Bongkar Bisnis Narkoba di LP


Sabtu, 01 Oktober 2016 - 03:25:28 WIB

Bisnis narkotika dan obat-obatan berba­ha­ya (narkoba) yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyaratan (LP) seperti menjadi hal yang biasa. Sudah banyak terungkap oknum sipir maupun narapidana yang terlibat bisnis dan pemakai narkoba ini.

Adanya oknum sipir yang terlibat bisnis narkoba ini membuat pemberantasan nar­koba di LP menjadi sulit dilakukan. Antara napi dan oknum petugas saling melindungi. Kondisi ini tentunya sangat meresahkan masyarakat.

LP harus dibersihkan dari petugas ‘nakal’ yang merusak citra lembaga seperti yang di Bukittinggi. Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh menem­bak seorang sipir LP Biaro yang memberikan perlawanan saat digerebek.

Sang sipir IF digerebek bersama tiga orang temannya masing-masing HDS (26) dan MRL (21) serta seorang perempuan asal Aceh yang berdomisili di Kota Bukittinggi. Mareka didapati sedang pesta sabu-sabu.

BNN memang sudah lama mendengar sepak terjang oknum sipir LP Biaro menja­lankan bisnis narkoba. Dia diduga bekerja sama dengan sejumlah pemain narkoba yang sudah ditahan.

IF mengaku mendapatkan barang haram itu dari sebuah bandar di Me­dan. Dia baru saja membeli barang ter­sebut pada Rabu (28/9) sebanyak 10 gram. Namun saat di­amankan, barang tersebut diakuinya sudah ada yang dijual.

Kita pantas curiga, oknum IF tak sen­dirian. Bisa jadi ada kawannya yang lain sesama petugas yang terlibat. Namun tentunya perlu bukti untuk menjeratnya.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly sendiri sudah mencium adanya sejumlah oknum sipir terlibat narkoba. Dia berjanji tidak akan mengam­puni tindakan sipir di LP yang tersangkut bisnis narkotika. Sebab, sesuai arahan Presiden, Indonesia sudah darurat narkoba dan tak ada toleransi bagi siapa pun.

Yasonna berujar, sipir yang kedapatan terlibat dalam kartel narkoba akan lang­sung di­serahkan kepada pihak kepolisian dan Ba­dan Narkotika Nasional. Ia ber­harap agar ke­polisian mampu konsisten menangani ka­sus narkoba yang meli­batkan para petugas lapas.

Ia menambahkan, pemerintah telah mengeluarkan anggaran cukup besar untuk menyatakan keseriusannya berperang melawan narkotika. Berbagai langkah dan kebijakan penanganan sudah disiapkan, dan sebagian sedang dilakukan.

Yasonna juga mengingatkan agar petu­gas mampu bekerja ekstra mengawasi su­paya arus barang haram itu tidak masuk ke dalam penjara. Jika semua prosedur di­lakukan, peredaran narkoba di dalam lapas ataupun rutan bisa ditekan, termasuk ba­rang selun­dupan lainnya.

Pihak BNN dan Kepolisian diharapkan dapat membongkar binis narkoba di LP. Apalagi bisnis barang haram ini melibatkan oknum sipir. Bagaimanakah jadinya negara ini jika orang yang seharusnya mengawasi ikut turut bermain.

Petugas nakal ini sangat merugikan negara. Dia menerima gaji dari negara untuk mengawasi tapi dia pula yang berbuat. Untuk itu, ganjaran hukuman bagi sipir yang menjadi pelaku narkoba tentu akan lebih berat. ***


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 14 Januari 2016 - 04:10:08 WIB

    Bongkar Pasang Kabinet Kerja

    Bongkar Pasang Kabinet Kerja Partai-partai pen­­­­dukung Jo­ko­wi-JK, yang biasa di­sebut Koalisi In­­­­donesia Hebat dewasa ini mu­lai kebakaran jenggot de­ngan ulah PAN. Partai yang du­lu berada di barisan Koa­li­si Merah Putih seka­ra.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]