Di Batang Batahan Pasbar, Ikan Larangan Hasilkan Rp10 Juta


Kamis, 13 Oktober 2016 - 01:49:32 WIB
Di Batang Batahan Pasbar, Ikan Larangan Hasilkan Rp10 Juta Bupati Pasbar H. Syahiran menyaksikan masyarakat Ranah Batahan yang akan membuka ikan larangan di Sungai Batahan. (OSNIWATI)

PASBAR, HALUAN — Tradisi memilihara ikan larangan di Batang Batahan, Nagari Ranah Batahan sudah berjalan puluhan tahun. Di samping  untuk mempererat tali sila­turahmi antar masyarakat, tradisi ini juga pelepas hobi penangkap ikan dan hiburan sehat ala Nagari.

Membuka ikan larangan ini langsung disaksikan oleh Bupati Pasbar H. Syahiran. Bupati juga diajak oleh masyarakat untuk panen ikan larangan dan mengkonsumsi ikan larangan yang sudah dibakar. Acara penuh kekeluargaan itu berlangsung setelah me­resmikan jembatang gantung di Jorong Simpang Tolang, Rabu kemarin (12/10).

Salah seorang panitia ikan larangan yang juga tetua di Jorong Simpang Tolang Nagari Ranah Batahan Alumuddin mengatakan, tradisi ikan larangan sudah menjadi salah satu agenda wajib masyarakat Jorong Simpang Tolang tersebut.”Tradisi ini sudah lama, seingat saya sudah lebih dari 20 tahun. Banyak manfaat yang diperoleh ketika melanjutkan tradisi ini. Kekeluargaan atau silaturahmi akan terjalin, hobi tersalurkan, yang lebih penting masya­rakat bisa memakan ikan hasil tang­ka­pan,” canda Alumuddin.

Alumuddin menambahakan, ikan larangan yang dipanen sekali setahun itu bisa meng­ha­silkan ikan cukup banyak. Jika dihitung de­ngan uang akan mencapai Rp10 juta. Peserta yang menangkap ikan ada yang menjualnya ke­pada orang yang berada di lokasi ikan la­rangan dan ada juga dibawa pulang untuk di­masak. “Lihatlah hasil tangkapan mereka, cu­kup banyak. Namun, kegembiraan yang paling utama ketika melihat masyarakat berlomba untuk mencari ikan. Siapa yang paling banyak itu baru jagonya,”kata Alumuddin.

Sedangkan panjang sungai yang digunakan se­bagai ikan larangan mencapai 500 meter. Ma­syaralat lebih suka menyebutkan ikan beruduh.

Cerita yang sama juga disampaikan oleh Umar, warga setempat. Menurutnya ketika ikan larangan sudah dilepas atau sudah dibuka, maka masyarakat akan berbondong-bondong untuk terlibat. “Banyak cerita yang ada ketika ikan larangan dibuka, ada canda, ada saling caci jika tangkapan tidak ada. Dapat atau tidaknya ikan yang penting sama-sama senang,” ungkap Umar.

Sungai atau Batang Batahan sudah di­nyatakan menjadi ikan larangan, jika sudah ada tulisan bahwa sungai itu ada ikan larangan sering disebut ‘beruduh’. Maka masyarakat akan sadar sendiri kalau sungai tersebut sudah dilarang menangkap ikan.

Bupati Pasaman Barat H. Syahiran yang membuka ikan larangan di Sungai Batang Batahan Selasa kemarin (12/10) langsung disambut gembira oleh ratusan kaum pria yang menangkap ikan. Setelah para penangkap ikan tersebut menaburkan jalanya di sungai, maka puluhan ikan terjaring. Dan, mereka pun tertawa bahagia. (h/ows/idn)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]