Nilai Islam Belum Pengaruhi Perilaku Ekonomi Muslim


Jumat, 30 September 2016 - 03:54:16 WIB
Nilai Islam Belum Pengaruhi Perilaku Ekonomi Muslim Dosen IAIN Bukittinggi Asyari, M.Si (empat kiri) usai mempertahankan disertasinya pada sidang tertutup Program Doktor, Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Senin (26/9). Dalam disertasinya, Asyari menyebut jika nilai Islam belum mempengaruhi perilaku ekonomi Muslim di Minangkabau.

BUKITTINGGI, HALUAN — Loya­litas muslim Minangkabau terhadap ajaran agama Islam dan nilai-nilai adat Minang, ternyata belum mem­pengaruhi perilaku ekonomi sesuai ajaran Islam. Hal tersebut di­sam­pai­kan dosen IAIN Bukit­ting­gi,  As­ya­ri di Kampus IAIN Bukittinggi, Kamis (29/9).

Sebelumnya, temuan itu juga telah di­papar­kannya saat mempertahankan disertasinya berjudul “Religiusitas dan Cultural Belief dalam Perilaku Ekonomi Orang Minangkabau (Suatu Pendekatan Model Principal-Agent)”, pada ujian tertutup program doktor Universitas Andalas (Unand).

Dalam sidang tertutup yang digelar, Senin (26/9) Asyari, M.Si, dinyatakan lulus dengan promotor Prof. Dr. Syafruddin Karimi,M.A, Prof. Dr.Afrizal, M. A dan Indrawati, M.A. Ph.D. Hadir sebagai penguji Prof. Dr. Djamal Othman, M.A (Pakar ekonometrik dari Uni­ver­sity Kebangsaan Malaysia), Prof. Dr. Werry Darta Taiful, M.A, Prof. Dr. Firwan Tan, M.A, Prof. Dr. Elfindri, M.A, dan Dr. Harif, M.A.

Dalam penelitiannya, ditemukan bahwa aspek religiusitas dan cultural belief (keyakinan pada agama dan loyal dengan budaya Minang) tidak membumi dalam perilaku eko­no­mi Muslim Minangkabau, baik dalam arti pro­duk­si se­per­ti, prilaku mencari naf­kah, ber­karya nyata yang bernilai ekonomi maupun prilaku konsumsi.

Temuan ini menginformasikan bagaimana kualitas Muslim Minangkabau dalam me­ngimple­mentasikan ajaran agama dan adat Minang khususnya dalam prilaku ekonomi. “Melalui hasil penelitian ini kita mengetahui ternyata umat Islam di Sumatera Barat tidak optimal dalam menjalankannya perintah Allah tentang berprilaku di bidang ekonomi,” jelasnya.

Artinya, keimanan masyarakat Minang kepada Allah dan loyal dengan nilai-nilai adat Minang itu sendiri, tidak berdampak pada prilaku mereka dalam hal ihwal berekonomi. Oleh karenanya lanjut Asyari, umat Islam di Sumatera Barat perlu didorong agar berprilaku dalam bidang ekonomi patuh pada tuntunan ajaran Islam.

Maka aspek religiusitas (taat menjalankan ibadah) dan loyal kepada adat Minang semata kurang dapat diandalkan sebagai instrumen untuk mewujudkan perilaku  umat Islam di Minangkabau dalam bidang ekonomi agar sesuai dengan syariat Islam. “Dengan arti­nya, dibutuh­kan instrumen lain agar syariat Islam dapat diamalkan pemeluknya dalam hal prilaku ekonomi,” tegasnya.

Dengan keberhasilannya mempertahankan disertasinya, Asyari tercatat sebagai Doktor ke 4 bidang ekonomi yang dilahirkan Universitas Andalas dan menjadi doktor ke 24 yang dimiliki IAIN Bukittinggi. (h/rel/ril)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]