WASPADA PERUBAHAN CUACA EKSTREM

Bencana Alam Incar Sumbar


Kamis, 06 Oktober 2016 - 05:18:55 WIB

PADANG, HALUAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memperingatkan perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan. BMKG memprediksi, sejumkah wilayah di Sumbar masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin dengan kecepatan mencapai 40 Km per jam.

Kasi Observasi dan In­formasi BMKG Ketaping, Padang Pariaman, Budi Iman Samiaji menyebutkan, poten­si hujan ringan hingga se­dang berpeluang terjadi pada pagi dan siang hari. Se­dangkan potensi hujan ri­ngan sampai lebat ber­peluang pada sore hingga malam hari. “Kondisi ini terjadi di seba­gian besar wilayah Sumbar. Diharapkan warga di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada,” tu­kasnya kepada Haluan, Rabu (5/10).

Tingginya curah hujan disebabkan masih adanya tekanan rendah atau pusaran di Indonesia Barat (di selatan khatulistiwa) dan Indonesia Timur (di utara kha­tu­lis­tiwa).

Faktor lain yang ikut memberikan kontribusi pe­ningkatan curah hujan ada­lah adanya pertemuan dua massa udara dari barat/ barat laut dengan massa udara dari tenggara/selatan di perairan Sumatera bagian Barat.

Dilanjutkannya, potensi hujan sedang sampai lebat terjadi di seluruh Mentawai, Padang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Tiku, Pesisir Selatan bagian utara dan Pasaman Barat. Sementara potensi hujan ringan kadang sedang di Kabupaten Solok bagian Barat, Kota Solok, Tanah Datar dan sebagian Padang Panjang.

“Kondisi yang sama yai­tu, potensi hujan sedang kadang lebat bisa disertai angin kencang di Mentawai, Padang, Padang Paariaman, Pasaman Barat, Tiku, Pesisir Selatan, sebagian Pasaman, sebagian Solok Sela­tan,” paparnya.

Potensi angin kencang dengan kecepata maksimal bisa di atas 40 Km per jam di wilayah sebagian Solok Selatan, sebagian Agam, sebagian Pasaman, sebagian Lima Puluh kota dan seba­gian Payakumbuh. “Kondisi ini diperkirakan terjadi dua hari ke depan,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Ka­bid Kedaruratan dan Logis­tik BPBD, Pagar Negara me­ngatakan, dengan kondisi perubahan cuaca ekstrem saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/ kota dan Ke­lom­pok Siaga Bencana (KSB) yang ada di daerah. Selain itu BPBD dari jauh hari juga telah menyiagakan peralatan kebencanaan untuk an­ti­sipasi hal tersebut.

“Yang penting, bagi war­ga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar tetap waspada dengan peru­bahan cuaca yang ada. In­tinya baca tanda-tanda alam, kalau sudah hujan 3 jam atau lebih, ambil inisitiatif untuk pergi ke tempat aman,” pa­parnya.

Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Kepala BPBD-PK Kota Padang mengimbau warga untuk meningkatkan kewas­padaan. Hujan lebat dan angin kencang yang di­pre­diksi akan terus terjadi hing­ga lima hari ke depan, sangat berpotensi me­nimbulkan banjir dan bencana alam. Warga juga diharapkan un­tuk tidak melakukan akti­vitas di luar rumah.

“Hujan lebat disertai angin kencang terjadi akibat cuaca ekstrem karena pe­nga­ruh La Nina. Untuk itu kami mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rua­ngan agar terhindar dari bahaya,” ucap Rudi.

Jika pun warga terpaksa harus berada di luar rumah, Rudy mengingatkan untuk selalu menjauhi pohon ting­gi. Tidak hanya pepohonan yang dapat membahayakan, namun harus diperhatikan juga baliho maupun bill­board yang dapat roboh seketika akibat terkena angin kencang.

“Jauhi pohon tinggi, tiang listrik dan lainnya, sebab hal ini berpotensi untuk mem­bahayakan jika tertimpa oleh­nya,” tutur Rudy. (h/isr/mg-ina/mg-mel)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]