SIDANG GULA TANPA SNI DITUNDA KETIGA KALINYA

JPU Tak Bisa Hadirkan Terdakwa


Rabu, 05 Oktober 2016 - 03:01:37 WIB

PADANG, HALUAN — Sidang dugaan peredaran gula tanpa label SNI yang menjerat bos gula Sumbar, Xaveriandy Sutanto, kembali ditunda untuk ketiga kalinya. Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU) masih belum bisa menghadirkan terdakwa dalam persidangan, Selasa (4/10). Sidang lanjutan dengan agenda keterangan saksi meringankan kembali diagendakan pekan depan.

Sidang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Amin Ismanto dengan hakim anggota Sri Hartati dan Sutedjo, dibuka untuk ditunda kembali pada pukul 09.00 WIB, Selasa (4/10). Tampak hadir, Rusmin dan Rikhi B Magaz selaku JPU dalam kasus ini. Sementara Ketua Tim JPU Fari­zal, telah ditahan Komisi Pembe­rantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap dari terdak­wa Zaveriandy.

JPU kembali mengajukan pe­nundaan sidang kepada hakim sebab belum bisa menghadirkan terdakwa. Namun, jaksa mengaku akan tetap berusaha untuk meng­hadirkan terdakwa pada agenda sidang selanjutnya, Selasa 11 Oktober nanti.

Kepada Haluan, Pejabat Hu­mas PN Padang Estiono, seusai penundaan sidang menjelaskan, sidang tetap digelar untuk ditun­da, namun pekan depan jaksa mengatakan kemungkinan besar dapat menghadirkan terdakwa di persidangan.

“Kita lihat saja pekan depan. Soalnya terdakwa ini berstatus tahanan KPK di Jakarta untuk kasus lain. Tapi tadi kata jaksa, ada kemungkinan dapat dihadir­kan pekan depan, namun belum pasti juga. Lihat saja pekan de­pan,” kata Estiono.

Estiono menjelaskan, sidang agenda keterangan saksi yang meringankan (a de charge) ini seharusnya menjadi agenda si­dang kedelapan, namun karena sudah dua kali mengalami pe­ngun­duran, sidang pekan depan tercatat sebagai agenda sidang kesebelas kalinya. “Begitupun dengan saksi yang meringan­kannya, kita belum dapat pasti­kan. Tergantung pekan depan itu apakah jaksa bisa hadirkan kedua­nya atau tidak,” pungkasnya.

Di sisi lain, JPU Rusmin juga tak bisa memastikan kemung­kinan dapat atau tidaknya meng­hadirkan terdakwa pekan depan. “Kami sudah koordinasi dengan KPK, pekan depan kami upayakan terdakwa hadir di persidangan,” ucapnya melalui pesan singkat.

Sebelumnya diketahui bahwa Xaveriandy Sutanto yang ber­status tahanan kota atas kasus peredaran gula tanpa label SNI ini mengalami operasi tangkap ta­ngan (OTT) oleh KPK, atas dugaan menyerahkan sejumlah uang kepada Ketua DPD RI (saat itu), Irman Gusman di Jakarta.

Selain itu, salah seorang jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sum­bar yang ikut menangani kasusnya di PN Padang, Farizal, juga me­ngalami OTT KPK karena diduga menerima sejumlah uang dari Xaveriandy Sutanto, yang diduga sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan selama persidangan, termasuk bantuan membuatkan nota pembelaan. (h/isq)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 07 Juni 2016 - 03:13:49 WIB
    Sidang Pembunuhan Rita Mulyap

    JPU Hadirkan Lagi Tiga Saksi

    PADANG, HALUAN — Sidang kasus pembunuhan Rita Mulyap dengan ter­dakwa Mardiansyah Zalu­khu kembali digelar di Pe­nga­dilan Negeri (PN) Pa­dang. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rikhi B Ma­gaz, kembali mengha­dirkan saksi se.
  • Jumat, 29 April 2016 - 16:28:58 WIB
    Kasus Dermaga Maninjau

    JPU Hadirkan Lagi Dua Ahli

    PADANG, HALUAN — Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kasus pembangunan dermaga di kawasan Muaro Tanjuang, Ma­ninjau, Budi Timbas, kembali menghadirkan dua ahli dalam lanjutan persidangan yang menjerat mantan Kepala Dinas Kela.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]