Parkir Meter Mengalami Ujian


Jumat, 30 September 2016 - 03:43:46 WIB

Pemerintah Kota Padang mulai mene­rap­kan parkir meter sejak tanggal 1 Septem­ber 2016. Tahap awal, Padang mem­ber­la­kukan parkir meter pada tiga titik yakni ruas ja­lan Permindo, jalan Niaga, dan Pondok. Sayang, dari evaluasi, operasional parkir meter ini belum lagi maksimal.

Menurut Wikipedia, meteran parkir adalah yang digunakan untuk mengukur waktu lama parkir dan menerima pem­bayaran uang parkir.

Dengan adanya meteran parkir, penge­mudi boleh memarkirkan kendaraan di lokasi yang ditunjuk sebagai tempat parkir. Mete­ran parkir umumnya dipakai pemerintah kota atau otoritas parkir di bahu jalan yang menjadi lokasi parkir sementara.

Penerapan parkir meter ini dapat mene­kan angka kebocoran pendapatan daerah. Se­­bab, dengan parkir meter, segala transaksi ti­­dak lagi menggunakan perorangan. Pasal­nya, selama parkir dikelola secara konven­sio­­­nal, petugas parkirlah yang menerima uang. Padang menerapkan parkir meter bu­kan untuk gagah-gagahan. Parkir meter di­nilai akan membentuk warga agar disiplin da­lam parkir.

Sisi lain yang cukup menarik dalam penerapan parkir meter ini yakni warga tidak lagi harus menggunakan uang tunai. Pere­daran dan transaksi dengan uang secara tunai berkurang sehingga negara dapat terbantu. Lewat penggunaan parkir meter ini. Pemko Padang bisa memanjakan warga.

Kebijakan parkir meter merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kota Padang nomor 11 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

Selain untuk meminimalisir kebocoran dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) parkir meter juga upaya menuju Kota Padang sebagai smart city.

Dalam pelaksanaan parkir meter ini, Pemko Padang menggandeng PT Mas Arya Tunggal Abadi (MATA). Investor memasang 43 parkir meter untuk sepeda motor, serta 32 parkir meter untuk roda empat dengan nilai investasi Rp 3,6 miliar.

Menurut Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, PT MATA telah menyetor ke kas daerah sebanyak Rp350 juta. Dana sebanyak ini telah disepakati akan dibayarkan setiap tahunnya. Nantinya hasil keuntungan dari parkir meter ini juga akan dibagi 50-50 kepada Pemko Padang.

Dengan demikian, diharapkan penda­patan dari parkir meter ini akan meningkat. Akan tetapi, hampir sebulan jalan, pelak­sanaan parkir meter ini belum sesuai dengan harapan Pemko Padang.

Seperti dikemukakan Kepala Cabang PT MATA, Hardian, saat ini operasional parkir meter sedikit terhalang dengan masih banyaknya juru parkir liar di area parkir meter (Jalan Permindo, Niaga dan Pondok). Bahkan income setiap area tidak melebihi Rp20 ribu setiap harinya.

Pihak POT MATA tidak bisa terlalu me­maksakan juru parkir resmi darinya untuk bekerja di lapangan karena faktor keamanan. Pasalnya, beberapa juru parkir PT MATA sempat diancam oleh juru parkir lama.

Kondisi ini jelas saja membuat Walikota Mahyeldi meradang. Dia berjanji akan menindak pihak-pihak yang bermain dan memperlambat aktivitas parkir meter.

Kita tentunya mendukung tekad walikota un­tuk menyelamatkan program parkir meter ini. Pemerintah tak boleh kalah dengan ‘pre­manisme’. Masa iya, petugas tidak bisa me­ngamankan lokasi parkir meter. Ini tentunya menjadi tanda tanya besar dan bukan tidak mungkin ada oknum yang bermain. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]