Otak Pembunuh Yuyun Divonis Mati


Jumat, 30 September 2016 - 03:28:38 WIB

REJANGLEBONG, HALUAN — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, di persidangan, Kamis, menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Zainal alias Bos (23) salah satu terdakwa pembunuh Yuyun (14) siswi SMP di daerah itu karena merupakan otak kejahatan itu.

“Terdakwa terbukti ber­salah dan yang mengajak serta menyuruh terdakwa lainnya dalam kasus ini,” kata Ketua majelis hakim PN Rejanglebong, Heny Farida.

Sementara itu empat ter­dakwa lainnya, yakni Tomi Wijaya (19) alias Tobi, M Suket (19), Mas Bobby (20), dan Faisal alias Pis (19), masing-masing dijatuhi hu­kuman 20 tahun penjara.

Vonis tersebut sama de­ng­an yang dituntut jaksa pada sidang sebelumnya.

Selain itu, kelimanya juga harus membayar biaya per­kara Rp2.000, serta denda Rp2 miliar atau hukuman pengganti tiga bulan penjara.

Sidang yang dilang­sung­kan dari pukul 13.10 WIB sampai pukul 14.30 WIB dan terbuka untuk umum itu dipimpin Heny Farida, di­bantu dua hakim anggota Hendri Sumardi dan Fah­rudin. Sementara Jaksa Pe­nun­tut Umum (JPU) adalah Arlya Noviana Adam dan Novan Harpanto.

Sidang yang terbuka un­tuk umum tersebut juga dika­wal puluhan petugas ke­ama­nan yang beberapa di antara­nya bersenjata api.

Kelimanya terdakwa itu terbukti telah melakukan pelanggaran pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, kemudian pasal 80 ayat 3 dan pasal 81 ayat 1 junto pasal 76d UU.No.35/2014, tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu ibu korban Yana (34) dan suaminya Yakin (36),usai persidangan tidak menerima putusan ma­jelis hakim terutama untuk empat terdakwa yang hanya dijatuhi hukuman 20 tahun.

“Buk hakim, saya tidak menerima hukuman 20 tahun untuk empat pelaku pem­bunuh anak saya itu, saya minta agar empat terdakwa ini juga dihukum mati,” ujarnya.

Ketegangan ini terjadi setelah majelis hakim me­nge­tuk palu, dan lima terdakwa digiring petugas keluar ge­dung PN Rejanglebong guna dibawa ke Lapas Klas II-A Curup.

Kedua orang tua korban berupaya untuk menghampiri para terdakwa sambil me­maki-maki kelimanya, se­be­lum dibawa petugas untuk diantar pulang ke rumahnya.

Di lain pihak tim pe­na­sehat hukum kelima terdakwa ini yaitu M Gunawan, Bahrul Fuadi dan Kristian Lesmana menyatakan akan pikir-pikir terhadap putusan majelis ha­kim tersebut dan berupaya agar hukumannya diringan­kan, mengingat kelimanya belum pernah dihukum. (h/ant)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM