Pencapaian KLA Ditargetkan 3 Tahun


Jumat, 30 September 2016 - 03:17:22 WIB
Pencapaian KLA Ditargetkan 3 Tahun Wakil Walikota Solok Reinier membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen Kota Solok menuju Kota Layak Anak (KLA). (ALFIAN)

SOLOK, HALUAN — Jauh sebelum dilakukan launching sebagai Kota Layak Anak (KLA) beberapa waktu lalu, Kota Solok sudah terlebih dahulu berbenah diri menuju Kota Layak Anak. Ini dibuktikan dengan adanya peranan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Kesehatan, Dinas Keluarga Berencana Penanaman Modal, Dinas Pendidikan dan Parawisata.

“Hanya saja konsep se­buah kota menuju Kota La­yak Anak (KLA) itu belum sepenuhnya terlaksana dan masih perlu pembenahan. Setidaknya pondasi untuk KLA sudah dimulai,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bap­peda) Kota Solok, Viveri Andra di Kota Solok Selasa (27/9).

Konsep menuju KLA itu memang harus melibatkan semua lini, bukan hanya SKPD dilingkungan pemda kota Solok semata, melain­kan juga bundo kanduang dan tokoh masyarakat serta TP-PKK yang selalu me­ngontrol kaum ibu membina keluarganya. Anak-anak ti­dak lagi dibiarkan bermain tanpa ada output-nya dan mela­kukan pengawasan bagi orang­tua.

Dibidang kesehatan, tam­bah Viveri Andra, pihak Dinkes sendiri sudah beru­paya menekan angka ke­matian bayi , memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak Balita di Posyandu yang ada. “Kegi­atan itu menjadi salah satu upaya melahirkan generasi muda berkualitas, cerdas dan beriman. Kemudian yang tidak kalah pentingnya me­nunda usia perkawinan, ka­win dibawah umur tidak dijumpai lagi di Kota Solok,” ungkap Viveri.

Dibidang Kependudukan dan Catatan Sipil, lanjutnya, juga tidak kalah pentingnya dengan melakukan pendataan terhadap anak-anak melalui program Kartu identitas Anak (KIA). Dengan prog­ram KIA tersebut bisa terde­teksi anak-anak di Kota Solok dan aktifitas yang dilakukan. Di Kota Solok tidak diingin­kan adanya anak-anak usia belajar namun malahan mela­kukan aktifitas membantu orangtua di rumah maupun mengamen. “Bahkan yang sedihnya lagi, banyak anak-anak dijumpai bekerja di lapangan sebagai penyemir sepatu, mencuci kendaraan bahkan sebagai buruh kasar,” tambahnya.

Oleh karenanya, untuk mengendalikan kegiatan anak-anak yang bukan peker­jaannya dibutuhkan kepe­dulian semua pihak mela­kukan pengawasan di lapa­ngan. “Anak-anak Kota So­lok haruslah diberi ruangan untuk belajar, memiliki areal tempat bermain sebagai wa­ha­na untuk pertumbuhan anak. Memberikan perlindu­ngan bagi anak-anak dari tindakan kekerasan dalam rumah tangga, termasuk per­lin­dungan dari tindakan keja­hatan seksual terhadap anak,” pungkasnya.

Senada dengan itu, se­belumnya Wakil Walikota (Wawako) Solok, Reinier mengatakan, Kota Solok memberikan perhatian serius dan berupaya terus menerus menciptakan iklim yang sa­ngat kondusif bagi tumbuh kembang anak. Artinya, Pem­ko Solok sangat konsen dan kritis atas perlindungan anak. Banyak yang dilakukan, mu­lai dari pembuatan regulasi yang berpihak hingga sarana prasara pendukung untuk tumbuh kembangnya anak sebagaimana mestinya.

“Dan keistimewaan kita di Minang dibanding daerah lain, anak itu menjadi tang­gung jawab sekaligus dari orangtua dan mamak atau pamannya. Sesuai pepatah petitih Minang bahwa anak dipangku kemanakan dibim­bing,” ujarnya.

Atas berbagai upaya ter­se­but, Wawako Solok, Rei­nier optimis Kota Solok Kota Layak Anak bisa dicapai dalam 3 tahun ke depan. (h/alf/hel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]