MERUSAK LINGKUNGAN HIDUP

Satpol PP Pasbar Sikat Tambang Ilegal


Jumat, 30 September 2016 - 04:00:05 WIB
Satpol PP Pasbar Sikat Tambang Ilegal Petugas Satpol PP sedang berhadapan dengan pekerja tambang Galian C tanpa izin di Pasbar. Untuk sementara tambang tersebut disegel dan tak boleh beroperasi. (OSNIWATI)

PASBAR, HALUAN — Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman Barat menindak tegas galian C yang beroperasi tanpa izin karena merusak lingkungan hidup dan keles­tarian alam. Petugas juga menghanguskan warung esek-esek dan mengamankan dua wanita malam.

Galian C tersebut me­lang­gar Perda Nomor 14 tahun 2006 tentang izin galian C, sedangkan warung tuak esek-esek melanggar Perda nomor 12 tahun 2014 tentang Miras. “Benar, razia ini merupakan salah satu langkah penegakan peraturan daerah sesuai arahan bupati,”kata Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Barat, Andrinaldi didampingi Sekretaris, Yuhasdi dan Kepala Bidang Ketertiban Umum Ketertiban Masyarakat, Niswan Adil di kantor Satpol PP Kamis (29/9).

Aksi tersebut dilakukan dilokasi yang berbeda pada Rabu pagi hingga malam (28/9). Ia mengatakan razia yang dilakukan seharian penuh itu menurunkan 15 orang anggota Pol PP satu orang PPNS dan melibatkan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Mus­pika) setempat.

Menurutnya, razia itu dila­kukan berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat karena kegiatan ilegal itu sudah meresahkan. Penutupan galian C dilakukan di Gunung Tua Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan.

Pihaknya menemukan satu unit alat berat eksavator dan 15 unit damtruk. Diduga pe­ru­sahaan pengelola CV.Yola dengan penanggungjawab Edi Matondang itu diduga tidak me­miliki izin. Sebab per­u­sa­haan itu menambang di daerah aliran sungai. “Dari hasil pe­nye­lidikan sementara mereka tidak memiliki izin, apalagi menambang di daerah aliran sungai,” tegasnya.

Diperkirakan kegiatan pe­nam­bangan itu sudah ber­langsung sejak dua minggu terakhir dengan hasil sekitar 6.000 kubik. “Terhadap alat berat itu kita melakukan pe­nye­gelan ditempat sampai ada kejelasan mengenai izinnya. Kegiatan penambang juga lang­sung dihentikan,” katanya.

Penanggungjawab pe­rusa­haan itu juga akan dipanggil pada Jumat (30/9) ke Kantor Pol PP untuk diperiksa sesuai aturan yang ada. Terhadap kasus itu pihaknya akan me­n­da­lami. Jika memang ada in­di­kasi pidana maka akan di­tin­daklanjuti kepihak yang ber­wajib nantinya.

 Kepala Bidang Ketertiban Umum Ketertiban Masyarakat, Niswan Adil didampingi PPNS, Ibnu Hajar menambahkan pi­haknya juga menutup tambang emas di sungai Batang Batahan Lubuk Buaya Aek Nabirong Parit Koto Balingka.

 Pada tambang emas itu mereka mengamankan tujuh mesin dompeng yang di­gu­nakan untuk menambang emas beserta perahunya. “Tujuh mesin dompeng itu adalah milik Salamat, Sahwabil, Agus, Marianus, Bujang, Ibnu Hiban dan Batara,” sebutnya.

Ia menegaskan terhadap pemilik mesin dompeng itu pihaknya akan memanggil pada Senin (3/10) untuk diminta pertanggungjawabannya,” te­gasnya.

Ia mengimbau kepada ma­syarakat agar dapat mem­berikan informasi terkait ber­bagai tambang yang sedang marak di Pasbar. “Jangan takut lapori kami,” pintanya.

Temukan Kondom dan Tuak

Sementara itu, ditempat yang berbeda Satpol PP juga mengamankan 1.000 liter mi­numan keras jenis tuak di Jorong Tanjung Ujung Gading Keca­matan Lembah Melintang, Rabu (28/9) malam. “Mi­nu­man keras itu kita amankan disebuah sarung milik Hendri. Kita juga mengamankan alat karaoke miliknya,”kata An­drinaldi.

Ia mengatakan warung itu sebelumnya sudah pernah di­tutup namun hingga saat ini juga tidak jera. Menurutnya warung itu sangat meresahkan warga, apalagi berada di te­ngah-tengah pemukiman ma­syarakat. Berkat laporan ma­sya­rakat dan dukungan un­sur Musyawarah Pimpinan Keca­matan setempat maka pihaknya melakukan razia.

Saat dilakukan peng­ge­rebekan, juga ditemukan sekitar 30 unit sepeda motor yang parkir di warung itu dan saat petugas datang pemilik ken­daraan itu melarikan diri. ”Terhadap barang bukti mi­numan keras tuak langsung dimusnahkan ditempat se­dang­kan alat karaokenya di­aman­kan,”ujarnya.

Selain itu, dua wanita ma­lam diduga penjaja seks d­i­amankan di Jorong Ujung Tanjung Ranah Salido Nagari Ujung Gading. Kedua wanita malam itu saat ini masih di­amankan di Mako Pol PP Pas­bar. Saat diamankan dua wanita malam itu sedang be­rada di ruang tamu sebuah warung milik warga dan wanita itu tanpa identitas.

Jika dilihat dari dari luar tidak terlihat seperti tempat prostitusi. Selain itu, juga ditemukan barang butki kon­dom, celana dalam dan hand­body. Dua wanita tersebut bernama Ikkecahya Nengsih (21) asal Kota Sidempuan dan Yetriani (31) asal Koto Ba­lingka. “Sebelum ada identitas atau penjamin dari pihak ke­luarga kedua wanita itu tidak akan kita lepaskan. Jika terbukti sebagai PSK akan kita kirim ke Andam Dewi,” pungkasnya. (h/ows/idn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]