Kamer Sodomi Anak Bawah Umur


Senin, 10 Oktober 2016 - 02:45:24 WIB

PADANG, HALUAN — Kasirun alias Kamer (33) diamankan Polsek Koto Tangah, Jumat (7/10) sore sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang.

Pria paruh baya ini ditangkap tim opsnal reskrim Polsek Koto Tangah yang dipimpin Kanit Reskrim, AKP M. Nali tidak jauh dari tempat tinggalnya di kawasan Padang Sarai, Koto Tangah, setelah yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap seorang laki-laki dibawah umur, sebut saja namanya Elang (17).

“Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengajak korban ke rumahnya,” ucap Kapolsek Koto Ta­ngah, Kompol Jon Hendri didampingi Kanit Reskrim, AKP M. Nali kepada Haluan, Sabtu (8/10).

Informasi yang dihimpun Haluan, diduga pelaku telah melakukan tinda­kan pelecehan seksual berulang kali kepada korban hingga akhirnya ke­luarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Koto Tangah, Kamis (6/10) lalu dengan nomor laporan : LP/626/K/VIII/Sektor Koto Tangah tanggal 6 Agustus 2016.

Jon Hendri menduga bahwa pelaku dalam melakukan aksinya tersebut memegang anggota tubuh korban. “Saat ini kami sudah mengetahui hasil visum secara lisan bahwa pelaku memang telah melakukan pelecehan secara seksual kepada anak di bawah umur. Namun kami masih menunggu hasil visum secara tertulis dari rumah sakit,” tutur mantan Kapolsek Padang Timur ini.

Saat ini pelaku sudah dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kepoli­sian. Jika terbukti nantinya, pelaku terancam akan dijerat dengan pasal 76 E junto 82 Undang-Undang Re­publik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak, dan pasal 81 ayat 2 junto 76 e junto 82 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

“Peran orang tua dan anak sangat penting untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dimulai dari bentuk perhatian, pengawasan, dan kontrol kepada anak. Anak harus berani mengatakan tidak ketika menerima ajakan orang lain. Itu harus ditanamkan sejak dini, terlebih kepada orang yang tidak dikenal,” himbaunya.

Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur bukan sekali ini saja terjadi di Kota Padang. Parahnya lagi pelaku mencabuli dua anak yang masih berusia lima hingga enam tahun. Adalah R (46), warga Gang Bandes RT 02 RW 04 Kelurahan Rawang Barat, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang yang menjadi pelaku pemerkosaan terhadap dua bocah perempuan berinisial I (5,5) dan N (6), yang belakangan meru­pakan tetangga pelaku.

Korban sendiri sudah lama melakukan tindakan asusila terse­but, terutama kepada korban I. Kasus ini terungkap berkat lapo­ran dari teman korban I dan N yang berinisial D yang mence­ritakan kejadian ini kepada te­man-temannya yang lain. Keluar­ga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsekta Pa­dang Selatan dengan nomor lapo­ran :STBLP/226/K/V/2016/Sek­tor Padang Selatan tanggal 4 Mei 2016.

Sosiolog, Erian Joni saat dihubungi Haluan menilai, pela­ku sudah dikategorikan kepada masyarakat anomi. Masyarakat anomi yaitu masyarakat yang sudah tidak lagi memperhatikan batas norma, adat, hukum, mau­pun agama.

“Orang yang seperti itu tidak lagi peduli pada batas diri, hanya berdasarkan hasrat diri dan masuk ke dalam kategori degradasi moral, tidak punya standar kewa­jaran norma,” kata Erian.

Menurutnya, ada dua faktor yang menyebabkan seseorang menjadi seperti itu. “Pertama, dari diri pelaku sendiri yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Kedua adalah dari luar diri pelaku, dimana kontrol sosial lemah, pengaruh lingkungan, dan juga pengaruh arus media sosial yang belakangan ini sangat masif, bebas, dan deras,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Dosen di UNP ini, orang tua mempunyai peranan penting atas perilaku sang anak.  “Orang tua harus bisa membangun hubungan yang in­tens dan harmonis demi perkem­bangan sang anak agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah, dan juga harus bisa mengi­kuti perkembangan zaman,” tam­bahnya.

Ia juga menilai, tindakan yang diambil oleh keluarga korban sudah tepat dan merupakan huku­man yang harus diterima oleh pelaku perbuatan amoral ataupun asusila.

“Tindakan keluarga saya nilai sudah tepat, namun jangan sam­pai ada tindakan kekerasan, kare­na kekerasan hanya akan menim­bulkan masalah yang baru, dan akan meng­hilangkan substansi permasalahan,” tandas Erian. (h/mg-adl)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 Januari 2019 - 19:35:26 WIB

    Tersangka Pencuri Kamera Diciduk Polsek Padang Utara

    Tersangka Pencuri Kamera Diciduk Polsek Padang Utara PADANG, HARIANHALUAN.COM-Satreskrim Polsek Padang Utara mengamankan Riki (36) tersangka pelaku tindak pencurian, di Del Studio, Jalan Gadah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, pada Minggu (13/1) sekitar .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]