syo­fri­na Roza menilai gugatan yang diajukan tidak sesuai dengan peristiwa hukum yang seharusnya menjadi dasar gu­gatan.

Dalam hal pengajuan ser­tifikat pengganti oleh pihak tergugat I, II dan III, BPN menilai dasar penerbitannya telah sesuai dengan aturan yang berlaku, di mana para pemohon menyetakan beberapa surat keterangan yang berkekuatan hukum. 

Selain itu BPN juga telah menerbitkan pengumuman melalui surat kabar pada 4 Februari 1999, untuk me­ngantisipasi adanya pihak yang mengajukan komplain atas rencana penggantian sertifikat pengganti di masa itu.

Atas jawaban tersebut, ke­empat tergugat menilai gugatan yang disampaikan Rusman Haris layak untuk dibatalkan demi hukum, karena tidak memenuhi unsur-unsur dasar hukum yang jelas. Sidang selan­jutnya digelar pada Selasa depan dengan agen­da tang­gapan dari penggugat. Sebe­lumnya di­sampaikan dalam oleh Rusman Haris me­lalui kuasa hukumnya Herman Amir Cs, bahwa secara ber­kaum/berjurai, penggugat me­miliki hak di atas objek per­ka­ra, tepatnya di lokasi ban­gunan Apikes Iris dan Ga­ma 2000 Gunung Pangilun saat ini. 

Jalan memilikinya karena penggugat adalah anak dari Almarhumah Nurlela yang me­rupakan kemenakan dari Almarhum Prof Thamrin Nurdin yang tercatat sebagai awal mula pemilik objek. (h/isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]