Serius Berantas Pukat Harimau


Senin, 10 Oktober 2016 - 02:15:59 WIB

Pukat harimau (trawl) menjadi momok yang merisaukan nelayan tradisional di Sumbar, khususnya nelayan Kabupaten Pe­sisir Selatan. Kehadiran pukat harimau mem­bunuh mata pencarian nelayan tradisio­nal.

Nelayan tradisional jelas sangat tergang­gu dengan maraknya aksi penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau. Nelayan tradisional sendiri tak dapat berbuat banyak untuk mengusir kapal yang menggu­nakan pukat harimau. Maklum kapal pelaku bermesin modern serta berkapasitas besar.

Anggota DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pesisir Selatan-Mentawai, Syaiful Ardi turut prihatin maraknya peng­gunaan pukat harimau dalam penangkapan ikan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Selain melanggar aturan, penggunaan pu­kat harimau dinilai telah merugikan nelayan tradisional. Apalagi ini terjadi di daerah yang notabene kampung Wakil Gubernur, Nasrul Abit. Syaiful Ardi menu­tur­kan, karena penang­ka­pan ikan dengan pukat harimau oleh ne­layan pengusaha, mata pencaharian nelayan tradisional di Keca­ma­tan Ranah Pesisir dan Linggo Sari Baganti,  Ka­bupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadi terancam.

Sebagai gambaran, sebelumnya penda­patan nelayan tradisional di dua  kecamatan tersebut bisa mencapai Rp300 ribu perhari. Namun, sekarang untuk menghasilkan Rp50 ribu perhari saja mereka begitu kesulitan. Penggunaan pukat harimau membuat ikan-ikan kecil saja sudah didapat.

Memang, pukat harimau menjadi masa­lah karena damnpaknya pada lingkungan. Ka­rena pukat harimau menggunakan alat tang­kap berat yang diletakkan di dasar laut, hal itu menyebabkan kehancuran ekosistem laut yaitu kerusakan terumbu karang yang me­rupakan habitat ikan dan juga merusak rum­put laut.

Pukat harimau ini adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal pukat, bisa melalui samping atau belakang. Sebuah alat yang efektif tapi sayangnya tidak selektif, karena alat ini merusah semua yang dilewatinya.

Sepantasnya kita semua sadar bahwa setiap makhluk butuh waktu untuk berkem­bang biak. Inilah masalah utama pukat harimau. Semua ikan besar dan kecil terjaring oleh pukat harimau, karena ukuran lubang jalanya sangat kecil jika dibandingkan dengan yang dipakai nelayan tradisional.

Sumber perusak utama dari pukat hari­mau adalah lubang bukaan jaring yang me­mi­­liki bobot beberapa ton dan membuat lu­bang galian yang diseret sepanjang bagian ba­wah dasar laut hingga menyebabkan batu be­sar atau batu karang akan terseret secara ber­­sa­maan sehingga mengganggu atau bah­kan merusah area dasar laut, dan jelas ini ber­­dam­pak pada penurunan keaneka­ra­ga­man sepecies dan perubahan  ekologi orga­nis­­­me lautan. Keluhan nelayan tradisional di Pe­sisir Selatan seharus­nya menjadi perhatian se­rius pemerintah. Kasihan masyarakat yang ha­nya mengan­dal­kan pendapatan sebagai nelayan tradisio­nal.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perika­nan RI No 2 tahun 2015 menyebutkan, penggunaan pukat harimau dilarang. Pukat ha­rimau dinilai bisa merusak populasi ikan dan ekosistem biota laut yang lain. Saat po­pulasi ikan terganggu, nelayan akan sulit men­dapatkan ikan pada masa-masa menda­tang.

Karena itu, aparat keamanan diminta se­rius memberantas para pengusaha yang meng­gunakan pukat harimau. Jangan biar­kan nelayan menggunakan pukat harimau ber­operasi. Tindakan tegas memang harus di­la­kukan bagi pengguna pukat harimau. Peng­gunaan jaring rapat ini jelas merusak ekosistem laut. Pada akhirnya nelayan kecil yang menderita.

Kita tahu, ribuan masarakat di Kabupaten Pe­sisir Selatan menggantungkan hidup dari me­nangkap ikan di laut. Jika ekosistem laut ter­ganggu, kemana lagi mereka harus men­cari nafkah. (*)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 16 Agustus 2016 - 03:56:28 WIB

    Narkoba Ancaman Serius

    Narkoba sudah merupakan ancaman serius bagi bangsa ini. Pidana mati yang dijatuhkan pengadilan terhadap pengedar narkotika ini seakan tak membuat pelaku lainnya kecut. Hampir tiap hari media memberitakan pelaku narkoba ditang.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]