PERTEMPURAN KELOMPOK BERSENJATA DI KUNDUS

32.000 Warga Afghanistan Mengungsi


Rabu, 12 Oktober 2016 - 01:06:22 WIB
32.000 Warga Afghanistan Mengungsi Asap membubung setelah serangan bom mobil terjadi di Provinsi Kunduz, Afghanistan, Selasa (10/2). PBB menyebut lebih 32.000 warga mengungsi akibat pertempuran di Kunduz.

NEW YORK, HALUAN — Kantor Per­seri­ka­tan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) melaporkan bahwa lebih dari 32.000 orang melarikan diri dari Kunduz di Afghanistan Utara, tempat pertempuran antara kelompok bersenjata dan pasukan pemerintah memasuki hari kedelapan pada Senin (10/10).

Laporan awal me­ngin­di­kasikan lebih dari 32.400 orang telah meninggalkan Kunduz dan tiba di Taloqan, Kabul, Pul-e-Khumri, dan Mazar-i-Sharif, kata Juru Bicara PBB Stephane Du­jar­ric dalam taklimat harian di Markas Besar PBB di New York.

Baca Juga : Kasus Positif dan Kematian Covid-19 di Pakistan Tembus Rekor

“Jumlah ini tampaknya akan bertambah.”

“Orang-orang mem­bu­tuh­kan tempat berlindung, makanan, air, sanitasi, ke­se­hatan dan dukungan medis,” kata Dujarric sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Baca Juga : Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun, Usai Ancam Bunuh Kamala Harris

Di dalam Kunduz, me­nu­rut dia, kondisi kemanusiaan makin memprihatinkan, pas­o­kan air dan listrik telah terputus selama lebih dari satu pekan dan pasokan ma­kanan langka.

Anggota Taliban dalam tindakan mengejutkan mere­but beberapa wilayah yang secara strategis penting bagi Kota Kunduz, ibu kota Pro­vinsi Kunduz, di Afghanistan Utara, di sepanjang per­batasan dengan Tajikistan, pada 3 Oktober, memaksa banyak keluarga mening­gal­kan medan tempur untuk mencari tempat lebih aman.

Baca Juga : Ikuti Langkah AS, Giliran Ceko Usir 18 Diplomat Rusia

Pertempuran ber­kepan­jangan itu juga telah me­reng­gut banyak nyawa warga sipil dalam delapan hari terakhir dan pasukan pemerintah belum merebut kembali kota penting di wilayah Afgha­nistan Utara itu.

Anggota Taliban dalam dua bulan terakhir mening­katkan operasi dan per­tem­puran sengit terus ber­ke­camuk di Provinsi Kunduz, Farah serta Helmand. (h/ant)

Baca Juga : Sempat Mengaku Capai Herd Immunity, India Kini Diterjang 'Tsunami' COVID-19

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]