Minang Mart Bakal ‘Matikan’ Usaha Kecil


Rabu, 12 Oktober 2016 - 01:51:12 WIB
Minang Mart Bakal ‘Matikan’ Usaha Kecil

PADANG, HALUAN — Keberadaan Mi­nang Mart dengan konsep menggandeng pemodal besar, diprediksi bakal ‘mema­tikan’ pedagang tradisionil dan retail kecil. Ditambah lagi pedagang besar dengan konsep swasta murni, juga difasilitasi pemerintah, akan mempercepat kolapsnya usaha kecil.

 

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Padang M Yani pada Haluan, Selasa (11/10) di Padang. Yani menilai pengoperasian Minang Mart yang direncanakan mulai Oktober 2016 ini tidak sesuai dengan konsep awal yang dicanangkan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

 

“Tampilnya PT. Retail Mo­dern Minang (RMM) dalam pe­ngelolaan Minang Mart, ada Indikasi Kongkalingkong Peme­rintah Daerah dengan pihak swasta,” ujar M Yani. 

 

Dijelaskan, konsep awal pro­gram Minang Mart adalah untuk mendidik pedagang atau Retail (minimarket) kecil yang dibantu modal oleh tiga BUMD. Namun dalam perjalannya, konsepnya berubah seperti sistem Franchise. Kalau sistem franchise, orang yang memiliki modal meski be­lum berpegalaman berdagang, akan difasilitasi untuk menda­patkan bagian dalam Minang Mart. Kon­disi ini jelas akan mempersempit ruang gerak retail kecil.

 

“Konsep awalnya, pedagang tradisional dan retail kecil dibina dan diberi modal dalam Minang Mart. Ini sangat bagus karena akan mendongkrak pereko­no­mian dan dunia wirausaha di Sumbar, khususnya Kota Padang. Karena itu kami mendukung kehadiran Minang Mart. Entah kenapa, saat akan dilaunching seperti sekarang ini, konsepnya malah berubah seperti sistem Franchise. Otomatis akan banyak retail yang tumbuh seperti jamur di musim hujan. Ini ada apa sebenarnya?, kenapa konsep ma­lah berubah di tengah jalan. Apalagi disaat Minang Mart akan dilaunching,” tegas M Yani.

Yani memastikan, konsep Minang Mart yang menggandeng PT RMM ‘mematikan’ para retail dan pedagang tradisional baik itu yang kecil maupun yang besar. “Jika Minang Mart tetap dipak­sakan dengan menggandeng swas­ta, dipastikan akan timbul per­soalan baru. Banyak pedagang dan pengusaha yang bangkrut. Ditam­bah lagi sampai sekarang tidak ada payung hukum yang mengatur tentang retail,” Jelas M. Yani.

Senada, Manager Bigmart Ismanto menyampaikan, kekha­watiran para pengusaha retail dan pedagang tradisional sangat berala­san. Jika ada pihak swasta yang bergandengan tangan dengan Pemerintah, akan terjadi per­saingan yang tidak sehat.

“Jika pihak swasta itu ingin masuk ke Sumbar, silahkan. Teta­pi jangan menggandeng peme­rintah. Pasti akan terjadi per­saingan bisnis yang tidak sehat,” kata Ismanto.

Pemilik Dayu Mart, Dayus­man juga berpikiran sama. Dia menilai konsep Minang Mart yang akan dihadirkan di Sumbar ini tidak jauh dengan konsep Indomaret dan Alfamart yang sebelumnya ditentang masuk ke Sumbar. Jika tetap dipaksakan, banyak usaha masyarakat yang akan mati. Bahkan retail modern yang telah tiga pintu, bisa tergeser.

“Lihat saja nanti jika Minang Mart tetap dipaksakan beroperasi dengan konsep seperti franchise ini. Akan banyak usaha waralaba tradisional, kecil dan menengah yang akan mati. Termasuk UMKM. Bahkan Koperasi tidak akan dilirik lagi. Termasuk retail modern saya yang sudah tiga pintu ini akan bergeser ke pinggiran kota,” kata Dayusman.

Anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Delma Putra me­minta Pemerintah Kota Padang tidak diam saja dengan penyim­pangan komitmen awal yang terjadi dalam mekanisme pelak­sanaan Minang Mart ini. Sebagai Kepala Daerah, harus peka me­ngambil sikap dan kebijakan yang pro-rakyat.

