Pasar Malam dan Keresahan Warga


Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:30:30 WIB

Kehadiran pasar malam di beberapa lo­kasi di Kota Padang mengundang protes dari masyarakat setempat. Pasalnya, permainan bola berguling (bolling) yang disediakan terindikasi judi. Warga juga merasa sangat terganggu dengan musik keras di pasar malam itu.

Keberadaan pasar malam tersebut sema­kin hari semakin banyak, seperti di kawasan Sawahan, Bypass Kuranji, Pauh, Pasar Ambacang, Berok Siteba, Ampang dan Lubuk Buaya.

Masyarakat Berok Raya, Kecamatan Nanggalo merasa resah dengan kehadiran pasar malam bolling, karena terindikasi tindak pidana perjudian.

Kegiatan pasar malam di Berok sudah berlangsung selama tiga bulan, dimana dilaksanakan setiap malam dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Terkadang juga buka sampai pukul 03.00 WIB dinihari.

Pada kegiatan pasar malam tersebut ada permainan berhadiah rokok yang bisa diuangkan. Bermain dengan koin kecil harganya Rp500, untuk koin besar Rp5.000. Menang dalam undian akan dihadiahi satu bungkus rokok untuk koin kecil  dan satu slof rokok koin besar. Hadiah satu slof dihargai Rp100 ribu.

Sejumlah warga yang mengaku mela­kukan pengecekan langsung ke lokasi pasar malam melihat memang ada permainan anak-anak, namun hanya hanya sebagai aksesoris dan tidak pernah difungsikan. 

Adanya indikasi judi dalam permainan tersebut membuat Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz angkat bicara. Ia mengatakan bahwa sebelum surat izin dikeluarkan oleh pihak kepolisian, izin berawal dari lingkungan setempat dalam hal ini RT, RW, tokoh pemuda, pemuka masya­rakat, dan ninik mamak nagari setempat.

Sebut mantan Kapolres Dharmasraya ini, per­mainan judi seperti yang dikatakan ke­lom­pok masyarakat tersebut tidaklah se­pe­nuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah. Jika dalam sebuah permainan hadiah­nya berupa barang itu tidak masalah, bukan masuk dalam kategori judi, namun jika diuangkan maka itu baru dinamakan dengan judi sesuai dengan pasal 303 KUHP. Judi dengan ketangkasan itu beda-beda tipis.

Kapolres mengklaim selalu melakukan pengawasan terhadap seluruh pasar malam yang ada di Kota Padang. Tidak menutup adanya oknum polisi yang terlibat dalam usaha pembekingan tempat tersebut.

Dalam surat izin yang dikeluarkan oleh Polresta Padang dengan nomor :SI/66/VII/2016/Intelkam, dijelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dalam hal ini pasar malam tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah tempat kegia­tan tersebut dilaksanakan serta tidak menim­bulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama di lingku­ngan dimana kegiatan tersebut diadakan.

Selain itu, dalam surat tersebut juga ditekankan penanggung jawab wajib menaati peraturan dari kepolisian dengan tidak mengadakan, menyediakan, melaksanakan perjudian, minuman keras dan penyalah­gunaan narkotika atau sejenisnya.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah me­­respon keresahan masyarakat. Ia me­me­rin­tahkan untuk menutup dan mencabut se­mua izin-izin pengelolaan pasar malam ter­sebut. Sikap yang diambil walikota ini perlu kita dukung. Kalau kegiatan pasar malam ini lebih besar mudaratnya daripada manfaat­nya memang lebih baik ditutup saja. ***

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 07 Desember 2018 - 10:28:41 WIB

    Api Membara di Pasar Tabing, Mamat: Hanya Anak Kunci yang Tersisa

    Api Membara di Pasar Tabing, Mamat: Hanya Anak Kunci yang Tersisa Mamat Zein (42) hanya bisa melempar tatapan kosong ke bekas “ladang” usahanya yang hangus dilalap sigulambai yang menyala besar pada Kamis (6/12) dini hari, sekitar pukul 03.45 WIB di Pasar Tabiang, Kota Padang. Tak ada y.
  • Kamis, 02 November 2017 - 11:56:18 WIB

    Pasar Ateh Bukittinggi Dulunya Koto Rang Agam

    Pasar Ateh Bukittinggi Dulunya Koto Rang Agam Pasar Atas atau Pasa Ateh Bukitting kembali terbakar Senin (30/10) untuk ketiga kalinya, sekitar 800 petak toko dan kios ludes dengan kerugian mencapai triliunan rupiah..
  • Senin, 10 Oktober 2016 - 02:16:52 WIB

    UMKM dan Pasar Digital

    UMKM dan Pasar Digital Berdasarkan proyeksi Frost & Sullivan, pasar e-commerce Indonesia diperkirakan tumbuh pesat 31% per tahun, menembus US$ 3,8 miliar pada tahun 2019 nanti. Laju pertumbuhannya jauh di atas pasar e-commerce Asia Pasifik yang dip.
  • Selasa, 14 Juni 2016 - 03:14:22 WIB

    Konsistensi di Pasar Raya

    Pemko Padang kembali membuka mata publik. Pasar Raya Padang yang sebe­lumnya nyaris disebut sebagai daerah yang tak tersentuh (the untouchable) perlahan bisa diurus dan dibenahi. Padahal, sebelumnya, daerah ini seperti punya.
  • Selasa, 22 Maret 2016 - 04:13:41 WIB

    Pasar yang Nyaman

    Sejak tahun 2009, Pasar Raya Padang nyaris tak berubah. Ke­semrautan, kumuh dan tak teratur seperti men­jadi gambaran keseharian salah pusat perekonomian di ibukota provinsi ini. Nyaris dari seluruh penjuru mata angin, hal .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]