WAKIL PRESIDEN JENGUK IRMAN DI LAPAS GUNTUR

Fahri: Penangkapan Irman Tak Sesuai Etika


Jumat, 30 September 2016 - 04:24:39 WIB
Fahri: Penangkapan Irman  Tak Sesuai Etika Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Irman Gusman oleh Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK)  tidak sesuai etika. Karena menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, penangkapan terhadap seorang pejabat negara ada prosedurnya.

“Penjemputan Irman Gusman saya anggap penculikan. Itu keluar dari standar etika,” ujar Fahri dalam rapat dengan pendapat dengan Tim Pengkajian DPD atau Tim 10, Kamis (29/9).

KPK kata Fahri,  mengejar orang tidak berdaya karena  DPD tidak berdaya karena tidak punya kewenangan. “Maka sangat tidak layak kalau DPD dianggap korupsi atau pidana yang terkait jabatan. Apa kekuatan DPD?  Kan tidak ada,” kata Fahri.

Fahri menilai saat ini DPD cenderung posisinya hanya sim­bolik saja, tidak memiliki kewe­nangan lebih, misalnya dalam fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. “Saya cenderung DPD diberikan kewenangan lebih seperti DPR. Dengan demikian,  warga di daerah memiliki san­daran lain selain utusan dari parpol,” ujarnya.

Karena itu, Fahri mendukung investigasi yang dilakukan oleh DPD lewat Tim 10. “DPD me­miliki hak istimewa untuk me­manggil, bertanya dan menyusun satu konstruksi investigasi yang lebih masif dan menyeluruh,” ujar Fahri.

“DPD harus ‘mencium’ kasus ini sebagai persoalan. Saya usul­kan agar Tim 10 bekerja lebih serius dan mengundang para pakar,” ulas Fahri Hamzah.

Pihak lain yang diundang Tim 10 adalah Kapuspenkum Keja­gung M Rum, namun perte­muan­nya dilakukan secara tertutup. Menjawab pertanyaan wartawan,  usai rapat mengatakan bahwa kasus yang diselidiki Kejati Sumbar soal gula SNI tak ada kaitannya dengan OTT Irman Gusman. “Itu berbeda. Tidak ada kaitannya,” kata Rum singkat.

Sementara itu, Juru Bicara Tim 10 Muhammad Iqbal Pare­wangi menjelaskan, Tim 10 yang dibentuk untuk menguak kasus mantan Ketua DPD Irman Gus­man dengan menghasilkan dua kesimpulan.

Pertama, tim akan mendalami lebih lanjut kasus ini dengan berbagai pihak. Kedua, Tim bersepakat akan melanjutkan pengkajian. “Kesimpulan ini ada­lah bersama menyepakati untuk masih perlu dilanjutkan, karena ini bukan hanya persoalan kasus. Ini menyangkut bagaimana supremasi hukum dan bukan supremasi penegak hukum, “ ujar Iqbal.

Iqbal menegaskan, kajian yang dilakukan Tim 10 tidak dalam kerangka mengintervensi kasus Irman Gusman. Dalam men­jalan­kan tugasnya, Timnya memegang teguh empat prinsip, yaitu objek­tivitas, independensi, kom­prehensif, dan zero tolerance.

Dalam melakukan kajian ka­sus ini, Tim tidak mengabaikan azas praduga tak bersalah. Apalagi proses hukumnya sedang berja­lan. “Saya ingin menyampaikan, kami sekali lagi tidak akan meng­intervensi ranah hukum, karena kami mengkaji secara objektif. Adapun ranah hukumnya itu adalah urusan penegak hukum, KPK dan para kuasa hukum,” ujar Iqbal.

Pada saat bersamaan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjenguk Irman Gusman di Lapas Guntur. JK menjenguk Irman Gusman dalam kapasitas sebagai sahabat.

“Sahabat tidak hadir saat senang saja tetapi saat susah juga,” ujar juru bicara JK, Husain Abdullah saat dikonfirmasi, Kamis (29/9) seperti dilansir detik.com.

Husain mengatakan JK menemui Irman Gusman dalam kapasitas sebagai seorang kawan. Dikatakan Husain, JK dan Irman sudah bersahabat sejak lama. “Mereka kenal sudah sejak lama. Wajar seorang kawan menjenguk kawan yang sedang dalam kesusahan,” terangnya. (h/sam/ald)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM