Peduli Perlintasan Kereta Api


Selasa, 04 Oktober 2016 - 01:06:44 WIB

Kasus kecelakaan Kereta Api Jurusan Pa­dang- Pariaman sudah sering terjadi. Ter­akhir, sebuah minibus Toyota Rush terseret hingga 50 meter di Simpang 4 perlintasan Kereta Dekat SMKN 2 Kampung Baru Pariaman pada Minggu (18/9) sekitar pukul 18.20 WIB.

Kejadian berawal ketika rombongan keluarga menggunakan Toyota Rush pulang dari hajatan salah seorang kerabat yang ada di Pariaman. Ketika melewati perlintasan kereta api, secara bersamaan Kereta Api Sibinuang juga lewat, maka tabrakan tak terhindarkan. Satu orang tewas, dua orang luka berat dan ringan.

Banyaknya kasus kecelakaan di perlin­tasan kereta api jelas merisaukan masya­rakat. Perlintasan kereta api menjadi lokasi yang menakutkan, namun orang sering lengah atau tak sadar ketika melewati jalan berbahaya tersebut.

Kereta api menabrak kendaraan yang melintas di perlintasan, terutama yang tidak ada plangnya seperti menjadi hal yang biasa. Hal ini tentunya tidak boleh dibiar­kan dan harus dicarikan solusi agar kecelakaan di perlintasan kereta api ini menjadi hal yang tak biasa.

Kepada setiap pengendara yang melewati per­­lintasan kereta api kita harapkan selalu was­pada. Jendela mobil dibuka agar suara klak­son kereta api kedengaran. Sebelum me­lintas, hendaklah memperhatikan kiri-kanan apakah ada kereta api yang akan lewat.

Kasus kecelakaan kereta api umumnya terjadi akibat kelengahan pengendara yang tidak memperhatikan kondisi kiri kanan jalan ketika lewat di perlintasan. Lagipula kaca mobil ditutup rapat hingga suara klakson tak terdengar. Hindari juga membunyikan tape atau radio saat melewati perlintasan.

Kecelakaan tersebut terjadi umumnya di per­lintasan kereta api yang ilegal atau tidak res­mi. PT KAI sendiri tidak menempatkan pe­tugasnya pada perlintasan ilegal tersebut hing­ga ketika kereta api lewat, pengendara ti­dak melihat atau mendengar bunyi klakson kereta api.

Kecelakaan kereta api harus kita cegah. Caranya tentu bukan melarang atau meng­hentikan aktivitas kereta api. Kehadiran moda transportasi massal ini juga dibutuhkan masyarakat. Selain nyaman, biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan naik bus.

Selain kehati-hatian pengendara, pence­gahan terjadinya kecelakaan dapat dilaku­kan dengan kepedulian warga sekitar. Seperti yang dilakukan  masyarakat di kawasan Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, Padang, mereka mendeklarasikan sebuah gerakan bernama Masyarakat Peduli Perlin­tasan Kereta Api (MPPKA).

Maraknya kecelakaan akibat kelalaian pengemudi sepeda motor dan mobil di lingkungan tersebut menjadi dasar untuk mendeklarasikan gerakan yang terpusat di Pangkalan Ojek Simpang Anak Air, Keca­matan Koto Tangah. Gerakan ini mendapat dukungan dari kepolisian setempat.

 “Apresiasi yang sangat tinggi saya beri­kan kepada masyarakat yang ikut berpar­ti­sipasi dalam gerakan ini,” kata Kapolsekta Ko­to Tangah, Kompol Jon Hendri, Senin (3/10).

Gerakan-gerakan untuk keselamatan ini tentunya kita harapkan ditiru pula oleh masyarakat lainnya, terutama yang wilayah­nya terdapat perlintasan kereta api.

Gerakan ini jelas memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kepedulian kita akan dapat menyelamatkan jiwa orang lain.  Kepedulian kita juga menyelamatkan harta benda. Kepedulian kita sekaligus memupuk rasa rela berkorban. Mudah-mudahan kasus kecelakaan kereta api ini bisa kita tekan sekecil mungkin. ***


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 17 Oktober 2016 - 00:51:27 WIB

    Kepedulian Orangtua

    Pemuda/pelajar adalah harapan orang­­tua, keluarga dan bangsa. Mereka seharusnya menjadi kebanggaan orangtua, keluarga dan masyarakat. Setiap orangtua pastilah menginginkan anak-anak mereka sukses, terutama dalam bi­dang p.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]