“Jika konsep Minang Mart seperti Franchise, Walikota Pa­dang harus menolak hadirnya Minang Mart. Pasalnya, tidak pro-rakyat dan mengancam kelang­sungan usaha banyak orang. Apalagi, Walikota komit dalam 10 program unggulannya untuk men­cip­takan 10 ribu pengusaha muda melalui UMKM,” kata Del­ma saat dikonfirmasi via seluler.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Padang, Afrizal BR mengaku sampai saat ini belum ada pihak Minang Mart mengajak koordinasi terkait pe­ngu­rusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk Minang Mart.

“IMB-nya saja belum jelas. Bisa jadi tempatnya sistem sewa. Hingga kini belum ada pihak Minang Mart berkoordinasi dengan Pemko Padang,” ungkap Afrizal.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan meskipun ada keter­libatan pihak swasta, namun ia tetap meyakini program Minang Mart yang diwacanakan berupa kolaborasi tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, inflasi di Sumbar sangat dipe­ngaruhi oleh pergolakan harga kelompok bahan pangan untuk itu hal ini bisa diantisipasi dengan program Minang Mart.

“Jika harga di Minang Mart stabil, sementara di pasar tinggi, masyarakat tentu beralih ber­belanja di Minang Mart. Oto­matis, harga pasar akan turun. Ini bisa mengendalikan laju inflasi. PT Grafika juga menjamin kita tetap bisa mengendalikan harga pada Minang Mart,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, terkait keterlibatan pihak swasta di dalamnya tidak akan mempe­ngaruhi konsep Minang Mart, karena PT. Grafika tetap memiliki andil didalamnya. BUMD yang ditunjuk sebagai pengelola, yaitu PT. Grafika, bisa menjaga harga bahan pangan itu tetap stabil, tidak terpengaruh harga pasar. Apalagi Minang Mart tidak bisa berjalan tanpa adanya modal yang cukup. Sementara, untuk PT. Grafika, DPRD Sumbar tidak bersedia memberikan tambahan penyertaan modal. “Ini adalah solusi yang harus dilakukan agar Minang Mart bisa berjalan,” ujarnya

Sementara itu Ketua Asosiasi Pedagang PMD & Kelontong Sumbar, Guspardi Gaus mendesak pemerintah untuk komit dalam melindungi usaha kecil dan menengah. Andaikan Minang Mart ini jadi beroperasi di Sum­bar, dipastikan semakin memb­eratkan persaingan bisnis pengu­saha lokal. Pasalnya, dibelakang Minang Mart ini ada Carefour untuk memback-up operasional­nya.  (h/mg-ang)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 05 Juni 2020 - 21:25:51 WIB

    Soal Pembuat Aplikasi Injil Berbahasa Minang, Begini Tanggapan MUI Padang

    Soal Pembuat Aplikasi Injil Berbahasa Minang, Begini Tanggapan MUI Padang HARIANHALUAN.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang Buya Duski Samad mengatakan pihak yang membuat kitab suci umat Nasrani, Injil dengan menggunakan bahasa Minangkabau hanya akan memicu konflik suku agama dan.
  • Ahad, 02 Februari 2020 - 22:09:30 WIB

    Siap-siap..! Bukit Barisan Gowes Ranah Minang Bakal Digelar

    Siap-siap..! Bukit Barisan Gowes Ranah Minang Bakal Digelar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dalam rangka menggelar kegiatan, Bukit Barisan Gowes Ranah Minang, yang dilaksanakan pada 22 Febuari 2020 mendatang. Korem 032/wirabraja tengah melakukan berbagai macam kesiapan, pasalnya kegiatan .
  • Kamis, 16 Januari 2020 - 10:25:41 WIB

    Pemko Padang Dorong Hotel Ciptakan Kreasi dan Inovasi Kuliner Khas Minangkabau

    Pemko Padang Dorong Hotel Ciptakan Kreasi dan Inovasi Kuliner Khas Minangkabau PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Kota Padang mengapresiasi langkah Hotel Grand Inna Padang bekerjasama dengan PT. Hotel Indonesia Natour (Persero) untuk mengembangkan dan memperkenalkan masakan khas Minangkabau yaitu de.
  • Senin, 21 Januari 2019 - 11:10:51 WIB
    TERKAIT NILAI INVESTASI

    Minang Mart Belum Masuk Hitungan

    Minang Mart Belum Masuk Hitungan PADANG, HARIANHALUAN.COM – Meski sudah memiliki izin usaha, namun Minang Mart masih belum terhitung sebagai investasi di Kota Padang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS.
  • Rabu, 28 November 2018 - 23:26:15 WIB

    Bundo Kandung Jaga Kelestarian Minangkabau

    Bundo Kandung Jaga Kelestarian Minangkabau PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wali Kota Padang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Dian Fakri memberikan apresiasi atas digelarnya lomba adat dan budaya Minangkabau yang diikuti antar bundo kanduang kelur.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]