40.700 Warga Padang Masih Miskin


Jumat, 30 September 2016 - 04:00:37 WIB

PADANG, HALUAN — Per­tengahan tahun 2016, Badan Pusat Statistik Kota Padang merilis sebanyak 40.700 berada di garis kemiskinan. Pemerintah Kota Padang harus memutar otak untuk mengeluar penduduk ini agar meningkatkan taraf hidupnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Rizal men­jelaskan di Kota Padang saat ini masih terdapat 40.700 masyarakat yang berada di bawah garis ke­miskinan.

Penilaian orang itu miskin atau tidak adalah berdasarkan ketidak­mampuannya dalam memenuhi hak-hak dasar un­tuk mem­perta­hankan kebu­tuhan hidup seperti pangan, kesehatan pendidikan, pe­kerjaan dan tempat tinggal.

“Namun jumlah tersebut bisa dikategorikan rendah,” kata Rizal

Dijelaskannya, dari tahun 2012 hingga 2014 ada penu­runan kemis­ki­nan sebesar 0.46 persen. Aspek yang men­dongkraknya adalah per­kembangan ekonomi Kota Pa­dang sendiri. “Namun, hanya saja saat ini angka pengangguran yang masih tinggi di kota padang,” kata Rizal.

Sementara itu Walikota Pa­dang, Mahyeldi Ansharullah me­ngatakan saat ini Pemko Padang sedang aktif mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Dalam realisasinya, peme­rintah akan memberikan penda­naan pembiayaan usaha kepada masyarakat ekonomi lemah yang tidak tersentuk oleh perbankan.

“Ini program sedang kami galakkan dan didukung oleh pem­prov sumbar dan pemerintah pusat,” kata Mahyeldi kepada Haluan, Kamis (29/8).

Untuk menunjang program ini, Pemko Padang telah mengins­truksikan seluruh KJKS di 104 kelurahan untuk memantau tingkat kesejahteraan masyarakat kelu­rahan masing-masing. Setiap triwu­lan akan ada laporan evaluasi perihal perkembangan ekonomi selkitar.

“Kami berdayakan KJKS un­tuk program ini. mereka yang nantinya turun ke lapangan untuk mengevaluasi dan memantau pe­ning­katan taraf hidup masyarakat di masing-masing kelurahan. Setiap tiga bulan KJKS selalu menyampaikan laporan,” kata Walikota.

Mahyeldi juga mengatakan selain LKM ini, berbagai program telah dilaksanakan Pemko Padang melalui SKPD terkait. Diantaranya seperti penyediaan asuransi, ban­tuan beras bersubsidi, beasiswa bagi murid SD,SMP dan SMA sederajat, bantuan bibit tanaman dan ikan, rehabilitasi rumah tak layak huni serta perbaikan ling­kungan permukiman.

Lebih lanjut, ia pun menye­butkan keberadaan Lembaga Ke­ua­ngan Mikro Agribisnis (LKMA) di Padang. Menurutnya, lembaga keuangan tersebut sangat penting karena dapat membantu memfasilitasi kebutuhan modal usaha produktif sektor pertanian bagi para petani.

“Sehingga produksi usaha tani dan ternak dapat meningkat dan juga mempersempit ruang gerak rentenir atau ijon di kelompok tani (poktan). Semoga melalui sosia­lisasi ini akan lebih meningkatkan koordinasi antara koordinator, pengurus, pendamping serta peng­e­lola dalam rangka penguatan seluruh LKM di Padang,” harap­nya.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang, Edi Dharma mengatakan masih adanya ma­syarakat yang meminjam pada rentenir, perlunya pembinaan terhadap masyarakat miskin secara berkala dari instansi terkait dalam peningkatan produksi maupun dukungan anggaran, serta operasional LKM yang diharapkan mengacu kepada ketentuan yang berlaku dan bisa berbadan hukum.(h/mg-ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 25 Mei 2016 - 05:24:46 WIB

    40.700 Warga Padang Miskin

    40.700 Warga Padang Miskin PADANG, HALUAN — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Rizal menjelaskan di Kota Padang saat ini masih terdapat 40.700 masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]