Marak Di Perairan Pessel, Pengunaan Pukat Harimau Harus Ditindak


Senin, 10 Oktober 2016 - 02:29:30 WIB

PADANG, HALUAN — Anggota DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pesisir Selatan-Mentawai, Syaiful Ardi meminta pihak terkait menindak tegas peng­gunaan pukat harimau dalam penangkapan ikan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Selain melanggar aturan, penggunaan pukat harimau dinilai telah merugikan nelayan tradisional. Apalagi ini terjadi di daerah yang notabene kam­pung Wakil Gubernur, Nasrul Abit.

Syaiful Ardi, Minggu (9/10) menuturkan, karena pe­nangkapan ikan dengan pukat harimau oleh nelayan pe­ngu­saha, mata pencaharian nelayan tradisional di dua kecamatan, di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjadi terancam.

Disebutnya, nelayan yang dirugikan karena adanya peng­gunaan pukat harimau tadi tersebar di nagari Sungai Pinuh, Punggasan, Aia Haji dan be­berapa nagari yang lain.

“Nagari-nagari tadi masuk dalam Kecamatan Ranah Pe­sisir dan Linggo Sari Baganti, Ka­bupaten Pessel,” ucap Syai­ful.

Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Hanura ini me­ma­parkan, sebelumnya pen­da­patan nelayan tradisional di dua kecamatan tersebut bisa men­capai Rp300 ribu perhari. Namun, sekarang untuk meng­hasilkan Rp50 ribu perhari saja mereka begitu kesulitan. Peng­gunaan pukat harimau telah membuat ikan-ikan kecil sudah didapat.

Hal ini berlangsung sekitar dua tahun belakangan. Yang menggunakan pukat harimau umumnya nelayan pengusaha dengan peralatan lengkap. Syaiful sangat menyayangkan persoalan ini. Ini karena ma­syarakat setempat hanya me­ngan­dalkan profesi sebagai nelayan untuk menghidupi keluarga mereka.

Jumlah nelayan tradisional pada dua kecamatan tadi juga tidaklah sedikit. Meski tak menyebut angkanya secara pasti, dikatakan Syaiful mereka mencapai ribuan.

Agar tidak berlarut, pi­haknya meminta pemerintah Kabupaten Pessel turun tangan.

“Tindak tegas mereka yang menggunakan pukat harimau dalam menangkap ikan. Ini sudah begitu menjadi keluhan bagi nelayan, saya sendiri juga telah menyampaikannya dalam rapat paripurna DPRD bebe­rapa waktu lalu,” ujar Syaiful.

Tak hanya pemkab Pesisir, ia meminta provinsi turut andil mencegah persoalan yang ada.

Khususnya untuk Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Ia berharap Wagub turut me­ngambil tindakan guna meng­­hentikan aktivitas pe­nangkapan ikan yang meru­gikan nelayan kecil tersebut.

“Seperti kita ketahui, Pessel adalah kampungnya bapak wakil gubernur. Saya berharap beliau bisa turun mengatasinya. Sudah jelas juga dalam aturan pusat, penggunaan pukat ha­ri­mau sangat dilarang,” pung­kasnya.

Anggota Komisi II DPRD Sumbar bidang ekonomi, Ar­miati mengatakan agar tidak merugikan masyarakat pe­merintah memang harus ber­peran mengasi ini. Dinas ke­lautan dan perikanan ka­bu­paten kota diminta turun me­nelusuri persoalan.

“Jika ditemukan, aturan tegas memang harus dite­rap­kan. Pusat sudah melarang, tugas kita di daerah untuk membuat aturan itu berjalan,” tegas Armiati.

Terkait hal ini, Peraturan Menteri Kelautan dan Pe­rikanan RI No 2 tahun 2015 me­nye­butkan, penggunaan pukat ha­rimau dilarang. Pukat harimau dinilai bisa merusak populasi ikan dan ekosistem biota laut yang lain. Saat po­pulasi ikan terganggu, nelayan akan sulit mendapatkan ikan pada masa-masa mendatang. (h/len)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 26 Desember 2019 - 12:33:28 WIB

    Maraknya Penambangan Ilegal Tantangan Serius Sumbar, KKI-Warsi: Perhutanan Sosial Solusinya!

    Maraknya  Penambangan Ilegal Tantangan Serius Sumbar, KKI-Warsi: Perhutanan Sosial Solusinya! PADANG,HARIANHALUAN.COM-Deforestasi masih menjadi momok dan tantangan bagi pengelolaan sumber daya alam dan kawasan hutan berkelanjutan. Perhutanan Sosial  adalah solusinya. .
  • Rabu, 09 Oktober 2019 - 16:25:37 WIB

    Semarak HAB Kabupaten Solok Mulai Menggema

    Semarak HAB Kabupaten Solok Mulai Menggema AROSUKA, HARIANHALUAN.COM — Kemeriahan peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-74 mulai menggema di Kabupaten Solok. Sinyalemen itu terungkap dengan telah ditabuhnya serangkaian kegiatan perlombaan yang digelar men.
  • Kamis, 12 September 2019 - 17:02:48 WIB

    Parkir Liar Mulai Marak di Kota Solok

    Parkir Liar Mulai Marak di Kota Solok SOLOK, HARIANHALUAN.COM – Parkir liar juga menjamur di Kota Solok. Beberapa kawasan yang bukan tempat parkir sesuai ditentukan Surat Keputusan (SK) Walikota Solok malahan dijadikan parkir liar sehingga banyak dana parkir ya.
  • Rabu, 11 September 2019 - 15:44:55 WIB

    Pukat Harimau Mulai Marak di Pessel

    Pukat Harimau Mulai Marak di Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Seperti tak pernah jera, belasan Pukat Harimau diperairan laut Kecamatan Linggosaribaganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, kembali beroperasi hingga kini..
  • Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:35:09 WIB

    Aksi Pukat Harimau Kembali Marak di Pessel

    Aksi Pukat Harimau Kembali Marak di Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Seperti tak pernah jera, keberadaan pukat harimau di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali marak di daerah itu. Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah, khususnya ne.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]