Bunuh Diri Bukan Solusi


Selasa, 11 Oktober 2016 - 02:01:44 WIB

Orang hidup pasti mengalami masalah. Habis masalah yang satu datang lagi masalah yang lain. Begitulah kehidupan kita di dunia, tak selalu berjalan mulus.

Ibarat jalan, ada jalan beraspal ada jalan tanah, jalan berbatu, jalan berkerikil dan sebagainya. Ada pendakian dan ada pula penurunan, ada jalan mendatar. Begitu pulalah kira-kira hidup kita ini, bervariasi.

Hidup akan terasa senang bila kita pernah mengalami susah. Nikmat sehat akan terasa bila kita pernah mengalami sakit. Semuanya akan ada hikmahnya bila kita mampu menjalaninya dengan ikhlas.

Masalah-masalah yang kita hadapi mes­tilah dijalani dengan sabar. Kita tak boleh berputus asa. Apalagi mengambil jalan pintas, mengakhiri hidup dengan cara yang tidak wajar seperti bunuh diri.

Beberapa kejadian bunuh diri dengan cara gantung diri terjadi di Sumatera Barat. Kasus teranyar terjadi di Kabupaten Agam dan Sijunjung.  Pelaku bunuh diri di Agam adalah wanita beranak dua berumur 36 tahun, sementara di Sijunjung pelakunya adalah seorang ayah berumur 58 tahun.

Menurut Emil Durkheim, salah satu pe­nyebab bunuh diri karena   melemahnya atau terlepasnya individu dari ikatan sosial. De­ngan demikian, individu yang tidak terin­tegrasi akan cenderung melakukan bunuh diri. Tingkat bunuh diri secara signifikan dipengaruhi oleh lemahnya ikatan keaga­maan, keluarga, dan dalam komunitas politik.

Krisis ekonomi berperan dalam pening­katan jumlah angka bunuh diri. Hal ini dipahami, karena adanya ketakutan atas ketidakpastian hidup terkait sulitnya peme­nuhan butuhan-kebutuhan dasar.

Apapun alasannya, kita tentunya prihatin dengan kejadian bunuh diri ini. Bunuh diri meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Bunuh diri jelas sangat mengganggu perkembangan mental anak-anak mereka.

Akhir-akhir ini bunuh diri pada anak dan re­maja semakin meningkat jumlahnya. Fak­tor bunuh diri di kalangan anak muda ini, seperti karena kegagalan di sekolah, tekanan da­ri orangtua untuk mendapatkan prestasi se­kolah yang terlalu tinggi, dan masalah kon­flik personal. Akhirnya menga­lami depresi.

Islam jelas melarang umat mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Hidup dan mati itu ada di tangan Allah SWT. Karena itu, kasus bunuh diri ini mesti ditekan. Ulama, keluarga dan  tetangga sekeliling  sangat berperan untuk bisa mencegah terjadinya kasus-kasus bunuh diri ini.

Masyarakat perlu berupaya bertindak dan peka untuk mencegah segala aksi bunuh diri, terutama tugas ini ada pada keluarga dan saudara kerabatnya.

Dengan kerja sama antar lingkup tersebut yang dilakukan dengan baik, maka angka bunuh diri akan bisa ditekan. Apabila didapati seseorang yang mengalami kesedihan, penurunan aktivitas sehari-hari, kecemasan, rasa resah, bingung dan semacamnya, termasuk juga sulit tidur, maka saatnya orang-orang di sekelilingnya memberikan perhatian yang lebih padanya.

Ulama dalam memberikan pengajian di masjid-masjid diharapkan mengupas ten­tang bunuh diri. Dengan memberikan penjelasan-penjelasan kerugian yang bakal diderita oleh pelaku bunuh diri di akhirat kelak,  mudah-mudahan bisa mencegah terjadinya bunuh diri. (*)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 13 Januari 2020 - 11:28:24 WIB

    Upaya Nurani Menekan Keinginan Bunuh Diri

    Upaya Nurani Menekan Keinginan Bunuh Diri Perempuan sebagai orang tua tunggal (single parent) begitu rentan tertimpa masalah kejiwaan. Ketidaksiapan materi dan nonmateri membuat ia mudah termakan pengaruh dari luar. Tak jarang, ia terjebak dalam komunikasi bermodus k.
  • Senin, 25 Januari 2016 - 03:54:22 WIB

    Kelompok Islam Radikal dan Pengantin Bom Bunuh Diri

    Kelompok Islam Radikal dan Pengantin Bom Bunuh Diri Ada dua sebutan me­narik yang muncul da­lam pem­beritaan ten­tang aksi teror di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu, yakni kelompok Islam radikal dan pengantin bom bunuh diri. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]