Belasan Hektare Sawah Kekeringan Akibat Kerusakan Irigasi


Senin, 03 Oktober 2016 - 03:36:33 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN —  Lahan sawah yang kekeringan di Kabupaten Limapuluh Kota bertambah luas yang tersebar di sejumlah nagari dan beberapa kecamatan.

Di Nagari Talang Maur, Kecamatan Mungka mi­sal­nya, belasan hektare sawah yang kekeringan, sebagian kering akibat saluran irigasi yang sedang diperbaiki.

Pemuka masyarakat Ta­lang Maur, Armen ketika dihubungi kemarin menga­kui, terjadinya kekeringan sawah di Nagari Talang Maur. Walau begitu sebagian sawah yang kekeringan itu terkait dengan perbaikan saluran irigasi, sebagian lagi sawah yang kering sudah panen cuma saja terlambat turun kesawah

Menurut Armen, karena hujan sudah lama tidak turun, tentu dibeberapa lokasi lahan sawah yang tidak memiliki irigasi teknis hampir dapat dipastikan akan kekeringan. Namun sawah yang kering itu ada yang padinya sedang tumbuh, maka petaninya terancam gagal panen.

“Selain itu, diinforma­sikan kekeringan juga terjadi pada lahan sawah yang terda­pat di Nagari Lubuak Ba­tingkok, Nagari Gurun, Ta­ran­tang, Taram, Kecamatan Harau, kemungkinan luasnya ratusan hektare,” ujar Armen, anggota DPRD Limapuluh Kota dapil Kecamatan Harau, Guguk dan Mungka itu.

Keterangan masyarakat Tarantang, Marhenis, di Ta­ran­tang dan Lubuak Limpato saja diperkirakan puluhan hektare sawah yang kekeri­ngan, kekeringan lahan sawah itu lebih banyak disebabkan kerusakan kapalo banda di perbatasan Solok Biobio yang mengalirkan air untuk Tarantang dan sekitarnya.

Di Andaleh Kecamatan Luak yang berbatasan dengan nagari Taram juga cukup luas sawah yang kering, Padi yang masih terlihat tumbuh sudah menguning, karena per­mu­kaan sawah sudah pada retak retak. Sebagian lagi berada di nagari pada Kecamatan La­reh Sago Halaban,” ungkap pemuka masyarakat Andaleh Abdul Aziz Dt.Karongkong Kayo secara terpisah.

Pantauan Haluan ke lo­kasi sawah kekeringan, Minggu kemarin, di Lubuak Batingkok salah satu nagari penghasil beras juga kelihatan sawah yang kering. Begitu juga di sebagian nagari Gurun dan Koto Tuo, walau Koto Tuo berada di pinggiran Batang Sinamar namun tak mampu mengairi sawah war­ga akibat kekurangan kincir air atau pompa air menaikan air batang Sinamar ke sawah penduduk.

Hal yang sama juga di Tarantang di sepanjang pinggiran jalan masuk ke objek wisata lembah harau kelihatan jelas sawah yang sudah kekeringan. Diprediksi sawah petani di Tarantang akan gagal penen, karena belum juga dapat pasokan air, sehingga petani akan merugi. Sedangkan untuk musim kesawah berikutnya juga terkendala akibat ketiadaan air. (h/zkf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]