Waroeng Djawa Timur, Menjaring Perantau Jawa Lewat Selera


Rabu, 12 Oktober 2016 - 01:10:06 WIB
Waroeng Djawa Timur, Menjaring Perantau Jawa Lewat Selera Waroeng Djawa Timoer hadir memenuhi kerinduan orang Jawa yang ada di Kota Padang, Selasa (11/10). Aneka menu khas Jawa Timur yang disajikan, diyakini sangat menggoda pelanggan untuk datang lagi. (RAHMA UTAMI)

PADANG, HALUAN — Belakangan ini, hobi masyarakat berburu kuliner, benar-benar menjadi surga bagi para pelaku bisnis makanan. Pasalnya, masyarakat tak segan-segan menghabiskan uangnya, memanjakan lidah dengan menikmati aneka menu dari seluruh nusantara hingga mancanegara.

Para pelaku bisnis ini pun berlomba-lomba dengan me­m­buka kafe. Yang mereka sasar tak hanya kawula muda, tetapi juga warga yang suka menghabiskan waktu ber­sama keluarga dengan makan di luar. Pebisnis kuliner ini tampil dengan keunggulan masing-masing guna menarik minat kawula muda ini, se­perti aneka menu yang disaji­kan makanan hingga  tam­pilan kafe.

Rata-rata menu pada be­be­rapa tempat makan hampir makan. Namun, berbeda dengan sajian Samrozi, pe­milik Waroeng Djawa Tim­o­er di Jalan Ujung Gurun No.81, Padang. Ia membuka warung dengan menu an­da­lan makanan khas Jawa Ti­mur (Jatim).

“Saya membuka warung makanan khas Jawa Timur ini karena saya orang Jatim. Selain itu juga untuk pengo­bat rasa rindu orang Jawa terhadap makanan di kam­pungnya,” terang Samrozi.

Waroeng Djawa Timoer belum lama beroperasi. Di­res­­mikan oleh Wakil Wali­kota Padang, Emzalmi pada 26 September 2016 lalu.

Ayu (28), kasir di kafe ini mengatakan, untuk pe­ngun­jung memang belum terlalu banyak karena baru dibuka dan masyarakat Minang juga belum terbiasa dengan rasa makanan khas Jatim ini.

“Dalam sehari hanya ada 10 hingga 15 orang pe­lang­gan saja yang datang. Rata-rata pengunjung yang datang me­mang orang Jawa,” tuturnya.

Makanan yang paling banyak dicari pelanggan adalah rawon yang dijual dengan harga Rp17 ribu satu porsi dan aego pecel Rp15 ribu. Rawon ini dibuat meng­guna­kan rempah-rempah, salah satunya kluwek yang membuat kuah rawon men­jadi hitam. Selain itu juga ada soto madura, soto daging dan soto ayam yang dibandrol dengan harga Rp17 ribu.

Ia juga menjelaskan ka­rena belum terlalu banyak pelanggan, maka omzet Wa­roeng Djawa Timoer pun juga tidak banyak.

“Omzet yang didapat hanya cukup untuk ope­rasio­nal saja,” jelasnya.

Karena tempat yang tidak terlalu besar, Ayu menutur­kan makanan yang ada di Waroeng Djawa Timoer di­masak di Tabing oleh Su­warti, asli dari Jawa Timur.

Untuk menarik minat pengunjung, mulai Selasa (11/10), Waroeng Djawa Timoer menyajikan menu baru yaitu dawet ayu dengan harga Rp6 ribu satu porsi. Selain itu untuk kedepannya kafe ini berencana me­nam­bah menu baru seperti rujak cingur yang juga makanan khas Jawa Timur. (h/mg-rma)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]