GUGAT KPK ATAS PENETAPAN TERSANGKA

Sidang Praperadilan Irman 18 Oktober


Kamis, 06 Oktober 2016 - 05:20:15 WIB

JAKARTA, HALUAN – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menetapkan sidang perdana gugatan praperadilan mantan Ketua DPD RI Irman Gusman, Selasa 18 Oktober 2016 mendatang. Irman menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap untuk kepengurusan kuota impor gula oleh Bulog.

Sidang tersebut akan dipimpin oleh hakim tunggal I Wayan Karya. Surat pengajuan praperadilan Irman terdaftar dengan nomor register 129/Pid.Prap/2016/PN.JKT.SEL.

“Kan sudah kita daftarkan (gugatan praperadilan). Nanti tanggal 18 (Oktober) ya,” ucap pengacara Irman Gusman, Tom­my Singh, di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/10), menjelang peme­riksaannya sebagai saksi untuk tersangka Xaveriandy Sutanto, Direktur Utama CV Semesta Berjaya.

Sebelumnya, pengacara Irman, Tommy Singh mengatakan, pi­hak­nya merasa keberatan dengan penangkapan, penahanan, dan pemeriksaan kliennya.

Menurut dia, KPK tidak mela­kukan hal itu sesuai prosedur. “Itu bukan OTT (operasi tangkap tangan). Karena penyerahan uang itu ada jeda jarak. Selain itu juga tidak ada surat tugas penan­g­kapan,” kata Tommy.

KPK menangkap Irman ber­sama Xaveriandy, istri Xaveriandy yaitu Memi, dan adik Xaveriandy, yaitu Willy Sutanto.

Pengacara Irman lainnya, Raz­man Arief Nasution mengaku pihaknya sangat siap menantang KPK di meja praperadilan. “Kami Insya Allah sudah siap maju di praperadilan, dengan semua doku­men, argumentasi hukum termasuk ahli, apabila diper­lukan, akan kami datangkan,” jelasnya

Di sisi lain Irman mengakui komunikasinya dengan Dirut Bulog Djarot Kusumayakti ber­kaitan dengan distribusi gula impor di Sumbar.

“Seperti yang saya katakan bahwa saya menelpon Bulog kare­na ada krisis gula di Sumbar, kewajiban saya sebagai wakil rakyat Sumbar untuk menelpon. Kewajiban itu,” kata Irman seperti dilansir kompas.com.

“Oleh karena itu Bulog mela­ku­kan operasi pasar. Itu alokasi seluruh Indonesia. Makanya har­ganya turun dari Rp 16 ribu jadi Rp 14 ribu,” sambung Irman.

Irman juga mengaku berini­siatif menghubungi Dirut Bulog terkait dengan distribusi kuota gula impor di Sumbar. Dia me­nganggap tindakannya itu sebagai wujud tugasnya menyampaikan aspirasi. Namun dia membantah adanya kongkalikong dengan Xaveriandy Sutanto yang nan­tinya sebagai distributor gula impor itu di Sumbar.

Ditambahkan Pengacara Irman, Tommy Singh, kenaikan harga gula tersebut diketahui Irman saat melakukan inspeksi mendadak di beberapa pasar tradisional menjelang Lebaran. “Sidaknya juga tidak sendiri. Ada Wakil Gubernur Sumbar, Wali Kota Padang dan di beberapa pasar. Nah, itu menjelang Idul Fitri,” ujar Tommy.

Pada Kamis, 29 September lalu, Djarot mengaku ditelepon Irman dan membicarakan soal harga gula yang mahal di Sumbar. Djarot pun lalu mengirim 1.000 ton gula ke Sumbar, tetapi membantah bahwa alokasi itu merupakan kuota un­tuk DKI Jakarta yang disangkakan KPK. Menurut Djarot, gula yang didistribusikan itu merupakan jatah untuk seluruh wilayah Indonesia.

“Selain Beliau mengeluhkan harga gula yang mencapai Rp 16 ribu di Sumbar, lalu dia mengatakan ada kenalan yang bisa dipercaya untuk urusan gula dan Pak Irman menyebut nama Memi,” kata Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10) lalu. (h/ald)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]