WALIKOTA MAHYELDI RESPON KERESAHAN WARGA

Tutup Pasar Malam Berbau Judi


Rabu, 05 Oktober 2016 - 03:09:11 WIB
Tutup Pasar Malam Berbau Judi Arena permainan yang berbau judi, setiap malamnya ramai dikunjungi warga untuk main tebak angka menggunakan bola digulirkan ke meja yang diberi nomor.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah meradang. Telinganya berdesir ketika mengetahui arena permainan layaknya pasar malam, ternyata jadi arena perjudian. Terang saja Ustad yang juga kader PKS ini marah besar.  Satu saja perintahnya, tutup dan cabut izin semua pasar malam.

PADANG, HALUAN — Wa­li­kota Padang Mahyeldi Ansharullah marah besar ketika mengetahui adanya aroma perjudian dalam akti­vitas pasar malam yang tum­buh bak jamur hampir di semua kecamatan.  Berdalih adu ketangkasan berhadiah rokok, ternyata ada inset yang harus dibayarkan.  Mah­­yeldi pun meradang. Se­mua pasar malam diperin­tah­kan untuk ditutup dan mencabut semua izin-izin pengelolaannya karena telah meresahkan masyarakat.

“Pasar malam tidak bo­leh lagi beroperasi atau ditu­tup. Cabut semua izinnya. Ini jelas-jelas perjudian, bukan indikasi lagi,” kata Mahyeldi di Rumah Dinas­nya Jalan Ahmad Yani Pa­dang, Selasa (4/10).

Ketegasan Mahyeldi ter­se­but menjawab keresahan warga yang sampai ke telinga­nya. Mahyeldi pun mengaku telah banyak menerima lapo­ran dari berbagai tokoh-tokoh masyarakat dan LSM soal pasar malam yang ber­omset ratusan juta per ma­lam tersebut.

Keputusan tegas yang diambil Walikota Mahyeldi, agar masyarakat kota Padang tidak rusak. Karena aktivitas pasar malam itu tidak hanya dijadikan sarana untuk ber­main judi, dikhawatirkan dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba.

“Sebentar ini saya men­da­pat­kan laporan bahwa di­curigai pasar malam digu­nakan sebagai tempat tran­saksi nar­koba,” ucap Mahyeldi.

Hal yang sama juga di­ung­kapkan Wakil Walikota Padang Emzalmi, bahwa pasar malam tersebut harus ditutup. Karena tidak ada untungnya bagi pemerinta­han Kota Pa­dang, malah akan banyak mendatangkan keresahan. Karena pasar ma­lam yang beroperasi telah menyalahi aturan keramaian yang dibe­rikan pihak kepolisian.

“Pasar malam harus ditu­tup, karena banyak men­datangkan mudaratnya,” ucap Emzalmi. Sementara itu Kepala Kesbangpol Eri

Sendjaya mengaku akan me­manggil semua pengelola pasar malam. Pihaknya terlebih dahulu memberitahukan mengenai du­duk permasalahan akan ditutup­nya pasar malam. Karena tidak semua pasar malam yang terin­dikasi untuk praktik perjudian.

Untuk izin pasar malam yang masih berlaku maka tidak akan ada perpanjangan lagi. Sedang­kan untuk yang baru akan mem­buat izin tidak akan ada lagi karena sudah ada komitimen untuk tidak memberikan izin baru.

“Khusus untuk permainan ke­tang­kasan akan ditutup. Izin baru untuk membuka pasar malam tidak akan dikeluarkan lagi,” ucap Eri.

Eri menyatakan hampir dise­lu­ruh pasar malam mengadakan permainan ketangkasan yang mengarah kepada perjudian. Kare­na pengelola sudah mempunyai berbagai cara agar apa yang mereka lakukan tidak terindikasi judi

“Kesulitan di lapangan karena banyaknya pengelola yang meng­gu­nakan berbagai cara untuk tidak termasuk kearah perjudian. Namun dengan bukti yang kami milik berupa foto para peserta yang menyimpan uangnya di bawah meja maka para pengelola pun tidak bisa berkelit kembali,” ucap Eri.

Keputusan walikota tersebut, senada dengan harapan Faisal Nasir, Anggota Komisi I DPRD Kota Padang. Faisal minta pemko tidak melegalkan hal-hal ilegal terkait kasus perjudian yang berkedok pasar malam.

“Jika sudah jelas perjudian, termasuk pidana. Segera ditin­dak, jangan sampai melegalkan hal-hal ilegal,” kata Faisal, ang­gota DPRD Dapil Nanggalo, Selasa (4/10).

Perjudian berkedok pasar malam seperti kawasan Sawahan, Ampang, Simpang Haru, Bypass, Simpang Kalumpang, Berok Site­ba dan sebagainya, mendapat izin dan Kesbangpol dan izin kera­maian dari kepolisian. “Polisi harus turun ke lapangan, jangan ada oknum-oknum berkepenti­ngan di dalamnya,” ujarnya.

Faisal menduga, ada oknum perangkat RT dan RW yang turut bermain dalam melegalkan akti­vitas pasar malam tersebut. “Wali­kota Padang,  juga bertindak. Informasi  ini, sudah sampai di walikota,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Azirwan mengatakan, indikasi judi dalam aktivitas pasar malam itu karena ada yang dibeli, lalu ada hadiah, bahkan hadiah itu dapat diuang­kan.  ”Jangan sampai hal ini merusak tatanan dalam masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Berok Raya, Keca­matan Nanggalo mendatangi Kantor Haluan, Sabtu lalu. Mere­ka mengaku merasa resah dengan kehadiran pasar malam yang mengadakan permainan bola bolling dengan tebakan nomor.

“Kegiatan tersebut sudah berjalan selama tiga bulan, dima­na dilaksanakan setiap malam dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Terkadang juga buka sampai pukul 03.00 WIB dinihari.

Selain ada indikasi tindak pidana judi, kami juga merasa sangat terganggu dengan musik dari tempat tersebut yang sangat keras bunyinya,” ucap Andri, salah seorang warga Berok, yang didampingi Hajibril, tokoh masyarakat setempat. (h/mg-mel/ade/adl)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]