ATASI KISRUH TARATAK TANGAH LUMPO

Bupati Pessel Nonaktifkan Walinagari


Jumat, 30 September 2016 - 03:57:37 WIB

PAINAN,HALUAN — Bupati Pessel H Hendrajoni, akhirnya merespon usulan masyarakat untuk pemberhentian sementara Walinagari Taratak Tangah Lumpo,  kecamatan IV Jurai Pessel Alwandri Anas dari jabatannya. Dalam waktu dekat ini akan dilantik Pejabat Sementera (Pjs) Walnag.

Kabag pemerintahan nagari Pemda Pessel Nawiarsih mengakui, akibat seteru Wa­linagari dengan Bamus Nagari, membuat pembangunan nagari terhambat. Pasalnya, dana pembangunan nagari tidak bisa di­cairkan. Tidak saja masalah pembangunan fisik yang terhambat, tapi juga honor guru PAUD dan honor Guru mengaji juga tidak bisa dibayarkan termasuk kebutuhan lainnya.

“Agar pelayanan publik tidak terus terganggu, maka Pemda Pessel me­nonak­tifkan pejabat lama dan mengangkat Pejabat Semenatara dari staf UPTD kantor Camat IV Jurai, Erison. Surat Keputusannya( SK) sudah terbit, kini menunggu pelantikan pejabat tersebut dalam waktu dekat ini,” jelas Nawiarsih.

Dijelaskan pula untuk saat ini, Dana Pembangunan yang belum bisa dicairkan terpaksa di blokir sementara oleh DPKAD Pemda Pessel. Setelah ada pejabat Walinagari yang baru, dana tersebut bisa dicairkan, bila segala administrasinya tidak bermasalah. APB Nagari yang diajukan sudah dikirim ke Pemda Pessel saat ini sedang diproses dan dipelajari.

Sekrteris DPKAD Pessel Darmadi mem­benarkan sudah menerima APB Nagari Taratak Tangah Lumpo kecamatan IV Jurai. Namun ini belum dicairkan karena me­nunggu penyelesaian masalah di nagari tersebut. Dana pembangunan nagari belum bisa dicairkan sementara kisruh Bamus dengan wali nagari belum selesai.

Tidak Bergaji

Akibat ketidak singkronnya Walinagari dengan bamusnagari, kondisi ini membuat aparatur pemerintahan nagari sudah beberapa bulan tidak terima gaji. Meskipun aktifitas pelayanan publik berjalan normal, namun tidak maksimal sesuai dengan yang di­ha­rapkan oleh masyarakat dan pemerintah. “Apa bila kisruh Bamus dengan Walinagari tidak cepat diatasi akan dapat mengakibat terhambatnya berbagai pembangunan nagari yang dapat merugikan masyarakat, pe­merintah dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat mensinyalir  Walinagari Taratak Tangah Lumpo tidak transparan dalam pengunaan dana pem­bangunan nagari, kondisi ini memicu hi­langnya kepercayaan masyarakat. Akhirnya melalui Bamus meminta agar Walinagari diberhentikan dari jabatannya. Akhirnya ketua Bamus Herfizal menyampaikan ma­salah ini pada Bupati melalui surat per­mohonan pemberhentian sementara Wal­i­nagari kepada bupati Pessel H Hendrajoni de­ngan nomor 07/Bamus/TT/VII/2016

Camat IV Jurai Pessel Ali Nasril me­ngatakan, sebelum keluarnya SK Bupati tentang pem­berhentian Walinagari Taratak Tangah Lumpo Alwari Anas, kisruh Bamus dan Wali Nagari sudah dilakukan berbagai upaya penyelesaian dengan memangil kedua kubu yang berseteru. Usaha tersebut menemui jalan buntu karena bamus tidak pernah datang untuk musyawarah di Kantor Camat. (h/mjn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]