Tahun Keempat Belkaga, Targetkan Semua Sasaran Minum Obat Filariasis


Selasa, 04 Oktober 2016 - 00:57:49 WIB
Tahun Keempat Belkaga, Targetkan Semua Sasaran Minum Obat Filariasis Warga antusias mendatangi puskesmas, posyandu dan posko belkaga, untuk mendapatkan obat anti penyakit filariasis. (RIKI YUHERMAN)

SAWAHLUNTO, HALUAN — Pemerintah Kota Sawahlunto bertekad  menuntaskan target sasaran, untuk mencegah dan memerangi penyakit Filariasis atau kaki gajah yang dapat menyebabkan kecacatan seumur hidup.

Pemberian obat anti Filariasis itu resmi di­canangkan Walikota Ali Yusuf pada bulan eliminasi kaki gajah (Belkaga) mulai 1 hingga 31 Oktober 2016.

“Pencanangan belkaga tahun keempat dilakukan serentak sepanjang Oktober 2016.Tahun ini, kita menargetkan tidak sekedar 100 persen penyebaran obat, tetapi juga seluruh target sasaran harus meminum obat anti penyakit kaki gajah tersebut,” kata dr Al Ansari Kabid Pengedalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sawahlunto kepada Haluan, Senin (3/10).

Al Ansari mengatakan, berkaca dari pelaksanaan belkaga tahun sebelumnya masih ditemukan beberapa kalangan warga yang masih belum memahami kebijakan pemberian obat ini, padahal kebijakan  tersebut berdasarkan hasil riset pengkajian secara medis oleh badan kesehatan dunia atau WHO.

Dari evaluasi pelaksanaan hingga tahun ketiga terjadi peningkatan konsumsi target yang cukup baik. Jika di tahun 2013 hanya mencapai 69 persen dari jumlah penduduk , 2014 naik 82,3 persen, 2015 93 persen dan di tahun ini diharapkan bisa menyentuh seluruh target yang dimaksud.

“Kendati kasus kaki gajah sangatlah kecil ditemukan di kota ini, yaitu tiga orang penderita, namun penyakit ini menjadi prioritas untuk diberantas. Pemberian obat anti kaki gajah me­rupakan investasi kesehatan jangka panjang, agar masyarakat terhindar dari kecacatan permanen yang diakibatkan oleh caing filariasis tersebut,” terangnya.

Penyakit kaki gajah, sebutnya, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing dan dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup. Penyakit ini belum ada obatnya dan dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia, untuk pencegahannya, maka pemerintah mencanangkan belkaga yang dilakukan dengan meminum obat anti filariasis secara berturut-turut selama lima tahun. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, dia meminta seluruh SKPD dan lintas sektor lainnya termasuk masyarakat agar mendukung dan mensukseskannya, karena ma­n­faatnya juga bagi masyarakat itu sendiri.

Disebutkannya juga, sampai saat ini masih ada ketakutan dari sebagian masyarakat untuk me­minumnya, karena ada beberapa efek yang akan dirasakan setelah mengkonsumsi obat tersebut, seperti mual, diare, mengantuk alergi, demam dan pusing. Tapi, dari pengalaman sebelumnya tidak ditemukan atau didapati efek yang berat bagi yang meminumnya. Ada dua keuntungan bagi warga yang meminum obat anti kakai gajah itu, yakni selain mematikan atau me­mandulkan cacing filariasis dewasa juga dapat memberi perlindungan diri dari resiko penyakit kaki gajah.

Pantauan Haluan di lapangan, warga di empat kecamatan di Kota Sawahlunto cukup antusias untuk memakan obat filariasis itu, terlihat di salah satu posyandu di Lubang Tembok Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin, warga yang mendapat undangan untuk meminum obat anti kaki gajah, menyempatkan diri mendatangi puskemas, posyandu dan posko belkaga lainnya untuk meminumnya, kendati masih banyak warga yang hanya me­ngambilnya saja dengan alasan akan meminumnya di rumah. (h/mg-rki)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]