DIRUT BULOG AKUI DITELEPON IRMAN GUSMAN

Djarot: Tak Benar Irman Rekom CV SB


Rabu, 05 Oktober 2016 - 03:08:14 WIB

JAKARTA, HALUAN — Di­rektur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, mengakui ditelepon Ketua DPD RI Irman Gusman beberapa bulan lalu. Dalam telepon itu Irman me­ngeluh soal tingginya harga gula di Padang. Djarot mem­bantah Irman lah yang mere­komendasikan CV Semesta Berjaya ke Bulog.

“Selain Beliau mengeluh­kan harga gula yang mencapai Rp 16 ribu di Sumbar, lalu dia mengatakan ada kenalan yang bisa dipercaya untuk urusan gula dan Pak Irman menyebut nama Memi,” kata Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10) seperti dilansir kompas.com.

Memi adalah istri Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy, yang menjadi ter­sangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK). OTT ini juga menjaring Irman. Memi pun kini berstatus tersangka.

Namun tak hanya itu, Djarot pun mengakui saat ditelepon Irman selepas Idul Fitri, Irman menyebut nama Memi ketika menghubungi Djarot.

Namun, Djarot menegaskan, pada 30 Juni sebelum dirinya dihubungi Irman, CV Semesta Berjaya telah mengajukan per­mohonan pembelian gula impor dari Bulog.

“Jadi tidak benar kalau CV Semesta Berjaya mendapat reko­mendasi dari Pak Irman. Karena tak ada rekomendasi yang me­ngikat dari Pak Irman kepada kami,” kata Djarot.

Menurut Djarot, demi menin­daklanjuti hasil pembicaraan dengan Irman, Bulog telah me­nambah jatah gula di Sumbar sebanyak 1.000 ton, tetapi mem­bantah bahwa alokasi itu merupa­kan kuota untuk DKI Jakarta yang disangkakan KPK. Menurut Dja­rot, gula yang didistribusikan itu merupakan jatah untuk seluruh wilayah Indonesia. Meski demi­kian, apa yang disampaikan Irman tidak termasuk sebagai rekomendasi.

“Dan telepon Pak Irman bebe­rapa waktu setelah Lebaran bukan untuk memaksa kami memberi kuota impor,” ucapnya.

Smenetara itu Irman Gusman mengaku berinisiatif menghu­bungi Dirut Bulog Djarot Kusu­mayakti terkait dengan distribusi kuota gula impor di Sumbar. Dia menganggap tindakannya itu sebagai wujud tugasnya me­nyam­paikan aspirasi.

“Sebagai wakil rakyat di sana karena ada krisis gula menjelang lebaran. Saya mengambil inisiatif karena saya tahu Bulog melaku­kan operasi pasar supaya harga itu kembali normal, kan itu maksud­nya,” kata Irman di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).

Irman mengakui meminta tambahan distribusi gula ke Sum­bar. Namun membantah adanya kongkalikong dengan Xaveriandy Sutanto yang nantinya sebagai distributor gula impor itu di Sumbar.

“Iya jadi maksudnya harus ada intervensi ke pasar supaya harga­nya kembali normal,” kata Irman.

Sebelumnya Irman mengaku tidak menggunakan pengaruhnya sebagai Ketua DPD saat itu agar Sumbar mendapatkan kuota gula impor. Dia juga membantah ber­kongkalikong dengan Xaveriandy Sutanto selaku distributor gula impor tersebut.

“Enggak, enggak, saya tidak punya kewenangan. Saya tidak berpengaruh, saya hanya meng­artikulasikan harga di Padang itu waktu saya kunjungan kerja ting­gi, Rp 16.000 harusnya Rp 14. 500. Tugas sebagai anggota dewan itu yang saya laksanakan,” ucapnya.

Selasa kemarin, Irman me­mang dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Memi. Selain Irman, penyidik KPK juga memanggil Benhur Ngkaimae selaku Kepala Driver Bulog Sumbar untuk diperiksa sebagai saksi.

Ditambahkan Pengacara Ir­man, Tommy Singh, kenaikan harga gula tersebut diketahui Irman saat melakukan inspeksi mendadak di beberapa pasar tradisional menjelang Lebaran. “Sidaknya juga tidak sendiri. Ada Wakil Gubernur Sumbar, Wali Kota Padang dan di beberapa pasar. Nah, itu menjelang Idul Fitri,” ujar Tommy.

Tommy mengatakan, saat itu Irman menemukan harga gula yang mencapai Rp 16.000 per kilogram. Padahal, harga eceran tertinggi sekitar Rp 14.000 per kilogram. Menindaklanjuti hal tersebut, menurut Tommy, Irman segera menghubungi Dirut Bulog.

Tommy menilai perbuatan Irman tersebut tidak termasuk dalam perbuatan memperjual­belikan pengaruh. Menurut Tom­my, Irman hanya menjalankan perannya sebagai Ketua DPD.

“Boleh dong, kalau gula yang kurang, ya dia telepon Dirut Bulog, bukan Dirut Telkom,” kata Tommy. CV Semesta Berjaya merupa­kan distributor gula yang berada di Sumbar. Sementara Irman, merupakan senator dari daerah pemilihan Sumatera Barat. Irman mengaku tidak pernah berhubu­ngan dengan Sutanto. Namun, ia mengenal istri Sutanto, Memi, yang pernah membeli tanah milik­nya. (h/ald)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]