MENUNGGU APBD PERUBAHAN

Pengerjaan Los Ikan Terbengkalai


Rabu, 12 Oktober 2016 - 01:39:22 WIB
Pengerjaan Los Ikan Terbengkalai Pembangunan los ikan di Pantai Padang masih terbengkalai, Selasa (11/10).Pengerjaan menunggu cairnya dana APDB Perubahan. (MELATI OKTAWINA)

Padang, Haluan — Kondisi los ikan di tepi Pantai Padang masih terbengkalai. Belum terlihat lagi ada pengerjaan me­lan­jutkan penyelesaian pembangunan.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Padang Zalbadri me­nyatakan pengerjaan akan dilanjutkan dalam waktu dekat ini.

Saat sekarang masih me­nunggu dana pada perubahaan APDB tanggal 14 Oktober. Anggaran yang diajukan adalah sekitar Rp200 juta.

Uang tersebut akan diper­gunakan untuk kelanjutan pembangunan berupa pe­ma­sangan keramik dan meja un­tuk pedagang.

Los ikan ini akan ditempat oleh 30 pedagang yang berju­alan di sepanjang Pantai Pa­dang dimulai dari Jalan Hang­tuah.

“Akhir Desember los ikan sudah bisa ditempati oleh pedagang. Meskipun pe­nger­jaan belum total selesai namun sudah bisa untuk ditempati,” ucap Zalbadri pada Haluan Selasa (11/10).

Menurut Zalbadri hingga saat sekarang ini pengerjaan baru mencapai 30 persen. Dan telah menghabiskan dana Rp­300 juta. Target penyelesaian adalah April 2017, yang mem­butuhkan dana sekitar Rp1 miliyar.

Nantinya desain dari los ikan akan dibuat menarik, dengan adanya perencanaan model kapal pada atapnya. Hal ini dilakukan agar los ikan dapat menarik wisatawan un­tuk berbelanja.

Selain itu dirinya menya­takan tujuan untuk pem­ba­ngunan los ikan ini adalah agar para pedagang ikan di Pantai Padang tertata rapi. Dan sekitar 80 nelayan tidak perlu jauh-jauh untuk menjual hasil tang­kapannya.

“Desainnya nanti tidak akan menutup pemandangan ke arah pantai. Jadi pem­bangunan los ikan ini tidak akan mengurangi keindahan dari Pantai Padang,”ucapnya.

Selain itu, Ketua Asso­ciation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Indonesia Asnawi Bahar menyatakan ada baik, dan buruknya mengenai pem­bangunan los ikan di tepi laut.

Baiknya adalah masyarakat tetap tidak tercabut dari akar­nya dan tidak dijauhkan dari hak memperoleh perkem­ba­ngan pembangunan ekonomi. Namun buruknya apabila nanti perkembangan lebih besar industri pariwisatanya akan sulit untuk menatanya.

Dalam pembangunan kios ikan ini yang terpenting dila­kukan oleh pihak pemerintah Kota Padang agar tidak me­rusak pariwisata Kota Padang adalah dengan penataan yang baik dengan desain bangunan yang menarik dan menjaga kebersihan.

“Selain itu tentu penga­wasan tentang kebersihan harus betul-betul terjaga agar tidak mengurangi nilai-nilai dari pariwisata itu sendiri.

Terakhir yang boleh diizin­kan berdagang ikan di sana hanya masyarakat sekitar saja dan terdaftar agar mudah me­ngaturnya,” ucap Asnawi Ba­har.

Asnawi Bahar juga menya­takan bahwa pembangunan los ikan secara langsung tidak ada hubungannya dengan pa­riwi­sata. Namun tidak langsung pariwisata menggerakkan pere­konomian masyarakat dengan efek berganda.

Sementara itu Rini masya­rakat yang berkunjung ke Pantai Padang menyatakan setuju saja mengenai pem­bangunan los ikan di pinggir Pantai Padang. Sebab pem­bangunan, bisa menata pe­dagang ikan yang berjualan di sepanjang pantai.

“Semoga pedagang tertata dengan adanya pembangunan los ikan ini,”ucap Rini.

Jika pun pembangunan los tetap dilanjutkan Rini berharap agar bisa meningkatkan pere­konomian dari warga sekitar, dan tentunya kebersihan selalu dijaga. (h/mg-mel)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 12 Agustus 2019 - 16:55:35 WIB

    Sidak Pengerjaan Trotoar, Hendri Septa: PKL Dilarang Berjualan di Trotoar

    Sidak Pengerjaan Trotoar, Hendri Septa: PKL Dilarang Berjualan di Trotoar PADANG, HARIANHALUAN.COM - Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa menegaskan, trotoar hanya untuk pejalan kaki dan penyandang dissabilitas. Ia melarang tegas jika trotoar disalahgunakan seperti untuk Pedagang Kaki Lima (PKL)..
  • Kamis, 12 Oktober 2017 - 05:26:37 WIB
    SUDAH RAMPUNG 87 PERSEN

    Pengerjaan Pedestrian Permindo Terkendala PKL

    Pengerjaan Pedestrian Permindo Terkendala PKL PADANG,HALUAN—Memasuki enam bulan pengerjaan drainase dan trotoar di Pasar Raya Padang yang digunakan sebagai tempat pedestrian mencapai 87 persen. Hingga saat ini pengerjaan telah mencapai Jalan Permindo..
  • Selasa, 26 September 2017 - 03:13:12 WIB
    SELESAI AKHIR DESEMBER

    Pengerjaan Pedestrian Capai 28%

    Pengerjaan Pedestrian Capai 28% PADANG, HALUAN—Pengerjaan pedestrian berupa trotoar dan drainase di Jalan M. Yamin di Pasar Raya Padang telah mencapai 28 persen. Saat ini, pengerjaan masih terus berlangsung hingga ke Jalan Hangtuah..
  • Jumat, 17 Februari 2017 - 08:57:01 WIB

    Pengerjaan Bypass Sisakan Empat Titik

    Pengerjaan Bypass Sisakan Empat Titik PADANG, HALUAN - Dari 21 titik pengerjaan jalur Padang Bypass yang masih terbengkalai hingga saat ini masih tinggal empat titik lagi. Meski demikian, target (27/2) dirasa masih bisa dikebut penyelesaiannya..
  • Rabu, 30 November 2016 - 01:08:10 WIB

    Pengerjaan Pasar Siteba Dikebut

    PADANG, HALUAN — Pengerjaan Pasar Siteba mulai dikebut dengan target waktu 50 hari dengan anggaran Rp825 juta. Dimulainya pengerjaan pasar Siteba memberikan kelegaan kepada pengendara jalan karena akan me­ngu­rangi kemace.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]