TERIMA 4 PENGHARGAAN ANUGERAH PARIWISATA HALAL TERBAIK 2016

Usaha Jasa Pariwisata Diminta Disertifikasi Halal


Senin, 10 Oktober 2016 - 02:09:00 WIB
Usaha Jasa Pariwisata Diminta Disertifikasi Halal DIREKTUR ERO Tour, Ian Hanafiah mengangkat piala usai menerima penghargaan sebagai Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik dalam Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016, di Jakarta, Jumat (7/10) malam. Dalam acara itu, Sumbar meraih 4 penghargaan. Dinas Pariwisata Sumbar bertekad menjadikan Sumbar sebagai destinasi wisata halal kelas dunia.

PADANG, HALUAN — Kementerian Pariwisata memberikan 4 penghargaan untuk Sumatra Barat (Sumbar) dalam acara Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016, di Jakarta, Jumat (7/10) malam. Dari 15 kategori yang dilombakan, 4 kategori dimenangi Sumbar, yakni Destinasi Halal terbaik, Destinasi Kuliner Terbaik, Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik (ERO Tour), dan Restoran Halal Terbaik (RM Lamun Ombak).

Menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Didit P Santosa, dari perolehan prestasi itu, Sumbar jelas memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan muslim dunia yang cenderung me­ningkat tajam beberapa tahun belakangan, khususnya dari Timur Tengah dan Asia.

Karena itu, kata Didit, semua pihak di Sumbar harus bersemangat menjadikan Sumbar sebagai destinasi halal karena sangat sejalan dengan kebudayaan sosial masyarakat Minangkabau sehingga pembangunan kepariwisataan tak lagi disikapi setengah hati oleh pihak terkait.

Namun demikian, kata Didit, ditetapkannya Sumbar sebagai Destinasi Halal Nasional juga menuntut tanggung jawab dalam pengembangan infrastruktur, sertifikasi halal semua usaha jasa pariwisata karena pihaknya bertekad menjadikan Sumbar sebagai destinasi wisata halal dunia yang akan tergambar dari amenitas yang berstandar dunia harus tersedia. Untuk itu, Dinas Pariwisata tidak bisa lagi sendiri dalam pengembangan kepariwisataan.

“Pemasok produk-produk yang digunakan, seperti biro perjalanan yang menggunakan restoran dan hotel yang sudah disertifikasi. Bila restoran mengunakan bahan dasar, seperti daging atau unggas, dari rumah potong atau peternak yang tersertifikasi sehingga pemanfaatan sertifikasi ini merata dari hulu hingga hilir. Begitupun kabu­paten/kota, harus mendorong usaha kulinernya tersertifikasi halal dan menyiapkan kemudahan fasilitas yang nyaman bagi wisatawan muslim untuk melaksanakan kewajibannya di objek wisata,” ujar Didit di Padang, Minggu (9/10).

Sementara itu, Direktur Ero Tour, Ian Hanafiah mengatakan, semua pihak di Sumbar harus berjuang meraih prestasi dalam wisata halal karena masyarakat Indonesia mayoritas Islam.

“Di sinilah letak potensi besar yang sekaligus kelemahan kita. Kelemahan kita karena kita lalai menyikapinya dalam kehidupan sehari-hari. Buktinya, sangat jarang restoran, hotel, produk makanan, dan minuman kita yang mengurus sertifikasi halal karena kita mayoritas menganut Islam. Padahal, wisata halal itu bukan hanya sebatas makanan halal atau haram, tetapi jauh lebih luas daripada itu. Karena itu, diperlukan sertifikasi dari instansi yang berwenang, dalam hal ini MUI,” tutur Ian.

“Wisata halal juga mengharuskan kita untuk bersikap seperti hal-hal yang sesuai dengan akidah agama kita, misalnya kebersihan. Keber­sihan toilet selalu menjadi isu di banyak tempat, mulai dari restoran, objek wisata, pasar, bahkan kantor pemerintah. Kemudian, kejujuran. Sudah­kah kita jujur dalam keseharian, seperti pedagang yang selalu kita sebut dengan istilah kalkulator rusak saat tamu membayar di kasir. Tamu akan menggerutu setelah membayar karena merasa dibohongi. Sudahkah kita ramah, sopan, dan ikhlas sehingga membuat orang senang dan puas dengan apa yang kita berikan saat orang ber­kunjung ke kampung kita? Nah,  sekarang momen yang sangat tepat bagi kita untuk berubah jika selama ini kita belum melakukan hal-hal positif  yang dijelaskan tadi. Kalau tidak, kita akan dikatakan gagal setelah mendapat prediket destinasi wisata halal nasional namun sikap kita tidak berubah,” katanya lagi.

Ia berharap, setelah ini tentu kunjungan wisatawan akan meningkat ke Sumbar, khususnya  umat muslim dari seluruh dunia karena sudah menjadi standar kebutuhan bagi sebagian besar umat muslim jika ingin berlibur mereka akan membutuhkan makanan halal serta standardisasi seperti yang dijelaskan di atas. (h/dib)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 06:50:42 WIB

    Bantu Atasi Corona, Pengusaha Ini Jual Perusahaannya

    Bantu Atasi Corona, Pengusaha Ini Jual Perusahaannya HARIANHALUAN.COM - Pengusaha yang juga pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono berniat menjual beberapa perusahaannya yang beromzet ratusan miliar rupiah. Tujuannya untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19..
  • Jumat, 22 Mei 2020 - 19:20:10 WIB

    Jujur! Pengusaha Bingung Kebijakan Pemerintah Soal Covid-19

    Jujur! Pengusaha Bingung Kebijakan Pemerintah Soal Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Kalangan dunia usaha menanggapi rencana pemerintah yang akan mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun kebawah untuk kembali bekerja. .
  • Senin, 18 Mei 2020 - 14:59:03 WIB

    Dahlan Iskan : Bank BUMN Harus Pilih-pilih Dukung Pengusaha Pada Masa Pandemi

    Dahlan Iskan : Bank BUMN Harus Pilih-pilih Dukung Pengusaha Pada Masa Pandemi HARIANHALUAN.COM - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta agar BUMN ambil peran di tengah krisis pandemi Corona (COVID-19). Menurutnya bank BUMN punya peran besar menjaga perekonomian Indonesia..
  • Sabtu, 16 Mei 2020 - 21:33:01 WIB

    Di Mata Pengusaha, Kondisi Ekonomi RI Sangat Berat!

    Di Mata Pengusaha, Kondisi Ekonomi RI Sangat Berat! HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menilai ekonomi Indonesia saat saat masuk dalam kondisi sangat berat. Kondisi yang sangat berat ini diperkuat dengan jumlah pekerja yang.
  • Kamis, 14 Mei 2020 - 21:39:22 WIB

    Waduh! Pengusahapun Ikut Serbu Pegadaian

    Waduh! Pengusahapun Ikut Serbu Pegadaian HarianHaluan.com - Tidak hanya kelas rumah tangga, ternyata pengusahapun ikut beramai-ramai ke pegadaian. Kali ini barang yang paling banyak digadai adalah mobil. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]