MUI Akan Bekerja Sama Dengan Asbisindo Majukan Perbankan Syariah Sumbar


Kamis, 13 Oktober 2016 - 01:41:33 WIB

PADANG, HALUAN — Pertumbuhan perbankan syariah di Sumatra Barat (Sumbar) belum menggembirakan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sumbar sepakat bekerja sama untuk memajukan perbankan syariah di provinsi itu. Ketua MUI dan pengurus Asbisindo Sumbar sudah mengomunikasikan kerja sama tersebut beberapa kali.

Ketua MUI Sumbar, Gus­­­ri­zal Gazahar menga­ta­kan, ia te­lah menghubungi se­jum­­lah kepala cabang bank sy­a­riah di Sumbar yang meru­pa­­kan pengurus Asbi­sindo Sum­bar. Ia meng­klaim bah­wa ajakan untuk kerja sama ter­sebut ditang­gapi dengan ba­­ik meski belum dires­mi­kan.

Menurut Gusrizal, kerja sama ulama dengan Asbi­sindo penting dilakukan untuk mendorong perkem­bangan perbankan syariah. Kerja sama tersebut berupa sosialisasi kepada masya­rakat, pembekalan perihal perbankan syariah antara kedua belah pihak.

“Periode 2006 sampai 2010, di bawah kepemim­pinan Buya Nasrun Harun, MUI Sumbar bekerja sama dengan Asbisindo Sumbar. Kedua belah pihak intens melakukan sosialisasi me­nge­nai perbankan syariah kepada masyarakat. Namun, setelah itu, sosialisasi sema­kin berkurang dan belaka­ngan ini tak ada lagi. Karena itu, kami ingin memulai kerja sama itu lagi,” ujarnya kepada Haluan di Padang, Selasa (12/10).

Menurut Gusrizal, ku­rang­nya sosialisasi kepada masyarakat merupakan sa­lah satu penyebab lamban­nya perkembangan perban­kan syariah di Sumbar ka­rena banyak masyarakat yang ma­sih tidak mema­hami per­bankan syariah dan me­ng­anggap perbankan sya­riah sa­ma dengan perbankan kon­­vensional. Padahal, ke­dua perbankan tersebut jelas berbeda, misalnya tata cara operasionalnya. Tata cara operasional perbankan sya­riah berdasarkan nilai-nilai Islam.

Faktor lain yang menjadi penyebab belum meng­gem­birakannya perkembangan perbankan syariah di Sum­bar, kata Gusrizal, ialah belum adanya Dewan Sya­riah Nasional (DSN) di ting­kat provinsi.

“Saat ini, DSN hanya ada di pusat. Sejak Festival Eko­nomi Syariah 2006, saya sudah berkali-kali mengu­sulkan kepada MUI pusat agar DSN di bentuk di ting­kat provinsi dengan pengu­rus MUI provinsi sebagai pengurus. Namun, hingga kini belum juga terbentuk. Jika DSN ada di tingkat provinsi, lebih banyak ke­giatan yang bisa dilakukan MUI provinsi dengan bank-bank syariah. Jika tidak ada, MUI agar sulit bekerja sama dengan bank syariah karena tidak garis hubungan lang­sung dengan bank syariah,” tutur Gusrizal.

Mengenai sosialisasi perbankan syariah kepada masyarakat, menurut Gus­rizal, kegiatan itu lebih baik dilakukan oleh ulama dan ustaza ketimbang praktisi. Kalau dilakukan oleh prak­tisi, masyarakat menilainya seperti orang berdagang. Sementara apabila dila­ku­kan oleh ulama dan ustaz, penilaian seperti itu tak akan ada karena ulama mene­kankan nilai-nilai Islam.

Gusrizal menuturkan, untuk menyosialisasikan perbankan syariah kepada masyarakat, ulama dan ustaz harus memahami dulu ten­tang itu agar satu persepsi. Menurutnya, kadang ada ulama dan ustaz yang tidak memahami perbankan sya­riah sehingga salah menyam­paikannya. Akibatnya, ma­sya­rakat menganggap bank syariah sama saja dengan bank konvensional sehingga tak tertarik menggunakan bank syariah.

Ironisnya, kata Gusrizal, masih ada ulama dan ustaz yang belum memakai bank syariah. “Masih ada juga pengurus masjid dan pe­ngelola zakat yang mengum­pulkan dana di bank kon­vesional,” ucapnya.

Ia menambahkan, peran untuk memajukan perban­kan syariah bukan MUI saja, melainkan juga semua pi­hak, termasuk pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekretaris Asbisindo Sumbar, Imam Samekto mengatakan, pi­haknya menyambut baik ajakan kerja sama MUI Sum­bar tersebut.  Kerja sama ter­sebut bisa berbentuk pem­bekalan tentang pe­maha­man perbankan syariah dari bank syariah kepada ustaz dan sebaliknya.

“Selama ini Asbisindo Sumbar vakum karena kepe­ngurusannya tidak aktif. Asbisindo Sumbar aktif lagi sejak kepengurusannya di­ku­kuhkan pada Mei 2016 de­ngan Pak Mulyadi Bachtiar sebagai ketua. Me­lalui Asbisindo, kami be­r­upaya memajukan per­ban­kan syariah di Sumbar,” kata Kepala Cabang BNI Syariah Cabang Padang itu.

Pada pihak lain, anggota staf ahli ekonomi Komite Ekonomi dan Industri Na­sional, Ronny P Sasmita berpendapat, tak harus ada DSN di provinsi untuk be­kerja sama dengan bank syariah karena soal itu ma­salah improvisasi antara kedua belah pihak saja. MUI secara institusional masih bisa bekerja sama lebih jauh dengan perbankan syariah di tingkat provinsi.

“Masalahnya bukan ada atau tidak DSN di tingkat provinsi. Tapi, kerja sama seperti apa yang mereka gagas. Kalau sekadar kerja sama untuk seminar so­sia­lisasi perbankan syariah, saya kira imbasnya akan bia­sa-biasa saja. Tapi, jika MUI berani mengeluarkan im­bauan, rekomendasi, atau sejenis itu kepada masya­rakat, institusi-institusi di Sumbar untuk meng­gu­na­kan jasa bank syariah, itu akan jauh lebih besar dam­paknya,” kata analis eko­nomi Financeroll itu.

Imbauan yang bisa dila­kukan oleh MUI, kata Ronny, misalnya dengan menggunakan falsafah adat basandi syarak, syarak ba­sandi kitabullah, bahwa orang Minang semestinya juga basandi kitabullah dalam berurusan dengan perbankan.

“Bagi masyarakat yang masih percaya dengan kre­dibilitas MUI provinsi, im­bauan semacam itu pasti berpengaruh. Dengan begitu, MUI mengimbau orang Sum­bar untuk mengu­ta­makan anjuran agama dalam berurusan dengan perban­kan. Atau, mengimbau untuk menghindari sistem bunga dan memakai sistem perban­kan syariah. Kampanye se­perti itu layak dikerja­sa­makan antara perbankan syariah dan MUI lokal,” kata Ronny.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pameran bank syariah di Padang, pada Mei lalu membeberkan bahwa per Februari 2016, pangsa pasar perbankan syariah di Sumbar sebesar 6,7 persen, aset Rp4 triliun, pembiayaan Rp3,6 triliun, dan Dana Pihak Ketiga Rp2,8 triliun. Sementara pangsa pasar per­bankan syariah secara nasio­nal kurang dari 5 persen. Berdasarkan data itu, per­kembangan perbankan sya­riah di Sumbar dinilai belum menggembirakan. (h/dib)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]