Bersihkan ‘Wakil Rakyat’ dari Narkoba


Sabtu, 08 Oktober 2016 - 02:56:11 WIB

Narkotika dan obat-obatan berbahaya (nar­koba) sudah masuk ke semua lapisan masyarakat.  Penyebaran narkoba seperti sabu, ekstasi, ganja dan sebagainya makin merisaukan. Pelakunya bukan hanya kala­ngan biasa saja, tapi hampir semua strata masyarakat. Mulai dari yang kaya sampai kepada yang miskin. Dari pejabat hingga pegawai biasa. Bahkan ada sejumlah anggota dewan yang terhormat terjerumus sebagai pemakai narkoba.

Jika masyarakat umum terlibat narkoba  ten­tunya hal biasa, namun ketika ada ang­gota dewan yang terlibat barang terlarang itu tentunya menjadi luar biasa. Tak heran, ke­tika beredar video dua pria yang diduga ok­num anggota DPRD Padang Pariaman se­perti sedang nyabu, masyarakat pun lang­sung heboh.

Video tersebut pertama diunggah oleh akun facebook Marsya Agustien pukul 04.00 WIB, Jumat (7/10). Terdapat dua video yang berdurasi 42 detik dan 51 detik dua orang pria diduga seperti lagi menghisap sabu-sabu menggunakan alat berupa botol air mineral, sendok, sedotan, dan korek api.

Berbagai pihak sangat menyayangkan kejadian ini.  Sebagai orang yang terhormat, tentunya dia harus menghormati harkat dan martabat dirinya sendiri. Jauh dari perbua­tan-perbuatan yang merusak martabat dirinya. Dia seharusnya menjadi contoh teladan dan panutan masyarakat.

Adanya dua oknum anggota DPRD Ka­bupaten Padang Pariaman yang terlihat se­dang mengisap sabu, perlu dilakukan pe­ngu­sutan. Kita mendukung langkah Polda Sum­bar yang akan membentuk tim khusus untuk mem­pelajari video yang menjadi viral di media sosial tersebut.

Kasus video dua anggota dewan dari partai berbeda sedang nyabu itu memang harus segera diklarkan. Jika terbukti bersa­lah, sanksi hukum tentulah dijatuhkan kepada kedua oknum tersebut. Keduanya jelas tidak pantas lagi duduk sebagai anggota dewan yang terhormat.

Lembaga DPRD harus dibersihkan dari ok­num-oknum bermental rusak, apalagi terlibat narkoba. Pembersihan ini tentunya di­mulai dari partai. Sebaiknya, seluruh ang­gota DPRD menjalani tes urin secara berkala. Apa­kah sekali enam bulan atau sekali seta­hun.

Awal tahun 2016, seorang anggota DPRD Kabupaten Pasa­man inisial Sy, dari daerah pemilihan (Dapil) Pasaman 2 Lubuk Sikaping juga tertang­kap tangan usai menghisap sabu di rumah orang tuanya di Jalan Tuanku Tuo No. 8 Pauh Kecamatan Lubuk Sikaping.

Pemberantasan narkoba tentulah tidak pan­­dang bulu. Siapa saja yang terlibat harus di­­beri sanksi. Perang terhadap narkoba ini ha­­rus selalu digelorakan. Kita tentunya tidak ingin bangsa ini menjadi rusak gara-gara narkoba.

Bagaimana tidak, narkoba sangat mem­pengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh. Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkoba disebut zat psikoaktif.

Ada beberapa macam pengaruh narkoba pada kerja otak. Ada yang menghambat kerja otak, disebut depresansia, sehingga kesadaran menurun dan timbul kantuk. Pengguna narkoba lama kelamaan menjadi ketergantungan. Untuk itu diharapkan kepada masya­rakat untuk tidak mengon­sum­si obat-obat ter­la­rang ini, karena sangat membahayakan kese­hatan. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]