KAPTEN JADI TERSANGKA

Kapal Pukat Harimau Ditangkap di Mentawai


Senin, 10 Oktober 2016 - 02:28:39 WIB
Kapal Pukat Harimau Ditangkap di Mentawai Kapal Pukat Ikan KM Cahaya Nauli diperksa polisi di pelabuhan Tuapejat.

Mentawai, Haluan — Kapal pukat ikan Muaro Nami, KM. Cahaya Nauli 02 GT nomor 257/ S. 69 yang memi­liki awak 15 orang ditangkap oleh Pol Air Mentawai. Hal tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat pada hari Sabtu lalu (1/10) atas aksi penangkapan ikan meng­gu­nakan Pukat ikan yang dilarang pemerintah.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat kami langsung menuju lokasi dan memang melihat langsung adanya kapal yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan laut Dusun Sao, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan,” terang Kapolres Mentawai, AKBP, Hasanuddin melalui Kasat Polair, Ipda, Budi Setia­wan, kepada wartawan, Ming­gu, (9/10) di pos Pol Air Tuapeijat.

Dia mengatakan saat itu kapal tersebut langsung giring ke tuapeijat, semua dokumen kapal serta barang bukti lainnya diserahkan ke satreskrim guna melakukan pemeriksaan

Sementara itu terpisah, Kasat Reskrim AKP Kaspi Darmis saat ditemui di ruang kerjanya men­jelaskan, setelah seminggu pe­meriksaan terha­dap anak kapal ikan Cahaya Nauli dan kami menetapkan kapten kapal, Sal­man Farisi Duha (46), sebagai tersangka ilegal fishing karena terbukti menggunakan pukat muroami yang dilarang pe­merintah serta paling ber­tang­gung jawab dika­pal. Sementara anak buah kapal lainnya dija­dikan saksi, “ terangnya

Lebih lanjut dikatakannya, untuk sementara Salman dijerat melanggar UU no 45 tahun 2009 tentang perikanan pasal 85 serta pasal 98. Dimana pasal 85 menerangkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memiliki, menguasai, mem­bawa dan/atau menggunakan penang­kapan ikan atau alat bantu penangkapan ikan yang meng­gangu dan merusak ke­ber­langsungan sumberdaya ikan dipenangkap ikan di wila­yah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia seba­gai­mana dimaksud pasal 9di­pidana dengan pidana pen­jara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2.000.000.000.

Selanjutnya berdasarkan Permen Kelautan dan Pe­rika­nan No 02/ permen KP/2011 bahwa alat tangkap muronami dilarang beroperasi diwilayah jalur penangkapan ikan dan semua WPP-NRI. Sementara pasal 98, nakhoda kapal peri­kanan yang tidak memiliki surat persetujuan berlayar (SIB) sebagaimana dimaksud pasl 42 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp. 200 juta. “ Berdasarkan keterangan para saksi dan pengakuan tersangka bahwa kapal tersebut melakukan ope­rasi pelayarannya dengan tidak mempunyai surat persetujuan berlayar.  (h/mg-red)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 November 2019 - 14:12:08 WIB

    Kapal Banawa Nusantara 88 Masih Bersandar di Muaro Tiram Pariaman

    Kapal Banawa Nusantara 88 Masih Bersandar di Muaro Tiram Pariaman PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Sudah lebih sebulan kapal motor 35 Gt dari Kemenhup untuk Kota Pariaman masih bersandar di dermaga. Lokasi sandarnyapun sudah dua kali berpindah..
  • Jumat, 08 November 2019 - 21:32:56 WIB

    Kapal Banawa Nusantara Belum Juga Beroperasi

    Kapal Banawa Nusantara Belum Juga Beroperasi PARIAMAN,HARIANHALUAN.COM - Kapal Banawa Nusantara hibah dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut, untuk Kota Pariaman sudah lebih 10 hari sandar di dermaga Pulau Angso Duo Pariaman. Sampai saat ini, kapal tersebu.
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 10:57:00 WIB

    Keren, Kapal Banawa Sudah Sampai di Kota Pariaman

    Keren, Kapal Banawa Sudah Sampai di Kota Pariaman PARIAMAN,HARIANHALUAN.COM - Kapal Banawa Nusantara untuk Kota Pariaman bantuan hibah dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut, posisi perjalananya sudah sampai di lampung, Selasa (15/10) ..
  • Kamis, 10 Oktober 2019 - 15:36:17 WIB

    Kapal Banawa Nusantara Segera Sampai di Kota Pariaman

    Kapal Banawa Nusantara Segera Sampai di Kota Pariaman PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kapal Banawa Nusantara hibah dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut, sudah berlayar menuju Kota Pariaman..
  • Senin, 30 September 2019 - 12:28:40 WIB

    Kapal Bantuan Kemenhub Akan Bersandar di Angso Duo

    Kapal Bantuan Kemenhub Akan Bersandar di Angso Duo PARIAMAN,HARIANHALUAN.COM - Satu unit bantuan Kapal dari Kementerian Perhubungan untuk Kota Pariaman, diperkirakan minggu pertama Oktober 2019, sandar di dermaga apung Pulau Angso Duo Kota Pariaman..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM