Atasi Kesulitan dengan Kebersamaan


Senin, 03 Oktober 2016 - 03:28:35 WIB

Perekonomian Indonesia saat ini me­ngalami kesulitan. Kondisi tersebut dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat. Hampir semua sektor terganggu. Banyak perusahaan yang mulai mela­kukan rasionalisasi dan efisiensi demi menegakkan roda perekonomiannya. Pemu­tusan Hubungan Kerja (PHK) pun terjadi.

Data Kementerian Ketenagakerjaan, pada semester I-2016 terjadi PHK sebanyak 6.272 pe­kerja yang berasal dari 994 kasus. Per Juni 2016 saja, 2.251 pekerja dari 270 kasus ter­pak­sa dirumahkan. Banyaknya PHK jelas mem­pengaruhi ekonomi masyarakat. Mare­ka tidak lagi mendapatkan penghasilan hing­ga me­ngalami kesulitan dalam bidang eko­no­­mi.

Akan tetapi, kita tetap bersyukur, di Sum­bar tidak kita dengar PHK karena alasan ra­sionalisasi. Perusahaan paling hanya me­lakukan efisiensi untuk mengurangi pe­nge­luaran. Kebijakan ini memang harus dila­ku­kan untuk menjaga perusahaan tetap jalan.

Rendahnya penyerapan anggaran peme­rintah juga berdampak terhadap pertum­buhan ekonomi. Ditambah lagi adanya pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah pusat dengan total Rp19,4 triliun dipastikan bakal mengganggu ang­garan belanja sebanyak 169 pemerintah da­erah. Pasalnya pembekuan pencairan DAU tersebut berlaku untuk jatah empat bu­lan mulai September sampai Desember 2016.

Sumbar sendiri terkena pemotongan anggaran  sebesar Rp228,48 miliar. Sejumlah proyek yang sebelumnya sudah dianggarkan terpaksa dibatalkan. Dampaknya pekerjaan dan yang berputar berkurang.  

Dalam kondisi ekonomi yang sulit sekarang ini, tak doleh ada alasan kita berkerja bermalas-masalan atau hanya se­kedar datang ke kantor, isi absen dan nge­rumpi lalu pulang. Tindakan seperti ini su­dah barang tentu mendekatkan peru­sa­haan tempat kita bekerja ke jurang ke­hancuran.

Kesulitan mesti kita jadikan sebagai cambuk untuk berbuat lebih baik. Kita harus berjuang lebih keras lagi. Jadikan kesulitan sebagai momen untuk evaluasi terhadap perusahaan maupun evaluasi diri sendiri.

Kesulitan harus membuat kita kreatif dan inovatif serta bekerja pantang menyerah. Bekerjalah yang terbaik dan sepenuh hati. Jangan bekerja biasa-biasa saja apalagi seenaknya.

Bekerja yang terbaik dan sepenuh hati s­angat berpengaruh pada peningkatan per­formance kerja. Begitu juga bekerja biasa sa­ja bahkan semaunya sangat berpengaruh ter­hadap penurunan performance kinerja kita.

Dalam situasi ekonomi yang sulit ini saat yang tepat kita membangun kebersamaan, keterpaduan dan membuat langkah-langkah strategis untuk kemajuan.

Loyalitas terhadap perusahaan mesti kita ting­katkan. Loyal bukan berarti menjilat ke­pada atasan atau asal bapak senang. Loyalitas ditunjukkan dengan peningkatan kinerja.

Kita tahu, karyawan adalah aset sebuah perusahaan. Maju mundurnya sebuah perusahaan sangat tergantung kepada manusia yang ada di dalamnya. Tak zaman­nya lagi kita bekerja ‘palapeh tanyo’ apalagi menghadapi situasi ekonomi yang kurang menguntungkan sekarang ini.

Dalam kondisi ekonomi yang berat ini, kita harus menjauhkan diri hidup konsumtif dan saatnya untuk hidup sederhana. Arti hidup sederhana bukan pelit tapi membeli barang sesuai kebutuhan. Gaya hidup sederhana ini adalah salah satu pilihan untuk menguasai dan mengendalikan keadaan ekonomi yang sulit. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 01 November 2016 - 01:15:22 WIB

    Mengatasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

    Pemerintah cukup kewalahan mengatur penyaluran Liquified Petro­le­um Gas (Elpiji) gas 3 kilogram (kg). Harganya yang cukup murah, membuat peminatnya cukup banyak. Akibatnya, elpiji yang seharusnya hanya untuk kalangan rakya.
  • Jumat, 05 Agustus 2016 - 04:08:26 WIB

    Solusi Mengatasi Kecelakaan KA

    Kasus kecelakaan kereta api di Sumbar, khususnya di jalur Padang- Padang Pariaman seperti hal yang biasa. Sejak Januari hingga Juli 2016 saja, sudah terjadi 17 kasus kecelakaan kereta api. Akibatnya, dua orang meninggal dunia.
  • Kamis, 23 Juni 2016 - 04:26:29 WIB

    Jembatan Layang Atasi Kemacetan

    Pertumbuhan kendaraan di Su­matera Barat sangat tidak sebanding dengan penam­ba­han ruas jalan. Akibatnya sudah jelas, kemacetan menjadi hal yang sudah biasa..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]