Jembatan Batu Kabau Rampung 60 Persen


Senin, 10 Oktober 2016 - 02:25:36 WIB
Jembatan Batu Kabau Rampung 60 Persen Proyek pembangunan jembatan Batu Kabau, Sitanang, Sampai Sabtu(8/10) baru rampung 60 persen. (ZUL)

SITANANG, HALUAN — Peker­jaan jembatan baja yang membentang diatas batang Sinamar di Jorong Batukabau, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, sudah rampung sekitar 60 persen, mulai dari pemasangan batu baronjong sepanjang 203 meter kiri dan kanan sungai di seputar jembatan sampai pemasangan baja jembatan.

“Pekerjaan jembatan per­manen.penghubung antar nagari itu diharapkan ram­pung pertengahan Desember 2016 mendatang. Kita opti­mis, kalau tidak ada aral melintang, pekerjaan jem­batan akan rampung tepat waktu,” ungkap pengawas PT Jaya Sukses Prima Medan, Rusdi yang dihubungi Halu­an di Batu Kabau, Sabtu (8/10).  

Dikatakannya, pemasa­ngan batu baronjong untuk penahan antaman air batang Sinamat terhadap pondasi jembatan hampir rampng dikerjakan. “Kita sekarang fokus pemasangan baja jem­batan, sedangkan pondasi jembatan di kiri dan kanan sungai Batang Sinamar sudah rampung sebulan lampau,” ujar Rusdi.

Menurut dia, proyek pem­bangunan jembatan di Nagari Sitanang, didahului dengan peletakan batu pertama oleh Wabup Ferizal Ridwan, ber­sama Kepala Dinas PU, Ed­ward, beserta jajaran peme­rintah kecamatan Lareh Sago Halaban. Jembatan ini akan mampu menghubungkan Na­gari Taram, Kecamatan Ha­rau, melalui Subarang Air menuju Nagari Tanjung Ga­dang.

Wabup Ferizal Ridwan sebelumnya mengatakan, jembatan permanen di jorong Batukabau, merupakan salah satu program pembangunan Pemkab Limapuluh Kota, guna menunjang percepatan pembangunan dari kawasan pinggir. “Kita memulai pem­bangunan dari jorong,” ulas Ferizal Ridwan.

Jembatan Batu Kabau, sebelumnya diusulkan masya­rakat secara berjenjang dan baru terlaksana pem­bangu­nannya pada anggaran 2016. Setelah rampang peker­jaan­nya nanti, masyarakat dapat memanfaatkan jembatan Ba­tu Kabau, untuk memacu perekonomian. Dia menga­kui, saat ini tidak hanya di Sitanang, masih banyak dae­rah nagari yang tertinggal di bidang infrastuktur, karena keterbatasan anggaran dae­rah.

Walau begitu masyarakat setempat mempertanyakan, walau jembatan permanen akan ada, namun lebar jalan menuju jembatan dari berba­gai nagari belum memadai. Misalnya dari Balai Panjang, maupun Batu Payung ke jembatan masih melewati jalan kerikil selebar dua meter.

Begitu juga dari pusat pemerintahan nagari Sita­nang ke jembatan tidak bisa dilewati mobil, karena se­belum sampai ke lokasi jem­batan yang ada hanya jem­batan gantung hanya bisa dilewati gerobak dan sepeda motor. Sedangkan jalannya sepanjang 3 km baru pe­ngerasan dengan kerikil.

“Meskipun letak jem­batan Batu Kabau di Nagari Sitanang, namun manfaatnya akan lebih banyak bagi warga nagari Batu Payung, nagari Balai Panjang dan warga Nagari Taram. Bagi sebagian warga nagari Sita­nang belum akan bermanfaat secara lang­sung, karena be­lum ada jalan yang memadai ke lokasi jembatan,” ujar beberapa masyarakat Jorong Batu Ka­bau yang tak mau disebutkan jatidirinya di jorong se­tem­pat, Sabtu lalu. (h/zkf)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]