LAPORAN CUACA DIALIHKAN KE PUSAT

Server Gempa BMKG Terbakar


Kamis, 29 September 2016 - 03:17:27 WIB

PADANG, HALUAN  — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Padang Panjang, Rahmat Triyono, kepadaHaluan mengakui terbakarnya server dan satu unit Uninteruptible Power Supply (UPS) 30 KVA milik BMKG, sangat mengganggu aktivitas pelayanan informasi kepada publik.

Untuk mensiasati hal tersebut, lanjut Rahmat pihaknya langsung mengalihkan aktifitas ke BMKG Pusat yang berada di Jakarta untuk mengantisipasi terganggunya kinerja akibat kebakaran ini.

“Yang terbakar ini merupakan server dan UPS untuk laporan kejadian gempa bumi yang setiap hari kita informasikan kepada masyarakat di Sumbar. Meski begitu, laporan aktivitas cuaca tetap berjalan dengan baik sebagaimana mestinya,” ucap Rahmat.

Sebut Rahmat, saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran yang melanda instansi di bawah pimpinannya tersebut.

“Untuk kerugian kita taksir mencapai Rp600 hingga Rp700 juta. Saat ini, kami dan pihak PLN tengah berkoordinasi terkait listrik untuk mengantisipasi keja­dian yang serupa terulang kem­bali,” ucapnya.

Rahmat memastikan pelaya­nan terhadap aktivitas gempa akan kembali normal, paling lambat hingga satu minggu ke depan. “Kita tunggu hingga satu minggu ke depan. Saya harap minggu depan sudah berjalan normal seperti sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di ruang server milik BMKG Padang Panjang pada Rabu (28/9) sekitar pukul 18.40 WIB. Me­ngetahui ada ledakan, para pegawai yang tengah dinas kemudian me­madamkan api de­ngan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

“Karena tidak kunjung pa­dam, kami kemudian menghu­bungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang Panjang. Selang dua menit kemudian, dua unit mobil damkar datang. Percikan api juga sempat terjadi hingga enam kali di ruang server ter­sebut,” ungkapnya.

Akibatnya, sebanyak satu unit UPS 30KVA, satu unit server master seiscomp TEWS hangus dilahap si jago merah.

Rahmat menerangkan, sebe­lum terjadi kebakaran, di hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB terjadi korsleting dan ter­bakarnya Arester Grounding (penangkal petir, red).

“Saat peralatan operasional diperiksa, tidak ada tanda alat akan mengalami korsleting. Kemu­dian semua listrik yang ada di ruangan kami padamkan. Pihak PLN yang datang untuk me­ngecek kerusakan instalasi listrik menemukan beberapa kabel putus dari tiga fasa, R, S, dan T. Dari komponen R terungkap bahwa kabel terputus akibat mengalami kerusakan. Kabel sudah diganti dan sudah bisa digunakan kem­bali. Namun, pada malam harinya terjadilah ledakan seperti yang sama-sama kita ketahui,” papar Rahmat. (h/mg-adl)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]